My Cute Little Husband

My Cute Little Husband
Kemarahan Jay Hercules



Mansion keluarga Hercules .


Di mansion mendadak gempar ,Diah langsung menjerit melihat tubuh polos Stev dan Nindi yang saling berpelukan , Awalnya Diah akan membangun Stev ,Dirga dan Nindi untuk sahur bersama .


Namun sayang saat dia membuka pintu sudah dikagetkan dengan tubuh Dirga ,yang terguling di lantai hanya beralaskan selimut ,Diah pun tak kalah kaget dan langsung berteriak histeris melihat Stev dan Nindi , Membuat Jay langsung berlari kearah nya .


"Ada apa ?" Tanya Jay dengan panik ,Dia takut terjadi apa apa dengan istri tercintanya itu .


Diah tak menjawab namun sorot matanya melihat kearah Dirga ,dan beralih melihat Nindi dan Steven yang tidur di atas kasur .


Jay nampak terkejut dengan pemandangan di depannya itu ,Marah sudah pasti namun dia mencoba untuk sedikit menahannya ,Dia tak mau lepas kontrol walupun itu sangat sulit untuknya .


"BANGUN !!!!!!" Teriak Jay membuat Stev ,Dirga dan Nindi tersentak kaget .


Dirga dengan kaget langsung bangun dari tidurnya ,Kepala nya langsung pusing mendengar suara menggelegar Jay .


"APA YANG KALIAN LAKUKAN !!! ?" Tanya Jay dengan suara keras , Mungkin jika bukan anak dari sahabatnya ,Dia langsung membunuh Stev sekarang juga .


Stev dan Nindi nampak terkejut ,ketika sadar dengan apa yang telah mereka lakukan ,Dengan cepat Stev menutup tubuh polos Nindi dengan selimut , Entahlah atas dasar apa Stev melakukannya yang pasti dia tak mau tubuh Nindi dilihat orang lain , Walupun itu ayah nya sendiri .


Dirga pun tak kalah kaget melihat Stev dan Nindi ,Dia pun juga kesal bagaimana bisa mereka melakukan kegiatan menyenangkan ,Dan melempar dirinya ke lantai ,Dasar tak berperikemanusiaan .


"Pakai pakaian kalian ,Dan Stev om tunggu kamu di ruangan om " Perintah Jay dan berlalu mengajak sang istri untuk turun bersama nya .


Setelah kepergian Jay dan Diah ,Stev nampak memandang Nindi yang tengah tertunduk dengan lesu ,Stev merasa sangat bersalah bagaimana bisa dia tak menyerang Nindi tanpa membuat ikatan terlebih dahulu .


"Maaf ,Aku akan bertanggung jawab " Ucap Stev dengan menghadiahi sebuah kecupan di kening Nindi ,Stev pun segera beranjak dari ranjang berjalan menuju kamar mandi , Untuk sekedar membasuh muka .


Ketika akan keluar Stev tak sengaja melihat tatapan tajam dari Dirga , Seketika bayangan tadi malam muncul kembali ,Ketika dia dengan tega mengangkat tubuh sang adek dan menaruhnya di lantai .


Stev hanya bisa tersenyum memperlihatkan gigi putihnya ,Dan berlalu meninggalkan dua manusia yang sedang sibuk dengan pikirannya masing-masing .


Dirga pun beralih menatap Nindi yang masih menutup tubuhnya dengan selimut , Sebenarnya Nindi juga salah dalam hal ini hingga dia merasa tak tega ,Jika hanya Stev yang akan mendapat hukuman dari sang papah .


"Dih " Decih Dirga membuat Nindi menoleh kepadanya .


"Kenapa ?" Tanya Nindi dengan bingung melihat wajah kesal Dirga .


"Katanya bertiga , Apaan malah di buang " Ucap Dirga berdiri dan berjalan menuju kamar mandi .


Di ruangan Jay ,Stev nampak menundukkan kepalanya , Entahlah dia tak pernah se takut ini ,Jay pun duduk di kursi kebesarannya dan menatap tajam ke arah Stev yang berdiri di hadapannya .


"Om Stev minta maaf ,Stev akan tanggung jawab atas semua kesalahan Stev ,Stev sayang sama Nindi om ,Jadi ijinkan Stev menikahi Nindi " Ucap Stev memecahkan keheningan dan ketegangan antara mereka .


Jay sebenarnya sudah tau tentang perasaan Stev terhadap putrinya ,Dia pun sangat setuju jika mereka berdua menjalin hubungan yang lebih serius .


