My Cute Little Husband

My Cute Little Husband
Tak sabar



Paris, Perancis


"Nona Helena anda di suruh menghadap ke ruangan model pria , untuk briefing terlebih dahulu " Suruh salah satu staf kepada Helena yang telah siap .


Helena dengan sena hati menemui sang super model , yang dia denger memiliki sifat yang angkuh dan sangat perfeksionis .


Sebenarnya dia agak sedikit tersinggung , dia adalah model senior bagaimana bisa disuruh menghampiri junior nya , namun dia mencoba menekan rasa itu dia mencoba menyadari siapa model itu , toh dia juga pernah di posisi itu .


Setelah beberapa langkah helana sampai di sebuah ruangan , dia nampak terkejut melihat Nick nama di depan pintu , bagaimana ini dia seakan akan menghadap ke malaikat mau , Steven king Ghipson tercetak jelas di pintu itu .


Helena mengutuk dirinya sendiri , bagaimana bisa dia tak menanyakan siapa model yang akan menjadi pasangannya , namun dia juga mengaku ceroboh ketika sang management memberi tahu, bahwa dia akan menjadi pasangan model pria dengan bayaran termahal , dan itu cuman Stev saja yang menduduki .


Clek


Suara gagang pintu di buka , helana nampak terkejut melihat seorang pria berdiri tepat di hadapannya , serang pria remaja yang hanya memakai ****** ***** saja , memamerkan tubuh atletisnya yang mampu membuat Helena terpana untuk beberapa saat .


"Anda sudah datang nona helana " Tanya Stev senyum smrik nya , yang hanya dibalas Helena dengan anggukan kepala .


"Mari masuk kita berbicara didalam " Ajak Stev dengan sopan yang malah membuat Helena ketakutan .


Dengan pelan dia mengikuti langkah Stev dan mendudukkan bokongnya di sebuah sofa , dia duduk tepat di samping tuan muda Ghipson , mereka saling menatap satu sama lain dengan tatapan yang berbeda .


Stev menarik helana untuk duduk di pangkuan nya dengan sangat kasar , helana nampak ketakutan dan sedikit memberontak .


"DIAM ATAU KU BUAT GEMPAR SELURUH DUNIA INI "Ancam Stev membuat helana terdiam , membiarkan tangan dan bibir Stev mengeksplor seluruh tubuhnya .


"Apa ini yang membuat papah ku memilih mu ?" Tanya Stev dengan tangan sudah meraba apa yang dia inginkan .


Helena hanya terdiam dan menahan bibir nya , dia takut bibirnya berdusta dengan mengeluarkan suara lenguhan, bagaimana pun dia wanita normal , dia juga sedikit tergoda jika bersama dengan pria sesempurna Stev .


"Benda ini kenyal " Ucap Stev merem*s dua benda kenyal , membuat helana tak tahan dan bergerak tak beraturan .


"Atau bibir seksi ini ?" Tanya Steven menyentuh bibir helana dengan kasar , atau lebih tepatnya memukul nya meskipun pelan .


"DASAR WANITA MURAHAN , BAHKAN KAU MENIKMATI SENTUHAN KU " Teriak Stev mendorong keras tubuh Helena hingga terpental sedikit keras .


"PERGI LO , DAN INGAT GUE GAK AKAN PERNAH MAAFIN LO, WALUPUN NERAKA TARUHAN NYA "Teriak Stev membuat helana segera bangun dan pergi dari ruangan Stev .


🍂🍂🍂🍂


Di sebuah cafe , di Paris


Setelah selesai acara Tasya mengajak Natan dan helana untuk makan malam bersama , sebenarnya Natan akan menolak karena dia tau Helena akan tidak nyaman , karena ada Stev dan sang anak Dirga Kusuma .


Namun prediksi Natan salah , Helena malah menerima ajak Tasya dengan senang hati , dan jadilah Susana yang mencekam ini .


Helena dan Tasya nampak akrab , mereka mengobrol dengan asik ditemani tatapan tajam dari Stev , Nindi dan Dirga , sedangkan Sean dia hanya menyimak dan menikmati makanan nya .


