
Merasa bosan mereka berdua diajak berkeliling desa.
Menikmati keindahan alam bambu dan enaknya sup dan pangsit buatan khas nenek-nenek,membuat mereka semakin betah tinggal.
Hingga sampai malam tiba,semua orang segera pergi ke gunung untuk bermalam.
Padahal malam itu malam yang cerah dengan bulan purnama bersinar terang.
Namun kakek Guo bilang,malam bulan purnama kali ini adalah malam bulan purnama yang ke 2,pada bulan purnama bagian kedua di desa mereka selalu diselimuti kabut asap yang tebal. Mereka juga selalu kehilangan seorang gadis setiap tahunnyaa.
Kakek Guo berkata bahwa ramalan bulan menunjuk cucunya untuk kali ini.
Untuk melindunginya ia memutuskan untuk pergi ke gunung bersama warga desa yang lain,agar bisa menyaksikan secara jelas seperti apa kabut itu? Keluar dari manakah ia?
Namun setelah menjelaskan itu pada Elia dan Afra, tiba-tiba seorang wanita mendatanginya dan mengatakan bahwa cucunya di ambil sang kabut pergi.
Mendengar itu kakek Guo segera menyusul cucunya itu.
Namun anehnya ia bahkan tidak bisa menyentuh kabut itu.
Seperti ada pelindung disana.
Penasaran,Elia dengan berani terjun bebas ke bawah untuk menyelamatkan cucu kakek Guo.
Alangkah terkejutnya ia,bukannya gadis kecil yang ia temukan,malah sesosok bayangan beruang sedang menggigit sebatang bambu.
Ia menyadari kalau ia masih belum menapak ketanah lagi.Ia masih melayang,ketika ia mencoba menerawang sekeliling.
Ia melihat gadis kecil,cucu kakek Guo itu berada dalam bambu yang digigit oleh beruang abu abu itu.
Elia tidak bisa bergerak dan malah terjebak dalam cengkeraman sosok beruang itu.
Karena insting kuat dari ras kucingnya,Afra melompat dan berhasil menyelamatkan Elia.Ia membawa Elia ke daerah pemukiman desa Bambuso yang tepat di bawah kabut itu.
Afra berniat menyelamatkan gadis kecil itu,namun ia terpental jauh kebawah.
Beruang abu abu itu pun menghilang dari pandangannya.
Semua warga Bambuso kaget,apapun usaha mereka semuanya sia sia.
...----------------...
Sudah seminggu lamanya Riji menyusuri hutan di kerajaan Lamiles untuk menemukan tumbuhan Kumis kucing.
Warga di sana juga mengatakan sangat langka untuk menemukannya.
Saking langkanya 1 tumbuhan itu di hargai 8 koin emas.
Karena harganya itulah Riji bersama Paman Arley pergi untuk mencarinya di hutan.
*Riji:Tidak mungkin jika aku harus mencabut kumis kucing ku lalu menanamkannya di tanah.
Tapi ku coba saja lah*.
Riji mulai menggali tanah,"Hey,nak apa yang kau lakukan?"
"Ah,biasakah paman sedikit menjauh aku takut paman akan terluka."
"Terluka karena apa-"
Sebuah sinar dahsyat turun dan menyambar Riji.
Riji berubah menjadi wujud kucing biasa.
"Paman?"
Terlihat Paman Arley sangat ketakutan setengah mati disana.
"Bisakah kau mencabut satu kumis kucing ku"
"Ugh,apa tidak masalah?Apa tidak menyakitkan?"
Riji menggeleng.
(Ctil)
Aungan seekor singa terdengar.
"Aduh.."
"Paman? Paman!?"
"Jangan takut,maaf jika aku mengejutkan paman lagipula aku tidak akan membahayakan paman kok"
Setelah Riji berubah menjadi wujud manusianya,terlihat sedikit bekas luka di bagian wajah yang terlihat seperti tamparan.
Lalu mereka segera mengubur kumis kucing itu dan berharap semoga keajaiban muncul.
Senja mulai berganti malam. Kini indahnya matahari terbenam berubah menjadi langit dengan gemerlap bintang.
Sebuah cahaya seperti kunang-kunang turun dan masuk kedalam lubang kumis kucing Riji.
Ajaib!Muncul tanaman Kumis kucing itu dengan sangat lebat.
Tidak hanya di lubang galian itu saja tanaman itu juga tumbuh di sekitar tanah secara mendadak dan mekar secara bersamaan.
Riji yang mencium bau dari bunga Kumis kucing itu bersin berisin karena ia alergi dengan bubuk benang sarinya.
Setelah itu Paman Arley terbangun dan segera memetik beberapa bunga.