
Rumah keluarga Ghipson
Jam masih menunjukkan pukul 02.00 dini hari , namun di dapur para maid sudah sibuk dengan kegiatan di dapur , yaa esok pagi umat muslim sudah mulai menjalankan ibadah puasa , jadi saat ini mereka mempersiapkan menu makanan untuk sahur .
Sarah dan Rendra nampak sudah bangun , Rendra langsung duduk di kursi milikinya , sedangkan Sarah perempuan itu langsung berlalu menuju ke kamar Stev dan Sean .
Benar saja dua pria itu masih belum tidur dan asik bermain play station , bahkan kain sarung dan baju Koko masing melekat di tubuh mereka , yang menandakan mereka belum ganti pakaian setelah sholat tarawih .
"Astaga Steven Dirga !!!!!!!" Teriak Sarah dengan keras membuat kedua pria itu terkejut dan mematikan televisi dengan cepat .
"Apa apaan kalian , jam segini belum tidur , baju belom di ganti "
"Cepat ganti baju dan turun kebawah , mamah tunggu 5 menit , kalo telat awas kalian " Ancam Sarah dan berlalu meninggalkan dua bujang yang tengah kalang kabut .
"Di Lo sih kak " Ucap Dirga menyalahkan Stev .
"Apaan kan kita main nya berdua , kok gue doang yang disalahin " Stev tak mau disalahkan dan berbalik protes ke Dirga .
Tak beberapa lama mereka telah sampai di meja makan dengan pakaian baru mereka , Rendra pun segera memerintahkan mereka untuk Mulai makan , Stev dan Dirga nampak sangat menikmati moments ini , entahlah sudah beberapa tahun mereka menantinya .
Setelah selesai Rendra memimpin doa niat puasa , sambil menunggu waktu imsyak mereka berkumpul di ruang keluarga , disana mereka nonton bareng , Sarah dan Rendra duduk di Sofa dengan saling berpelukan , Sedangkan Stev dan Dirga tiduran di karpet bulu ditemani dengan selimut , yang menghangatkan tubuh mereka .
"Pah mah , kalian jadi liburan ?" Tanya Stev kepada Rendra dan Sarah yang semakin mesra membuat Dirga jengah , dengan tingkah sang papah .
"Jadi sama Alex dan Anton , idul Fitri kayak nya kita berangkat " Jawab Rendra semakin mengeratkan pelukannya .
"Ohhh , Stev kayak nya gak jadi ikut deh pah," Ucap Stev dengan nada bersalah .
"Loh kenapa Stev ?" Tanya Rendra sedikit terkejut , pasalnya sang anak sangat antusias saat dia memberi tahu nya , atau Stev merasa tak enak dengan nya .
"Tadi Sean dan Tasya ngajakin liburan di desa pembantunya , yang lain pada ikut semua jadi Stev dan Dirga juga ikut " jawab Stev membuat Rendra bernafas lega .
"Ohh oke gak papa, yang penting jaga kesehatan yaa disana , ingat di desa itu tak sama dengan di kota , dari segi iklim dan masyarakat jangan sampai menyinggung mereka , walaupun kamu sendiri tak sengaja " Rendra memberi nasehat kepada kedua anaknya , karena dia sendiri paham betul banyak suku suku tertentu ada di pedesaan, mereka biasanya punya pantangan dan kebiasaan di luar nalar otak manusia .
"Iya pah , ada Natan dan Tante Helena juga kok , pasti mereka akan membimbing kita , tau sendiri kan bagaimana Natan sang pria pervect " Jawab Stev dengan tertawa namun tidak dengan Sarah wanita itu nampak sedikit was was jika Dirga dan Stev bertemu dengan Helena , Dia takut sang putra melakukan hal hal yang tidak diinginkan .
"Ingat perintah mamah , jangan ganggu kehidupan Helena dan Natan , dan Dirga mamah mau kamu bisa menjaga sikap dengan mamah mu yaa, karena mamah Sarah tak mau putra kecil ku ini menyimpan dendam " Ucap Sarah dengan lembut membuat Rendra tersentuh dengan sikap sang istri , dia pun membisikan katak thanks dan mencium pipi sang istri .
