
Mansion keluarga Pratama .
Suana pagi ini terasa sangat hangat di kediaman keluarga Pratama , Putra mahkota dari keluarga Pratama telah kembali , putra kecil Anton telah besar sekarang, bahkan dengan terang terangan Natan minta izin , untuk membawa hubungan nya dengan Helena ke jenjang pernikahan .
"Hel makan yang banyak , jangan sungkan sungkan oke" ucap Sindi dengan ramah membuat Helena terharu dengan mertua dan sahabatnya itu .
"Iya tuh mah , marahin aja makan nya dikit banget , padahal kan aku akan memproduksi anak banyak , kalo badan sekecil ini mana muat " Ejek Natan dengan cepat mendapatkan hadiah cubitan dari Helena .
Anton dan Sindi nampak tersenyum melihat kebahagiaan kecil sang putra , mereka juga telah berdamai dengan waktu setelah mendapatkan bukti , bahwa Helena juga korban dari kebejatan Richard .
Setelah selesai sarapan , Anton diminta oleh Anton untuk mengobrol di ruangan nya , sedangkan Helena dan Sindi mereka berdua duduk di taman belakang , ditemani teh hangat dan juga kue menambah energi di pagi hari .
"Sin apakah tidak apa aku Dekat dengan Natan ,Sin jika kamu dan Anton tak setuju aku akan mundur , aku tau bagaimana pun Natan harus memilih pasangan yang baik , untuk dia dan anak anaknya kelak" Ucap Helena dengan berat , dia sangat mencintai kekasihnya itu namun dia juga tak boleh egois , bahwa Natan harus memiliki pasangan yang sepadan .
"Aku dan Anton sudah setuju , apa pun pilihan kalian kami akan serahkan keputusan pada kalian sendiri , hel Natan sangat mencintai mu dia pria yang susah didekati, hanya kamu yang dengan mudahnya mengambil hatinya " Ucap Sindi dengan mengelus pundak sahabat nya .
Helena nampak terharu dengan sikap Sindi, dia Tak menyangka mendapat sambutan hangat dari wanita Pratama itu , dia pun meraih pundak sang sahabat yang sebentar lagi menjadi mertua nya .
"Jaga pria kecil kami , jangan mengulang kesalahan yang kedua kali , ingat sekarang kamu wanita Pratama , semua masalah mu masalah kami juga , jangan sungkan sungkan meminta bantuan " Ucap Sindi membuat air mata Helena bertambah deras .
Di seberang sana ada dua pria yang tengah memandang haru pasangan nya , inilah keluarga saling menguatkan dan melindungi , saling memotivasi dan saling memberi inovasi .
"Jaga wanita mu seperti mau jaga ibu , cintai dia dengan tulus , setulus hatimu waktu baru lahir " Pesan Anton menepuk pundak Natan , yang tengah meneteskan air mata , melihat pemandangan haru itu .
"Pastinya pah , Natan janji dia akan menjadi yang pertama dan terakhir ku " Jawab Natan dengan mantap.
🍂🍂🍂🍂🍂
Rumah keluarga Ghipson .
Sarah sudah nampak cantik dengan balutan dress warna putih , menambah kesan segar untuk di pagi hari , dia sedang menunggu sang kekasih hati , mereka akan mengejek gedung pernikahan yang akan diadakan wedding party mereka .
Tak menunggu lama Rendra nampak sudah sampai , dia nampak tampan dan gagah dengan kemeja putih dan celana pendek warna hitam , tak lupa kaca mata hitam membuat Rendra nampak awet muda .
"Sorry telat " Ucap Rendra meminta maaf dan mendukukan bokong nya di sofa samping Sarah .
"Enggak kok aku juga baru selesai , udah makan ?" Tanya Sarah dengan lembut membuat Rendra tersenyum dan mengecup pipi Sarah .
"Udah , ohhh yaa anak anak belum bangun ?" Tanya Rendra pada Sarah yang tengah tersipu Malu, pasalnya dia mendapat berita bahwa mereka telah kembali .
"Biarin aja pak , kecapekan mereka nanti kalo udah bangun pasti langsung makan " Ucap Sarah hafal betul kelakuan dua putranya itu .
"Yaudah ayo berangkat keburu sore nanti " Ajak Rendra dengan mengarahkan telapak tangannya ke Sarah .
