My Cute Little Husband

My Cute Little Husband
Ancaman



Rumah sakit Aditama .


Di ruang Gerald kini nampak ramai ,Ada Stev , Nindi , Dirga ,Sean ,Tasya , Bu Retno dan si kembar Ika Ike ,Datang bersama untuk menjenguk Gerald .


Tasya pun tak lupa memperkenalkan Ika dan Ike kepada teman teman nya ,Sebenarnya Ika dan Ike nampak minder namun saat melihat keramahan mereka ,Mereka jadi terenyuh dengan sifat rendah diri mereka .


"Jadi kalian seumuran dong sama gue ?" Tanya Dirga nampak antusias dengan sosok Ika , entahlah wanita itu nampak cantik dengan balutan hijab di kepalanya .


Apalagi karakter nya yang sopan dan santun ,Membuat daya magnet sendiri untuk Dirga mendekati nya ,Hampir menyentuh kriteria sempurna Dirga Kusuma .


"Iya tuan " jawab Ika dengan senyum ramahnya ,Sejujurnya dia agak minder berdekatan dengan para anak penguasa ini .


"Dih Jagan panggil tuan doang ,Kayak majikan sama pembantu aja ,Kan kita temenan sekarang jadi panggil nama aja ok " Ucap Dirga dengan senyum ramahnya membuat Ika terpesona .


Stev dan yang lain pun nampak tersenyum melihat interaksi keduanya ,Mereka yakin betul jika Dirga mulai tertarik dengan Ika , Yang pasti mereka juga akan setuju jika sang bontot Kusuma itu menjalin hubungan dengan Si kembar .


Apalagi Tasya dia sudah sedikit tau latar belakang dari Ika dan Ike ,Dua sosok perempuan mandiri dan pekerja keras ,Hingga mampu membantu membiayai kuliahnya sendiri .


Mereka terus mengobrol hingga sampai ke pembahasan Gerald ,Pria itu nampak mengeluh beberapa kali merasakan sakit di seluruh kujur tubuhnya ,kedua kakinya mengalami keretakan hingga dia belum bisa berjalan untuk beberapa hari kedepan .


Tak hanya itu ,luka lebam di kepalanya tak kalah membuat dia menderita dengan rasa sakit yang amat sangat .


"Uhhhhh " Rintihan Gerald semakin keras membuat semua orang yang mendengarnya nampak kasian .


Sean pun dengan cepat memanggil dokter melalui tombol yang berada di samping ranjang ,Tak butuh waktu lama dokter pun datang dengan tergesa-gesa ,Dia tau betul siapa orang yang Disana ,Hingga dia mencoba menjaga citra baik nya di hadapan para pemilik rumah sakit ini .


"Apa yang terjadi dok ?" Tanya Stev sangat khawatir dengan kesehatan sang sahabat ,Dia tahu betul jika Gerald hidup di Jepang sebatang kara ,Kedua orang tuanya sudah meninggal di saat dia masih berumur 18 tahun ,Disaat itu pula dia harus menanggung beban berat dengan memimpin perusahaan sang papah ,Yang bergerak di bidang hotel dan rumah produksi film.


Stev sudah kenal Gerald sejak dia baru merintis karir internasional nya ,Kebetulan saat itu Gerald pemilik dari agensi yang menaungi nya ,Gerald membantu Stev hingga berada di puncak karir nya ,Karena itulah Stev sangat banyak berhutang Budi kepada Gerald .


"Tuan Gerald baik baik saja ,Dia hanya merasakan efek dari keretakan yang ada di kakinya ,Dan saya sudah menyuntikan obat bius Agar tuan Gerald tak lagi merasakan sakit untuk beberapa waktu kedepan " Jelas dokter membuat semuanya bernafas lega .


"Dan satu lagi ,Saya ingin memberitahukan hal penting , Kemarin salah satu dari dokter kita mendapatkan tawaran untuk memasukan racun ke dalam tubuh tuan Gerald , Dia menawarkan kami sejumlah uang dengan nilai yang sangat fantastis , Untung saja dia menolaknya tapi saya yakin ada beberapa dokter yang akan menerima nya , Saran saya sebaiknya tuan Gerald di rawat di tempat yang aman dengan dokter khusus yang menangani nya " Ucap dokter berhasil semua orang terkejut dan menatap iba kepada Gerald .


