My Cute Little Husband

My Cute Little Husband
Menikahkan



Rumah sakit Aditama


"Nin woy bangun " Ucap Stev mencoba membangunkan Nindi dengan menggoyang goyangkan tubuhnya.


Namun sayang wanita itu malah menarik tangan Stev , hingga pria itu terjatuh ke dalam pelukannya , Stev pun nampak terkejut tapi di detik selanjutnya dia merasa nyaman dan menikmati kehangatan yang di berikan oleh Nindi.


"Nind " panggil Stev dengan menoel Noel pipi Nindi , membuat sang empunya risih .


"Apaan sih Stev , ngantuk banget sumpah " ucap Nindi dengan mata terpejam semakin mengeratkan pelukannya .


Stev pun mengalah , dia akhirnya membalas pelukan Nindi dan mendekap kapal sang sahabat di dadanya , lama lama kelamaan Stev terjerumus juga dengan kehangatan yang diberikan Nindi , dia pun ikut tertidur melupakan rencana awal nya .


Setelah beberapa menit terlelap , tidur mereka harus terganggu dengan adanya Dirga , pria itu menyiram wajah Stev dan Nindi dengan satu botol penuh air mineral .


"Huaaaaaa " Stev langsung terbangun ketiaka air tak sengaja masuk kedalam hidupnya .


Begitu pun dengan Nindi dia nampak memiringkan kepalanya , mencoba mengeluarkan air yang masuk dari kuping kirinya .


"Woy bocil kurang ajar Lo yaaa " Teriak Stev ketika melihat Dirga yang tengah cengengesan di depan nya .


"Tau nih adik Lo , apaan sih dih bisa BUDEK gue nanti " Keluh Nindi dengan kesal , pasalnya air masuk sedikit banyak membuat kuping nya seperti bergema , untung saja Dirga yang melakukan andai saja Sean atau yang lain , bisa mati di bunuh pasangan monster ini .


"Lagian dirusuruh jagain kak Tasya sama Sean malam *** *** disini " Ejek Dirga dengan Sok dewasa membuat Nindi ingin meremas pipi mulusnya .


"Dih Lo mau juga ?" Tanya Stev .


"Emang Bokeh ikut ?" tanya balik Dirga dengan sangat antusias .


"Boleh dong , gue duluan yaa entar Lo sehabis gue , kuy Nin ngangkang " ucap Stev memerintahkan Nindi .


"Apaan Lo kira gue cewek apaan mau Lo gilir , ogah yaa " Ucap Nindi segera beranjak dari ranjang berjalan menuju toilet , meninggalkan dua kakak adek yang sama sama mempunyai otak mesum .


"Beneran gak mau kak ?" Tanya Dirga dengan polosnya , membuat langkah Nindi berhenti sejenak sebelum masuk kedalam kamar mandi.


"500 milyar permalam " balas Nindi dengan senyum menggoda membuat dua pria itu menelan ludahnya dengan kasar .


"Patungan yuk kak , 250 250 " ajak Dirga membuat Stev menepuk jidatnya yang lebar itu .


"Dia cuman bercanda Dir , gak sekalian aja Lo cicil noh kalo mau " balas Stev dengan kesal dan berjalan keluar ruangan .


Dia berniat untuk mengecek kamar Tasya dan Stev , namun langkahnya terhenti ketika melihat seorang pria dengan tubuh atletis , sedang berdiri dan mengobrol dengan sang mamah , Stev pun nampak penasaran dan berniat untuk mendekati nya .


"Hay mah " Sapa Sarah membuat sang Wanita dan pria menoleh ke arah nya.


"Hay sayang " Balas Sarah mencium kedua pipi Stev , hingga membuat pria itu malu dibuatnya .


"Apaan sih mah malu tau gak " Ucap Stev dengan kesal yang malah dibalas tawaan dari Sarah .


"Hay mah " Sapa Dirga yang baru saja keluar dari kamar .


"Hay sayang nih baru anak mamah , sini sayang " Ucap Sarah dengan lembut membuat Dirga , berjalan dengan cepat ke arahnya , Tanpa disuruh dan dipaksa Dirga mencium dua pipi mamah nya itu .


"Noh Dirga aja mau , ihhh kamu mah apaan " Ejek Sarah membuat Dirga senang dan membuat Stev kesal .


"Ohh yaa kak , kenalin ini papah gue , dan paha kenalin dia kakak angkat aku " Ucap Dirga saling mengenal kan .