"Entahlah om juga tidak tau harus berbuat apa ,Om sudah menganggap kamu seperti anak Om sediri ,Om setuju dengan rencana kamu meminang Nindi , Tapi om sangat menyangkan kejadian tadi "


"Ingat pesen om Stev , Seorang suami dinilai baik karena tanggung jawabnya ,Begitu pula dengan pandangan om ,Kami menerima kamu karena tanggung jawab mu yang Om rasa sangat bagus ,Om tak masalah anak om kamu ajak susah ,Om tak masalah anak om kamu kasih makan nasi sama kecap ,Karena om lebih suka memiliki menantu yang apa adanya dan kerja keras "


"Nindi putri satai satunya di keluarga kami ,Jadi apa pun yang manyangkut kehidupannya ,Kami sangat selektif untuk membantu memilih yang terbaik , Ingat Stev jangan pernah dua kan dia ,Kalau dia berbuat salah tegur dia dengan halus ,Kalaupun dia berbuat perbuatan yang fatal maka kembalikan ke kami ,Ingat jangan macam macam dengan keluarga kami karena itu akan membahayakan nyawa anda " Ucap Jay panjang lebar membuat Stev menatap haru mendengar nasehat dari Jay ,Dia juga senang karena ternyata Jay merestuinya .


🍂🍂🍂🍂🍂


Di rumah sakit Aditama


Tasya dengan panik berjalan menyusuri koridor rumah sakit ,Yaa pagi - pagi sekali dia mendapatkan kabar bahwa Gerald terlibat kecelakaan tunggal ,Hingga mobilnya meledak hancur tak berupa .


Sean pun mau tak mau mengikuti sang istri dari belakang ,Dia nampak kesal kenapa sekian banyak orang ,Malah Tasya yang mendapat panggilan rumah sakit .


Mereka berdua pun sampai di kamar di mana Gerald di rawat ,Tasya langsung masuk kedalam yang kebetulan Gerald sudah bangun dan menunggu pemeriksaan dokter .


"Ge kamu enggak apa apa kan ,Kenapa bisa begini sih ge ?" Tanya Tasya memberondong sejumlah pertanyaan , Gerald hanya tersenyum menanggapi ocehan Tasya ,dia pun juga tak mau berbicara jujur jika ini semua karena dia memikirkan Tasya .


Gerald hanya mengagukan kepala tanda bahwa dia baik baik saja ,Dia tak bisa berbicara karena terhalang alat bantu oksigen .


Tangan Gerald memegang handphone dan menunjukan tulisan kepada Tasya ,Tasya dan Sean nampak penasaran dan mendekat ke arah Gerald .


Di layar handphone tertulis sebuah pesan ,Pesan itu berisi makian dan ancaman kepada Gerald , Pengirim juga mengaku bawah dia telah menyabotase mobil Gerald ,Hinga mobil itu tak terkendali .


Tasya dan Sean nampak terkejut dan saling pandang ,Hingga akhirnya Sean peka dan menyuruh pengawal Adijaya group untuk menjaga kamar Gerald .


"Dek kita bantu Gerald ,Tapi aku bingung harus bagaimana " Ucap Sean Dengan bingung , rupanya hati nuraninya mulai bekerja hingga dia melupakan kecemburuan yang sedang bersarang di dalam dadanya.


"Nindi dan Stev belum bisa di hubungi dari tadi , aku coba hubungi Dirga dia juga gak aktif " Balas Tasya tak kalah bingung .


Mereka pun nampak diam dan berfikir hingga suara dering handphone memecah keheningan ,Sean pun dengan cepat menoleh ke Sumber suara ,Dengan cepat dia meraih handphone Gerald tanpa menunggu persetujuan sang pemilik .


Dengan lancang dia mengangkat panggilan itu dan terkejut mendengar suara seorang wanita .


"Bagaimana sayang ,Aku akan terus menghantui mu ,Sampai kamu menyerahkan diri dan mau menjadi suamiku , ingat jangan macam macam aku tau kau sedang berlindung dibawah bayang bayang Tasya Putri Pratama " Ucap seseorang dari seberang membuat Tasya dan Sean terkejut .


Tasya nampak marah dan merebut handphone itu ,namun sayang panggilan telah di matikan secara sepihak .


Next jangan lupa like coment and faforit 😁🙏


Telah up lagi maaf , Author lagi dalam masa sama Galau wkwkwkkw ,kemarin udah nulis sih tapi lupa up jadi aku up sekarang yaa , selamat membaca ,and coment yaa