
Rumah sakit Aditama
Cuaca sudah kembali terang setelah beberapa saat diguyur hujan , aktifitas pun mulai kembali normal hingga mengakibatkan jalanan menjadi ramai.
Disebuah parkiran rumah sakit , terlihat sebuah mobil mewah baru saja berhenti di parkiran khusus , tak begitu lama keluar lah seorang pria dengan beberapa kantong plastik memenuhi tangan .
Dengan langkah pasti pria itu memasuki rumah sakit , namun naas disaat dia hendak masuk dia tak sengaja bertabrakan dengan orang di samping nya , hingga beberapa belanjaan yang dia bawa jatuh berhamburan .
"Sean!!!!!" Ucap dua orang pria dengan satu wanita bersamaan membuat Sean terkejut dan panik .
"Tante Sarah " Sapa Sean dengan segera membereskan barang-barang nya yang jatuh dibantu Dengan Dirga dan Stev , Steven nampak aneh dengan barang-barang yang dibawa oleh Sean yang didominasi oleh pakaian wanita .
"Mari semua " Pamit Sean dengan panik menambah kecurigaan Stev, sebenarnya Stev ingin sekali mengikuti namun keadaan sangat tidak memungkinkan , dan akhirnya dengan terpaksa dia mengikuti sang mamah untuk menjenguk orang yang paling dia benci itu .
Dengan langkah gontai dia dan Dirga mengikuti Sarah dari belakang , sebenarnya mereka tidak tau jika mereka dia ajak sang mamah menjenguk sang penghianat , yang mereka tau Sarah mengajaknya untuk qulity time bersama , namun di tengah jalan Sarah meminta mampir sebentar untuk mengantar makan makanan untuk mantan .
"Selamat siang " Sapa Sarah ketiak melihat Richard sedang mengobrol dengan para bawahan nya .
Ricard nampak terkejut sekaligus senang melihat Sarah menjenguk nya kembali , dan apa ini Disana dia juga melihat Stev putra semata wayangnya ,dan satu lagi dia tak tau siapa pria tampan yang ada disamping Stev .
"Kalian boleh keluar " Perintah Ricard kepada para bawahan nya yang dengan segera membubarkan diri dari ruangan Richard.
"Saya kesini cuman mau kasih ini " Ucap Sarah menaruh rantang ke Nakas yang berada tempat di samping ranjang .
"Thanks atas perhatiannya " Jawab Richard dengan senyum hangat , membuat Stev dan Dirga memutar bola matanya dengan malas .
"Yasudah saya pamit undur diri , semoga cepat sembuh dan jangan terlalu mikirin Helena Karna dia sudah bahagia dengan pilihannya , sekali lagi saya dan anak-anak saya pamit undur diri " Pamit Sarah segera melangkah kan kakinya diikuti Stev dan Dirga , Tanpa menunggu balasan dari Richard .
"Aku yakin masih ada tempat untuk ku di hatimu " Ucap Richard ketika melihat Sarah keluar dari ruangan nya .
.
.
.
.
Di satu rumah sakit tetapi beda kamar disitulah Sean berada, dia nampak dengan telaten menyuapi Vhee yang sedari tadi histeris, ketika mendengar diagnosis sang dokter bahwa dia mengalami kelumpuhan sementara .
Vhee tak dapat menerima jika dia cacat , hingga dia mengamuk dengan menghancurkan seluruh benda yang ada di sampingnya , untung saja Sean datang dia segera memeluk Sang sahabat dan itu berhasil membuat dia tenang kembali .
"Lo pasti sembuh Vhee , gue bakal bawa Lo ke dokter terbaik sekalipun , jadi please Lo jangan kayak gini lagi yaa " Ucap Sean dengan menyendok makanan dan mengarahkan ke mulut Vhee .
"Lo janji kan akan selalu ada buat gue ?" tanya Vhee dengan penuh harap .
"Heem janji , ayok abisin " Jawab Sean kembali menyuapi Vhee hingga habis .
Sebenarnya Sean sedikit takut untuk membuat janji dengan Vhee , tapi apa boleh buat cuman ini yang bisa membuat sang sahabat itu tenang , toh jikapun dia membiayai biaya Vhee Tak akan membuat dia miskin .