"Ayo " Jawab Sarah menyambut tangan Rendra , mereka berjalan dengan saling bergandengan tangan , membuat para pelayan rumah bahagia melihat nyonya mereka bisa berbahagia lagi .
Sepeninggalan Rendra dan Sarah , dua pria ini masih nampak nyaman dengan selimut , yang membalut tubuh mereka , namun keheningan itu tak bertahan lama , ketika Suara handphone Stev berdering dengan kerasnya .
"Uhhhhhhh " Stev melenguh merentangkan kedua tangannya , dengan malas dia mengambil handphone nya , tertera nama Nindi memenuhi panggilan tak terjawab .
Stev segera membuka aplikasi WhatsApp , untuk mengecek apakah Nindi mengirimkan pesan , matanya tersentak ketika Nindi menyuruh dia dan Dirga kerumah Tasya , Nindi pun juga menjelaskan bahwa Sean lah yang menjebak Tasya malam itu .
"Dir bangun dir" Ucap Stev berteriak dengan mengoyakkan tubuh Dirga dengan keras .
"Bangun dir Tasya dan Sean sedang dalam Masalah " Ucap Stev dengan keras berhasil membangun Dirga dengan segera .
"Ayo " Teriak Dirga dan berlari menuju garansi diikuti oleh Stev .
🍂🍂🍂🍂🍂
Rumah Tasya dan Sean .
Dengan langkah pasti Tasya melangkah masuk kedalam rumahnya , dengan keras dia membuka pintu kamar tidur , namun sayang yang dia cari tidak , dia pun segera mencari ke kamar mandi .
Duar
Jantungnya seolah tak berdetak ketika melihat Sean terguling lemas tak sadarkan diri, Kemarahan Tasya berubah menjadi panik entahlah apa yang Ada dipikiran nya .
"Yaa tuhan , gimana ini Sya ?" Tanya Nindi tak kalah panik .
"bantu Bawa ke kasur " Perintah Tasya dengan panik , dua wanita itu tampak kesusahan membopong tubuh Sean , yang penuh dengan otot itu .
Dengan susah payah akhirnya mereka berhasil menidurkan Sean di atas kasur , Tasya pun dengan cepat mengambil handphone untuk menelpon Dokter pribadinya.
"Sya badannya panas banget " Nindi panik ketika merasakan hawa panas Sean melebihi manusia normal .
Tasya dengan cepat turun ke bawah mengambil baskom , dan mengisinya dengan air hangat , dengan hati hati dia membawa nya ke atas dan mengompres kening Sean .
Tasya melakukan nya dengan sangat hati hati dan penuh kasih sayang , entahlah antar bukti dan kenyataan tak sesuai , di satu sisi dia sangat benci dengan Sean namun di satu sisi dia juga sayang sama suaminya itu .
Di tengah keheningan Suasana mendadak gaduh dengan kedatangan Dirga dan stev , dua pria itu nampak tercengang, melihat Sean terguling lemas di ranjang , mereka pun melihat Tasya dan Nindi secara bergantian .
"Ka- kalian apaan Sean ?" Tanya Dirga terbata bata karena takut .
"Gua banting dari lantai dua ke lantai atas " Jawab Nindi membuat dua pria itu bergidik ngeri .
"Nin udah gila Lo yaa " ucap Stev memperingatkan sang sahabat untuk berbuat yang tidak tidak .
"Apaan sih , gue kan gak suka kekerasan Lo tau sendiri kan " Jawab Nindi dengan enteng membuat yang lain memutar bola matanya dengan malas .
Mereka semua terlalu asik mengobrol , hingga deringan handphone memecahkan obrolan mereka , awalnya mereka tak menghiraukan namun handphone itu berbunyi dengan keras, seolah olah tak ada capeknya .
Tasya memutuskan untuk mengangkatnya , namun ketika mata nya tak sengaja melihat Nick name kotak , hatinya terasa panas melihat kontak yang bernama Vhee , yang dia tau sahabat Sean di kampus , dengan penasaran dia mengangkat telpon nya .
"Hallo SE Lo dimana sih , udah beberapa hari Lo kamu gak mampir ke apartemen , gue kangen "
Prang
Next
jangan lupa like coment and faforit 🙏
Mohon maaf jika up terlalu sedikit , author lagi kena sedikit musibah sehingga harus bobok Masin RS , tapi tenang aja stock bab aman kok 👌
Ohhh yaa jangan lupa coment yaa ntar aku bales , Love you all selamat membaca di novel typo hehehhe