"Ok ok , aman mah" Ucap Dirga di balik selimutnya ,karena dia lagi dalam usaha untuk tidur dan mengarungi mimpi .
🍂🍂🍂🍂🍂
Keesokan hari di Rumah Tasya dan Sean
Pagi sangat cerah matahari bersinar dengan sangat terang nya , sumilir angin dingin masih berhembus membuat pori-pori mengkerut merasakan kedinginan .
Kini Sean nampak malas untuk kembali kuliah , dia beberapa kali berdebat dengan sang istri dan mengerahkan semua alasan jitunya , untuk memengaruhi sang istri , namun sayang Tasya tak semudah itu untuk di pengaruhi .
"Adek cinta itu tak selamanya indah dek " Jawab Tasya dengan bernyanyi membuat Sean tersentak dengan jawaban Tasya yang tak nya
gak nyambung dengan pernyataan .
"Astaga kebanyakan pargoy kayaknya " Ucap Sean membuat Tasya terkekeh dan malu dengan ucapannya sendiri .
"Ayo dong mas masa cowok lemes sih , malu sama Bu Retno tuh , masih strong ngerjain pekerjaan nya " Ucap Tasya menunjuk Bu Retno yang tengah sibuk menjemur pakaian .
"Iya deh iya , mas berangkat dulu yaa papay ,baby jangan nakal yaa di dalem , jangan ganggu mamah kerja muachh" Ucap Sean mencium perut Tasya yang mulai sedikit mengembang.
"Papay too papah semangat sekolah nya semoga cepat lulus " Balas Tasya menirukan suara anak kecil , membuat Sean terkekeh geli di buatnya .
Sean pun segera masuk ke mobil dan menjalankan kuda besinya menuju kampus , disepanjang jalan dia melihat banyak sekali penjual makanan di pinggir jalan tutup ,Hanya Toko toko besar saja yang buka dan mempertontonkan jualan nya , tanpa memikirkan para manusia yang sedang berpuasa .
Miris emang , tapi mau bagaimana lagi ini sudah budaya kita , pedagang kecil saja mempunyai adab berjualan , sedang para perusahaan besar nampak bodo amat dan hanya memikirkan untung nya saja .
Tak butuh waktu lama , mobil Sean sampai di parkiran kampus dan berhenti tepat di sebelah mobil Dirga , nampak Dirga juga baru sampai dan memakirkan mobil.
"Siang bro " Sapa Sean kepada Dirga yang juga keluar dari mobilnya .
"Siang juga , baru datang juga Lo , puasa enggak ?" Tanya Dirga dengan lemas .
"Iya kalo gak puasa malu sama baby " Jawab Sean dengan lemas juga , membuat Dirga terkekeh dengan tingkah calon bapak itu .
"Wkwkwkwk resiko yaa SE , kantin yuk " ajak Dirga membuat Sean membulatkan matanya .
"Gila Lo yaa masa pagi pagi mau batalin puasa " Ucap Sean dengan sewot .
"Dih Lo kira mau ngapain di kantin , nongkrong bego , elah negatif thinking Mulu sih Lo " Sangkal Dirga tak kalah sewot .
"Gue kira , yaudah ayo " Ajak Sean berjalan terlebih dahulu diikuti oleh Dirga di belakang nya .
Di sepanjang perjalanan mereka membelah keramaian dan menjadi pusat perhatian , kharisma dari dua pria itu tak main main , hingga digadang gadang mempu menggantikan sabun sang gank senior, Trio gladiator .
Namun sayang pemandangan mereka harus sedikit tercemar , ketika trio cabe-cabean datang menghadang mereka , Vhee Anggun dan Astrid , mereka berdiri tepat di depan Sean dan Dirga , menghadang jalan .
"SE gue mau ngomong sama Lo " Ucap Vhee dengan nada berharap .
"Sorry Vhee gue gak bisa " Jawab Sean dengan tegas , membuat Vhee sedikit sakit hati .
"Gue mohon Se satu kali aja " pinta Vhee masih belum menyerah juga .
"Woy Lo BUDEK yaa Sean udah bilang gak mau , minggir gak dasar sampah !!!!" Teriak Dirga mendorong keras tubuh ketiga wanita itu hingga terjatuh .
Next jangan lupa like coment and faforit 😁🙏