Setelah beberapa lama menemani Vhee , Sean pamit untuk cabut dari rumah sakit , meninggalkan Vhee yang sedari tadi merengek tak mau dia tinggalkan .
Sebelum dia menjalankan mobil Sean menghubungi sahabatnya satu satunya Dimas , dia ingin ditemani belanja beberapa kebutuhan untuk dia liburan bersama keluarganya .
🍂🍂🍂🍂🍂
Di sebuah restoran bergaya Bali .
Kini Dirga , Stev dan Sarah sedang menghabiskan makan siang mereka ,ditemani dengan hamparan persawahan yang dipenuhi tumbuhan padi .
Mereka sengaja memilih tempat ini , selain pemandangannya yang bagus, tempat ini memiliki Ruangan privat yang hanya ditempati oleh Sarah , Stev dan Dirga .
Mereka memesan gurame bakar , bebek betutu , ayam Ingkung , puyuh goreng , pecel lele ,dan jangan sampai ketinggalan mereka juga memesan seluruh menu sambel disini .
Tak begitu lama pesanan mereka pun datang dilengkapi dengan tiga butir kepala muda , tanpa menunggu waktu lama mereka dengan cepat menyerbu hidangan yang ada di depannya .
"Mah Dirga mau ayam Ingkung nya dong " Ucap Dirga membuat Sarah dengan telaten membelah bagian paha untuk Dirga .
"Udah mau apa Dir , Stev mau apa lagi ?" Ucap Sarah menawari keduanya .
"Stev puyuh saja mom , Dir Lo mau puyuh enggak ?" Tanya Stev kepada Dirga yang tengah asik menyampur nasi dengan sambal .
"No , aku ayam aja mamah mau puyuh ?" Ucap Dirga kembali bertanya pada Sarah .
"Mom gak bakalan mau puyuh Dir , males makan nya dia " Jawab Stev dengan tertawa membuat Sarah tersenyum memamerkan giginya .
Mereka tampak hening ketika sedang makan , tapi itu tak bertahan lama ketika handphone Dirga berdering menandakan ada panggilan masuk .
Dengan cepat Dirga mengangkat panggilan video dari sang papah yang kini ada di luar kota itu , dia nampak membersihkan dulu jari jarinya yang penuh dengan nasi sebelum memulai panggilan .
"Hallo pah " Sapa Dirga ketika selesai mencuci tangan .
"Hallo nak , sedang dimana kamu ?" Tanya Rendra dengan penasaran melihat Background persawahan yang sangat indah .
"Sedang makan siang pah , Sama temen dan mamah angkat hahahaha " Jawab Dirga tertawa dengan melirik kearah Stev dan Sarah yang tengah memperhatikannya .
"Mamah angkat ?" Tanya Rendra kembali di buat penasaran oleh putra semata wayangnya itu , Sarah yang mendengar obrolan Dirga dan Rendra segera meminta handphone Dirga .
"Hallo pak Rendra " Sapa Sarah membuat Rendra kembali terkejut , bahkan sampai memelototkan mata .
"Bu Sarah kok bisa sama Dirga ?" Tanya Rendra dengan sangat sangat penasaran .
"Dirga itu teman anak saya pak , kemarin dia menginap di rumah saya dan kebetulan saya suka dengan karakter Dirga, yang sopan dan santun hingga saya menyuruh dia memanggil saya mamah , apakah anda menginginkan pak ?" Tanya Sarah dengan senyum yang berhasil membuat renda terpesona.
"Saya malah sangat berterimakasih Bu " jawab Renda .
Mereka akhirnya melanjutkan makan siang ditemani Rendra yang juga makan dia sebrang sana , beberapa kali Rendra tersentuh dengan perhatian Sarah kepada sang putra , apalagi ketika Sarah menyuapi ikan bakar pada Dirga dan Stev bergantian hingga ikan besar itu habis.
"Yaa tuhan jika dia jodoh saya maka dekat kan lah , tetapi jika dia bukan jodoh saya maka berikanlah jodoh terbaik untuknya aminnnn " doa Rendra dengan meneteskan air mata melihat kehangatan keluarga Ghipson .
next ..
Aku mohon coment dan Like , Karna coment kalian memberikan saran untuk ku dan like kalian memberi sembag untuk ku .