"Hay Stev saya Rendra papah dari anak manja ini " Balas Rendra membuat Dirga merenggut dengan kesal .


Tanpa disadari interaksi mereka dilihat oleh Anton , Sindi , Alex dan Rani , hingga mereka berhenti sejenak untuk melihat keakraban mereka yang sudah seperti keluarga .


"Wahhh wahhh , Lex sebentar lagi monster kita dapat pawang nih Lex " Ledek Anton membuat Rendra dan Sarah malu malu .


"Dih apaan sih " Ucap Sarah dengan kesal .


"Dih salting dia , udah tua woy " Teriak Alex yang melihat pipi Sarah memerah .


"Hay pak Anton , Pak Alex " Sapa Rendra kepada Alex dan Anton , yaa mereka sudah tau satu sama lain , tetapi tidak saling kenal bahkan Rendra bisa dibilang rival dari Anton Adijaya.


"Hay pak Rendra senang bertemu dengan anda " sapa Anton dan Alex bergantian .


Mungkin bagi masyarakat awam atau Pebisnis kelas rendahan , Anton dan Rendra bermusuhan ketika beberapa proyek dan produk mereka sama sama bersaing dengan ketat, Bahkan Kusuma group sendiri menepati ranking dua tepat di bawah Pratama group , dan berhasil digeser oleh Ghipson yang bwrhas merebut kursi Rendra .


"Sebuah kehormatan bisa bertemu dengan pak Rendra " Ucap Alex dengan tulus , pasalnya CEO Kusuma itu terkenal introfet dan sangat tidak suka keramaian , hingga para pebisnis lain menyebutnya sebagai sang raja kesepian.


Mereka pun akhirnya masuk kedalam kamar yang sangat luas itu , disana terlihat Tasya sedang mengobrol dengan Sean .


"Alhamdulillah kalian sudah sadar " ucap Rani dan Sindi kepada Sean dan Tasya .


Mereka pun akhirnya mengobrol dengan sangat seru , apalagi Alex , Anton dan Jay dengan formasi lengkap , ditambah dengan Rendra yang ternyata asik juga diajak bercanda , walaupun masih sangat kaku .


"Ekmmm mohon waktunya sebentar , saya akan ingin membicarakan hal yang penting " Ucap Sean membuat seluruh orang mengentikan kegiatannya .


"Apa yang ingin kau bicarakan SE ?" Tanya Dirga dengan penasaran .


"Aku dan kak Tasya telah sepakat untuk mengambil keputusan penting untuk kami , seperti yang kalian ketahui kejadian kemarin sangat merugikan bagi kedua belah pihak , oleh karena itu saya Sean Adijaya dan Tasya Putri Pratama ingin meminta restu pada kalian , untuk merestui kami kejenjang pernikahan "Ucap Sean dengan gamblang membuat semua orang bersorak kegirangan , akhirnya yang mereka rencanakan berhasil dengan sendirinya .


"Kami sangat setuju dengan keputusan kalian , dan pernikahan akan kalian akan diselenggarakan beberapa hari kedepan , untuk resepsi kita akan pikiran lagi " Ucap Anton segera diangguki oleh semuanya .


🍂🍂🍂🍂🍂


London, Inggris.


Berbeda dengan Jakarta yang sudah siang , kini di London matahari masih nampak malu untuk menunjukkan dirinya .


Disebuah dapur terlihat helana sedang memasak sarapan untuk sang kekasih , dia membuatkan sarapan nasi goreng dengan telur mata sapi di atas nya , tak lupa secangkir kopi telah dia seduh dan siap untuk di nikmati .


"Morning sayang " Sapa Natan telah siap dengan pakaian santainya , iya hari ini adalah hari libur jadi dia akan santai di rumah bersama sang kekasih .


"Morning too , mari makan " Balas Helena melepaskan celemek yang sedari tadi setia menemani Memasak.


"Wow nasi goreng dan telur ceplok makasih yaa sayang " Ucap Natan dengan segera melahap hidangan yang dimasak oleh kekasihnya itu .


Tanpa Natan sadari air mata menetes membasahi pipi Helena , entahlah dia hanya tersentuh dengan perlakuan manis dari Natan , dia hanya bisa bersyukur bisa menemukan pasangan seperti Natan , dan berhasil lepas dari genggaman Richard .


next


jangan lupa like coment and faforit 🙏