
"Kegelapan telah bangkit nak..."
"Aku harus segera mengabari Cen untuk segera berjaga"
"Darimana Anda tau hal itu tuan Max?" tanya Volker.
"Insting." Ucap Max yang berjalan menjauh dari sana.
Volker dan Ella memutuskan kembali ke tempat Zoya.
"Aduh!" Ella terjatuh.
"Aku takut kau akan kedinginan,maaf jika aku merepotkan mu Volker"
"Tak masalah,kau selalu terjatuh ketika membuka portal,apa sihirmu terlalu kuat?"
"Tidak,hanya saja tubuhku memang lemah"
Volker pun memapah Ella,mereka masuk dalam portal.
Di dalam portal suhunya benar-benar dingin,itu karena sihir yang Ella miliki.
Sesampainya disana,Rei segera membawakan air hangat untuk Volker. Ella terlihat khawatir, dia menawarkan bantuan.
"Em,Rei.. Boleh aku membantu?"
"Aku merasa bersalah,Volker kedinginan karena sihirku"
"Ah,tidak perlu begitu Ella.. Achooo!" Ucap Volker
"Tidak tidak tidak..."
"..Kumohon.. Biarkan aku membantu,Rei" Ella memandang Rei dengan mata berbinar-binar.
"Baiklah,kau boleh membantu. Aku akan membantu kak Zoya membuat ramuan untuknya"
...----------------...
Di Desa Bambuso..
*Riji: Kakak,kakak dimana? lama kakak tidak mengabari.. tidak dapat informasi ya? lalu kapan kakak kembali? Volker dan Ella sudah kemari.. Cepat lah pulang,paman selalu mengigau "Zafran.. kembaliii.." kata nona Zoya.
Zafran(Afra): Ah! sudahlah aku masih bingung kapan aku bisa kembali. Sudah nanti saja aku masih harus melatih ketenangan diri!
Ya.. di atas batu,tepi air terjun, Zafran melatih ketenangan dalam dirinya. Itu adalah ilmu pertama yg kakek Guo ajarkan padanya.
Ilmu ketenangan diri penting untuk para pemimpin,Kakek Guo bilang itu akan menjadikan pikiran jernih dan tajam dalam berpikir.
Kakek Guo baru memberinya ilmu ketika tau bahwa Zafran adalah tamu Putri Jie.
Kakek Guo tidak heran jika sang Putri berkeliaran disana,karena Putri adalah murid pilihan dari sang Roh penjaga Desa sendiri.
Zafran teralihkan,dia melihat ada sebuah ranting yg jatuh.
ranting itu berasap, sepertinya baru saja terbakar. Namun, terbakar apa?
Ia memegang rantingnya,tidak panas. Namun, berbekas luka bakar. Aneh...
Ia juga tak melihat pohon yang terbakar.
Zafran: Tunggu... Wangi apa ini?
Dia mulai pergi mengikuti arah wewangian tersebut.
Tanpa ia sadari,ia tersesat.
Namun,siapa itu?
Tiba-tiba...
"Hei hei.. Bukankah tidak sopan bila kau melihat seekor Phoenix yang sedang bereinkarnasi?"
"Hah? Siapa itu?"
Sebuah api muncul dihadapannya. Api tersebut menjelma menjadi sosok perempuan berambut putih dan berkulit kuning langsat.
"Siapa kau?" Tanyanya.
...----------------...
"Sungguh? Kau bertemu dengan Griffin Max?"
"Ya,dia bercerita banyak tentang ketiga temannya. Namun,hanya Phoenix Flyo yang tidak ada kabar. Tuan Max bilang, setelah pertarungan itu. Phoenix Flyo langsung pergi,bahkan Nona Eira tidak bisa mengejarnya."
"..Cerberus Cen sedang melatih para "Anjing Sawan" Ya walau aku kurang mengerti maksudnya,tapi sepertinya itu adalah Pasukan dari Kerajaan Canis yang menyerang secara brutal dan tanpa ampun. Lalu Pegasus Eira telah menjadi seorang Ibu."
"Aku khawatir.."Ucap Rei
"Mengapa?"(Riji)
"Entah ini benar atau tidak,tapi.. aku melihat wajah Pangeran Eric saat kejadian kekacauan itu."
"..Aku hanya penasaran,apa itu benar atau tidak."
"Itu masih menjadi misteri,belum lagi jika ternyata mereka dapat menghindari ledakan.. Itu akan lebih berbahaya." Zoya menimpali.
"Sekarang tinggal Zafran dan Ella yang belum kembali. Kita akan bergerak mencari beberapa informasi Minggu depan. Pastikan kalian melatih stamina dan fisik kalian!"
"BAIK KAK ZO!"