"Jadi kamu sudah nikah sama anak om Alex ?" Tanya Natan ikut nimbrung di sela sela obrolan Tasya dan Helena .


"Hay kak saya Sean Adijaya putra Alex Adijaya , dan juga suami dari Tasya Putri Pratama " ucap Sean dengan menyalami Kaka ipar nya itu .


"Wah sudah gede ya kamu , dulu saat Tante Rani ke rumah kamu masih imut loh " Jawab Natan membuat semua nya tertawa .


"Sekarang juga masih imut , iya enggak dek ?" Tanya Sean dengan menghadiahi Tasya satu kecupan .


Sedikit demi sedikit mereka mulai bisa mengobrol , walaupun ada sedikit sindiran halus Nindi untuk helana , namun tidak sampai terjadi sebuah keributan .


Setelah selesai makan malam , mereka memutuskan untuk kembali ke hotel masing masing , kebetulan hotel mereka berbeda tetapi untuk besok mereka akan bertemu kembali untuk berbelanja ria .


Di kamar Sean nampak sudah siap tidur di atas kasurnya , sedangkan Tasya wanita itu nampak sibuk dengan beberapa skincare , Sean dengan malas memandang Tasya dengan lembut , entahlah dia merasa ada kesenangan tersendiri .


"Udah selesai ?" Tanya Sean segera memeluk Tasya ketika wanita itu tidur di sampingnya .


"Hemm udah , ayo bobok " Ajak Tasya membalas pelukan Sean , dan menenggelamkan wajahnya di dada polosnya.


"Dek aku mau " Ucap Sean dengan Manja , Tasya nampak mendongak kan kepala kembali , melihat wajah lesu sang suami .


"Oke kamu yang mimpin " Ucap Tasya membuat Sean dengan semangat memulai kegiatan kesukaannya .


Setelah beberapa ronde , Sean nampak terguling lemas dan tak sadarkan diri , rupanya Tasya Mampu membuat pria nya kuwalahan .


Tasya nampak bangun menuju kamar mandi , dia membersihkan dirinya yang penuh dengan keringat , setelah beberapa menit Tasya nampak sudah fresh dengan pakaian tidurnya .


Dia berniat untuk melanjutkan Mimpi indahnya , namun sayang handphone nya berbunyi menampilkan Nick nama Nindi , dengan segera Tasya mengangkat panggilan Nindi , dia mengajak Tasya berbicara membahas kasus yang sedang Nindi selidiki .


"Apa ada perkembangan ?" Tanya Tasya tidak sabar ketika sampai di sebuah cafe yang berada di atas hotel.


"Semuanya sudah lengkap , tetapi mereka tak mau mengirimkan hasilnya , kita disuruh untuk melihatnya secara langsung " Ucap Nindi sedikit membuat Tasya Terkejut , pasalnya dia masing akan lama di Paris , tetapi dia juga sangat penasaran dengan siapa pelaku , yang telah menjebaknya .


"Aku akan pulang besok " Ucap Tasya dengan mantap .


"Oke aku akan menemanimu , untuk yang lain pasti akan ikut dengan mu juga , tetapi untuk kan Natan dan helana , aku tidak yakin " Ucap Nindi mengutarakan pendapatnya .


"Untuk kak Natan aku sediri yang akan memberitahu nya " Ucap Tasya sudah final dan tak bisa di ganggu gugat .


Di sebuah kamar di hotel


Kini Natan dan helana baru saja menyelesaikan pertempuran panasnya , mereka tengah berendam di bathtub untuk merilekskan otot otot, Natan nampak menikmati kegiatannya sampai hampir tertidur .


"Sayang handphone kamu bunyi mungkin ada pesan masuk " Ucap Helena yang tengah tidur di pangkuan Natan .


Natan nampak malas membaca pesan, namun dia berubah Terkejut ketika membaca pesan Tasya , bahwa dirinya akan mempercepat kepulangannya , Tasya juga sudah memesan tiket untuk dirinya dan helana ,yang menandakan Tasya memaksa Natan dan ikut bersamanya .


"Sayang kita packing barang barang kita , Tasya mempercepat kepulangannya " Ucap Natan dengan panik .


Next jangan lupa like coment and faforit 😁🙏