
"Seperti apa itu?" tanya Volker yang membuat Max bingung.
".. Maksudku peduli seperti apakah yang pangeran Gionel lakukan waktu itu?"
Max mulai bercerita...
Dulu sehari setelah dia menceritakan tentang sang Putri,diam-diam Gionel mulai memperhatikannya.
Lama kelamaan Gionel mulai berkenalan dengannya dan selalu berada disisinya bak seorang penjaga.
Entah dia tau atau tidak "Rusak" macam apa yang di katakan Max saat itu Max rasa Gionel tak memperdulikan itu. Yang Gionel pedulikan hanya membuat sang Putri bahagia.
Setelah Gionel memperkenalkan teman temannya pada sang Putri, Putri pun juga memperkenalkan dua temannya satu dari kerajaan Felicidae dan Rosacea.
Sontak,Volker terkejut.
"Tunggu, maksud Anda ada campur tangan dari kerajaan Felicidae dan Rosacea?"
"Hmm? Tidak tidak ku rasa tidak"
"..Tapi,mereka cukup membantu."
......................
Disisi,Riji dan Rei~
"Apa rencanamu Rei?"
"Ugh,bisakah kau diam? Kau sudah menanyakan itu 50 kali sejak pagi tadi."
"Ayolah,aku sangat bersemangat! Cepat, bisakah kau beritahu aku?"
"Tidak."
"..Kau tau di gudang bawah tanah ini penuh tikus kan?" Rei menyeringai menatap Riji.
"Ya,lalu? Kau ingin aku apakan tikus tikus itu?"
Rei mulai membisikkan rencananya.
"Tunggu,apa itu tidak membuatnya tau keberadaan kita?*
"Sudahlah,percayakan padaku."
Riji berubah menjadi wujud kucingnya.
"KATAKAN PADAKU! DIMANA DUA ORANG ITU?!" Ucap Lera sambil memukuli Arley dengan tangan es miliknya.
Namun, Lera berhenti.ia merasakan sebuah getaran yang cukup dahsyat datang dari gudang bawah.
Lera pun penasaran dan membuka pintunya lalu... Bruak! Pintu itu terbuka dan tikus-tikus melompat dan berlarian kesana kemari. Membuat Lera menjerit jijik dan ketakutan.
"Aaaaa! Apa Apaan ini?!"
"..Mengapa ada banyak tikus disini?!
"Ugh,jujur saja.. aku juga merasa geli" Ucap Rei sambil memandang tikus-tikus yang sudah berlari jauh.
"Kau ini" Swoosh,Riji berubah menjadi bentuknya semula.
"..Nah dengan begini dia akan menjauh untuk sementara, tapi apa rencana berikutnya?"
"...Bukankah setiap ada masalah pasti ada solusi?"
Mendengar ucapan Riji,Rei berpikir keras. Ia merasa ada benarnya perkataan Riji. Kejadian kali ini hanya bersifat sementara. Lera pasti datang lagi.
"Oh iya! Paman apa paman bisa menggunakan kekuatan Cahaya?"
"Oh,ya.. Eum.. Hanya sedikit."
"Ah begitu.."
"Memangnya ada apa?"Tanya Riji
"Dulu kak Shee berkata padaku dasar dari cahaya adalah api. Api bisa melawan es,walau es berdasar pada air.Namun bila api lebih besar maka air pun akan menguap. Jadi kenapa tidak paman gunakan kekuatan cahaya paman untuk melawan bibi Lera?"
"Yah,itu ada benarnya."
"..Namun bila es terlalu dingin api bisa padam seketika."
"Tidak dengan cahaya,Tuan Kucing."
"Ahaa,aku mengerti"
~Sisi Elia & Afra
Beberapa hari setelah kejadian kabut itu. Para Warga mulai beraktivitas seperti biasanya.
Namun tidak dengan Elia.
Dia masih bingung dengan apa yang terjadi.
"Ini,kakek Guo memasak pangsit untuk hari ini. Makanlah! Kau belum makan apapun sejak pagi tadi."
"Tidak,aku rasa aku kehilangan nafsu makan ku ,Af."
"Oh ayolah! jika kau sakit aku tak bisa mengobatimu."
Elia menoleh kearahnya, "..Kau ini Putri dari kerajaan Helianthodae (Bunga Matahari) kan?"
"Enak saja kau bicara,bukannya Putri itu sudah tiada? Yang ku dengar begitu"
"Namamu itu bukan Elia,apa aku benar?" Ucap Afra sambil menatap mata coklat keemasan milik Elia.
"A-Apa maksudmu?"
"Putri Helianthe Cheisa Reanna. Putri kedua,dialah yang dikabarkan tiada." Kata Afra sambil menekankan ucapannya.