My Guard Is My Prince

My Guard Is My Prince
19.Pertanda



"Dia adalah sahabatku dari akademi sihir Temporary. Akademi sihir resmi yang dibangun dan di operasikan hanya berjalan sekitar lima tahun saja."


"...Setelah kejadian api mawar biru akademi itu ditutup dan tak pernah dibuka lagi."


"Ekhm,apa aku baru saja mendengar tentang Akademi Sihir Temporary?" Ucap seorang gadis perempuan.


"Uh.. Ya?" (Afra)


"Dan Putri Helianthe?"


"Ya?"


"Dan kau menyebut dirimu sahabatnya?"


Afra melirik Elia,seakan berkata. "Apa aku salah bicara?"


"Jadi kau... Pasti Xander Zafran Theodoric bukan?"


"Tentu saja,lantas siapakah dirimu nona?"


Plak!


Tamparan keras datang mengenai wajah Afra.


"Beraninya kau! Kau-"


"Jie-Ru?!"


...----------------...


"Apakah bibi Lera akan kemari?" Tanya Rei


"Instingku mengatakan,Ya"


"Kalau begitu kita harus bersiap hari ini!" Ucap Paman Arley


"Baik!" Sahut Riji dan Rei.


...----------------...


"Bagaimana? Euh, apa yang kau lakukan disini??" Tanya Afra.


"Bodoh,apa kau tak ingat bahwa aku putri kerajaan Gramineae(bambu)?"


"Oh,ya.. Tunggu,lalu mengapa kau bisa kesini jika desa ini tertutup?" Tanya Afra pada Jie.


"Siapa yang bilang desa ini tertutup atau terpencil. Desa ini memang dirancang begini,karena di daerah ini banyak menyimpan sejarah. Dari bukit tempat Phoenix turun,dan rebung ajaib yang tumbuh tiba-tiba..."


"..Oh iya kalian tadinya berada di kota Asper kan?"


"Benar,bagaimana kau bisa tau Jie?" Tanya Elia.


"Kota Asper adalah kota terluar,kota itu bertugas melindungi desa ini dan sebagai pertahanan pertama."


"..Kalian tau kabut yang ada di desa ini beberapa hari lalu bukan?"


"Ya,dan aku melihat sesosok beruang menggigit bambu,dan anak itu ada di dalamnya!"


"Ouh,aku tidak heran jika bentuknya beruang. Apa beruangnya gemuk?" Elia mengangguk."


"..Ya,itu adalah penjaga kerajaan kami. Sang Panda,kalian hanya melihat bayangannya. Aku tidak heran akan hal itu,karena memang itu yang harus di hadapi desa ini."


"...Karena aku Putri kerajaan ini,jadi sang Panda mempersilahkanku masuk dan keluar desa kapan saja."


"Jie.." Ucap Afra.


"Ada apa?"


"Kau benar-benar tidak banyak berubah"


Plakkkk!


...----------------...


"Tak terasa kita sudah 3 hari berada disini dan masih tidak dapat petunjuk apapun.."


"Hey,Ella apa maksudmu? Kita sudah tau tentang pangeran Gionel dan Sang Putri. Kita hanya perlu tau tentang sang bayangan dan siapa yang terpilih?" Ucap Volker.


Mendengar itu semangat Ella kembali bangkit.


Seperti biasa,mereka pergi menemui Griffin Max lagi.


"Haaah,kalian lagi.. Apa kalian tidak bosan di sini terus?"


"Tidak tuan,kami ingin lebih banyak mencari tau tentang semua yang kau ceritakan. Bila sang bayangan tiba-tiba muncul,maka kami bisa melawannya dan mencegahnya berkembang untuk sementara." Kata Volker.


"Sayang sekali,tapi sang bayangan sudah kembali."


"Maksud Anda?"


...----------------...


Tok tok tok


"Arley! Arley! Selamatkan lah anak anakmu!!!" Ucap seorang dari luar rumah.


"Mengapa? Ada apa?"


"Larilah! bila kau ingin selamat! Kita diserang!"


Rei dan Riji segera keluar.


Benar saja,apa yang mereka takutkan terjadi.


(kemarin malam)


"Hey,Riji.."


"..Bagaimana jika Kerajaan ini di serang tiba-tiba seperti kerajaan mawar saat itu?"


"Tenang saja,kita akan membantu para warga mengungsi. itu adalah tugas utama kita"


"..Kita sudah dipersiapkan untuk itu"


(.)


Arley segera membawa anak-anaknya keluar bersamanya.


"Rei!Riji! Dimana kalian???!"


"Sudahlah Arley! Mereka pasti sudah duluan!"


"Tapi-"


"Ayo cepat!"