
Rumah Tasya dan Sean .
Di ruang makan kini nampak ramai ,Ada Bu Retno ,Tasya ,Sean ,Dirga dan Ika ,Mereka semua berbuka Puasa bersama di rumah Tasya dan Sean .
Sedangkan ike ,Wanita itu memilih untuk berbuka di kamar Gerald menemani sang pasien makan malam ,Entahlah baru satu hari berkenalan kedua anak manusia berbeda gender itu ,Nampak sangat akrab Ike yang memliki sifat pendiam di sandingkan Gerald yang banyak bicara ,Membuat kedua tak pernah merasakan canggung .
"Ike makan di kamar Gerald ?" Tanya Tasya dengan mata dan tangan Fokus ke makanan , Membuat semua orang bingung kepada siapa Tasya bertanya .
"Iya non ,katanya mau nemenin den Gerald kasian sendirian "jawab Bu Retno ketika mengingat sang anak berpamitan kepadanya .
Tasya tak membalas ucapan Bu Retno ,Wanita itu malah senyum senyum sendiri ,Membuat semua orang menghentikan aktivitas makan mereka ,dan menatap aneh ke arah Tasya .
"Kamu kenapa dek ?"ucap Sean bertanya kepada sang istri yang masih dengan ekspresi senyum senyum sendiri ,membuat dia penasaran dengan apa yang ada di pikiran sang istri .
"Tau tuh kenapa sih kak ,efek hormon mungkin yaa?"Dirga menyahuti dengan menatap Sean dengan wajah bertanya .
"Apaan sih kalian ,Aku tuh lagi ngebayangin kalo Ike itu jadian sama Gerald ,Uh idaman banget punya pacar Koko Korea " Ucap Tasya langsung mendapat tatapan tajam dari Sean , Bagaimana bisa dia mengagumi seorang pria di depan suami nya ,Dan parah nya pria itu berada satu atap dengan mereka .
"Gue usir si Gerland " Ucap Sean tanpa sadar langsung mendapat hadiah tatapan tajam dari semua orang .
"What gila Lo yaaa ,Dia lagi dalam masa persembunyian Bambang" Dirga tak setuju dengan ucapan Sean , Begitu pula dengan yang lain langsung melayangkan protes kepada putra mahkota Adijaya itu .
Sean pun hanya mampu merutuki kesalahan nya itu dan berjuang kembali meminta maaf kepada sang istri .
"Dek aku kan bercanda tadi ,Masa gitu aja marah sih ,Lagian kamu sih udah punya suami masih aja memuji cowok lain " Ucap Sean memelas dengan memeluk sang istri dari belakang ,Dia masih berusaha mengambil hati yang istri yang tengah tertidur itu .
"Enggak seharusnya kamu ngomong seperti itu didepan orang banyak ,Aku juga minta maaf atas kesalahan aku tadi " Jawab Tasya dengan ketus ,Membuat Sean pasrah dan menarik selimut menambah kehangatan pelukan mereka berdua .
Berbeda dengan Tasya dan Sean ,Di kamar bawah tepatnya kamar yang sedang di tempati gerlad ,Suasana nampak ramai dengan kehadiran Dirga ,Ika ,Ike dan gerlad pastinya .
Semakin malam obrolan mereka semakin seru hingga mereka lupa waktu ,Apa lagi Dirga pria itu nampak senang dan menikmati ,ketika Ika menasehati dia dan gerlad tentang pergaulan .
"Gue sih gak punya temen ,Hanya sebatas kak Tasya ,Sean ,kak Nindi dan kak Stev ,itu doang " Ucap Dirga mencoba membela diri di hadapan para wanita Sholehah itu .
"Kalo gue sih gak terlalu yang bebas gitu sih ,Cuman sebatas minum dan ngerokok selebihnya enggak " Ucap gerlad menimpali .
"*** ?" Tanya Dirga dengan sangat hati hati .
"No big no ,Gue salah satu orang yang sangat menjaga kehormatan gue " Ucap Gerald membuat Dirga , Ika dan Ike tercengang .