Namun tidak dengan Nindi , Perempuan itu dengan segera menelpon para bawahannya , Untuk mengecek seluruh cctv rumah sakit dan menangkap siapa dalang dari semua ini , Dia tak bisa diam Jika ada yang macam macam dengan orang terdekatnya .


Tasya dan yang lain nampak setuju ,Begitu pula dengan Ika dan Ike ,Mereka dengan senang hati menerima pekerjaan dari Sean.


"Kita minta tolong yaa Ika dan Ike ,Kakak janji Habis Gerland sembuh kalian boleh kerja di perusahaan Ghipson group Atau yang perusahaan yang lain " Mohon Stev membuat semua tersetuh dengan persahabatan Steven dan Gerald .


"Oke dok tolong urus semua peralatan canggih untuk di bawa kerumah Tasya ,Dan juga kabarin Saya jika ada yang berani macam macam dengan dokter ,Saya sangat berterimakasih kepada kalian " Perintah Nindi membuat sang dokter mengangguk dan segera menjalankan perintah dari Nindi .


Tak butuh waktu lama semua telah siap ,Para pengawal pun berjaga dengan ketat ketika Gerald di bawa ke luar ruangan , Membuat seluruh penghuni rumah sakit fokus kepada mereka ,Tasya yang mengetahui apa yang terjadi dengan sigap menutup seluruh wajah Gerald dengan selimut , Agar mereka tak tau siapa yang sedang berbaring di atas ranjang ,Ini semua sengaja mereka lakukan agar kasus ini tak tercium oleh orang lain , yang akan menambah ribet urusan mereka .


"Minggir atau mati !!!!!!" Teriak Nindi menggema di seluruh lorong rumah sakit ,Membuat semua orang bubar dan berlarian.


🍂🍂🍂🍂🍂


Mansion keluarga Pratama


Di mansion keluarga Pratama kini sedang berbahagia , Bagaimana tidak keluarga mereka kan bertambah lagi anggota keluarga baru ,Helena dinyatakan hamil setelah sang dokter memeriksa nya tadi pagi .


Natan pun tak henti hentinya mengucapkan syukur ,Dan mengelus perut sang istri yang masih nampak rata itu ,Begitu pula dengan Sindi perempuan itu juga memberikan selamat kepada sang putra dan menantunya .


Dia tak menyangka akan diberikan cucu secara bersamaan ,Hingga dalam benak langsung berkhayal bagaimana Susana ramai yang akan membuat masa tua dia dan Anton sangat bahagia .


"Hel jangan capek capek yaa ,Ingat jangan pola makan jangan diet diet lagi ,Gak papa gendut toh suami kamu yang bikin ,kalo dia berani macam macam kasih tau mamah ,Biar Nindi yang urus Dijadiin tumbal proyek tau rasa kamu " Petuah Sindi untuk Helena sekaligus ancaman untuk Natan .


Helena pun nampak tersenyum dan mengangguk , Sedangkan Natan pria itu masih betah memeluk sang istri dengan tangan mengelus pelan ,Maha karya yang telah tumbuh di janin sang istri .


"Yaudah mamah keluar dulu mau ke kantor papah ,Niel kamu jaga istrimu " Ucap Sindi dengan berjalan meninggalkan kedua pasangan itu .


Sepeninggalan Sindi ,Helena mengelus puncak kepala sang Suami ,Tiada kata diantara mereka hanya sentuhan sayang yang diberikan masing masing .


"Thanks yaa " Ucap Natan dengan mata berkaca-kaca , membuat jari lentik Helena segera menghapus nya ,


"Thanks udah hadir di hidup ku , please temani aku hingga rambut ini memutih ,hingga mata ini terpejam dan kekal di atas sana , I love you "


jangan lupa like coment and faforit 😁🙏