Yang mereka kira ,Gerlad salah satu aktor yang Melakukan *** bebas , Ditambah lagi dengan fisik dan rupa yang sempurna ,Membuat semua wanita bertekuk lutut di depan pria berdarah Korea itu .
"Tapi kalo wanita kita berhianat kepada kita ?" Tanya gerlad dengan Nanda mendebat .
"Buang saja ,Yang penting kita setia Masalah dibalas dengan setia atau enggak itu urusan dia sendiri ,Gue kaya gue berkuasa air mata gue terlalu mahal untuk menangisi penghianat" Jawab Dirga dengan menggebu-gebu mengingat kejadian dalam keluarganya , dimana dia melihat dengan mata kepalanya sendiri ,Sang papah menangis di setiap malam hanya demi seorang helana yang telah berkhianat .
"Sorry Dir gue gak bermaksud untuk menggali luka lama Lo " Ucap Gerald ketika dia mengingat cerita Stev tentang ayah nya dan mamah Dirga .
"It's ok ,Btw ka Lo Jangan selingkuh in gue yaa " Ucap Dirga dengan spontan membuat semua orang gagak paham ,Begitu pula dengan Dirga dia segera tersadar dengan merutuki kesalahannya .
"Guys gue pulang duluan yaa ,cepat sehat rald ,ka ke gue pamit dulu " Ucap Dirga segera berpamitan agar dia tak semakin malu dengan Ika yang baru sadar dengan ucapannya .
"Ehhh iya hati hati bro " Jawab gerald menyadari ekspresi wajah dari Dirga .
Sedangkan Ika dan Ike ,kedua wanita itu hanya mengagukan kepala dan tersenyum ramah , membuat kedua pria itu tambah terpesona kepada dua ukhti itu .
🍂🍂🍂🍂
Di sebuah apartemen mewah
Di sebuah balkon apartemen ,Kini Nindi dan Stev sedang duduk bersama menikmati indahnya kota di malam hari ,Yaa Stev baru saja membeli sebuah apartemen mewah ,Untuk rumah tinggal mereka nanti setelah menikah .
Nindi pun nampak tak percaya ,Mantan Sahabatnya telah mempersiapkan semuanya , Walaupun mereka berdua sepakat tak akan mengadakan resepsi ,Namun Stev menginginkan prosesi izab kabul di selenggarakan dengan mewah .
"Kamu suka ?" Tanya Stev melibat Nindi yang tengah menikmati suasana kota yang begitu indah dengan Lampu lampu gedung .
"Sangat suka ,Thanks yaa " Jawab Nindi dengan menyandarkan kepalanya ke pundak Stev ,Belaian lembut pun langsung terasa di puncak kepala menambah kesan romantis malam ini .
"Aku seharusnya berterima kasih ,Karena kamu sudah mau menjadi pendamping "Ucap Stev dengan tangan masih mengelus pelan puncak kepala Nindi .
"Rencana Tuhan memang lah epic ,Kita sudah dari kecil berteman akhirnya di satukan oleh ikatan pernikahan ,Aku sangat bersyukur Stev mempunyai calon suami seperti mu " Ucap Nindi menggenggam tangan Stev .
"Iya kita mempunyai background keluarga yang sama Nin ,Aku mau kita jadikan mereka pelajaran jika nanti ada sedikit masalah di antara kita ,Jika nanti aku salah maka Tegur lah Begitu pula dengan kamu ,Jika kamu salah jangan tersinggung jika aku menegurmu " Nasehat Stev kepada sang calon istri .
Nindi pun tampak menganggukkan kepala tanda mengerti ,Di detik kemudian suasana nampak hening dan saling diam ,Nindi nampak tertidur di pelukan Stev dengan pulas .
Stev pun dengan sigap mengangkat tubuh Nindi untuk di pindahkan ke kamar tidur , Dengan telaten pria itu melepaskan high heels yang setia menjadi pijakan untuk sang mafia .
Setelah selesai dia segera membersihkan diri dan memakai celana membiarkan tubuh bagian atas terbuka ,Dengan lembut dia memeluk Nindi dari belakang menemani sang calon istri mengarungi mimpi .
Next jangan lupa like coment and faforit 🙏