
Di Rumah Tasya dan Sean .
Susana sore hari sangat sejuk di temani angin yang berhembus dengan pelan , di sebuah dapur terlihat dua wanita berbeda generasi sedang sibuk , mereka repot menyiapkan makanan untuk makan malam , dan tak lupa untuk sahur karena puasa akan jatuh pada besok pagi .
Berbeda dengan dua wanita , seorang pria kini tengah sibuk dengan mobil barunya , yang baru saja tiba tadi pagi , Sean sangat senang bisa menambah koleksi mobil mewahnya , dia juga membelikan satu buah mobil untuk Tasya , dia mobil keluaran Porche dengan warna putih dan pink .
Ditengah keasikan Sean memfoto dan mengunggah nya ke media sosial , ada sebuah mobil berhenti di halaman nya , Sean nampak penasaran siapa pemilik mobil itu , dia pun berjalan mendekat untuk membayar rasa penasarannya .
"Hay SE " Sapa seorang pria turun dari mobil yang ternyata Natan dan helana .
"Sore kak , aku kira siapa ayo masuk " Ucap Sean dengan sopan mempersilahkan kedua kakak iparnya itu masuk kerumahnya .
"Wah mobil baru nih " ucap Natan dengan nada mengejek membuat Sean tersenyum kikuk .
"Hehehe iya kak baru Dateng " Jawab Sean dengan senyum .
"Yaudah kalian ngobrolin mobil dulu , aku temuin Tasya dulu " Ucap Helena meresa peka dengan obrolan para pria yang dia sendiri pasti tak paham .
"Oh silahkan , Tasya ada di dapur dengan Bu Retno " Ucap Sean mempersilahkan Helena masuk .
Helena pun nampak masuk terlebih dahulu , meninggalkan dua pria yang tengah asik , mengobrol tentang hobi mereka .
"Ini keluaran terbaru se?" Tanya Natan berjalan mendekat ke mobil baru Sean .
"Ishhh lengkap juga yaa koleksi mu " Ucap Natan lagi melihat puluhan mobil berjajar di garasi , yang lebih besar dari rumah mereka berdua.
"Wkwkkw kan cowok bang , ini versi terbaru bang Stev , Dirga dan Nindi juga beli kok , barengan , keren kan buat touring bareng " Jelas Sean membuat Natan nampak terkejut melihat gaya hidup mereka , tapi tak Masalah karena mereka mempunyai nya .
"Untuk perfoma ?" Tanya Natan cukup penasaran , dia juga sangat suka dengan mobil tetapi lebih ke jenis calsic .
"Ini type Porsche 991 , transmisi otomatis , untuk tenaga 560hp , kapasitas tempat 4 kursi , dan kapasitas mesin 3996 CC" Jelas Sean dengan detai membuat Natan nampak takjub dengan pengetahuan adik iparnya .
"Keren untuk harganya sendiri sampai berapa ?" Tanya Natan penasaran , sebenarnya Sean sangat tak suka membicarakan tentang harga , tapi karena Natan yang bertanya , mau tak mau dia harus menjawabnya .
"3,3 - 5,9 milyar , itu sudah termasuk pajak " Jelas Sean sedikit Canggung .
"Hemm bagus , jangan nanggung kalo untuk hobby " Ucap Natan dengan tertawa membuat Sean juga tertawa .
Setelah beberapa lama mereka sudah nampak duduk rapi di meja makan , Bu Retno juga ikut setelah di paksa oleh mereka , dan kini posisi duduk Bu Retno di tengah diapit oleh dua pasangan pengantin baru.
Makan malam di rumah Tasya Dan Sean berubah sangat hangat dan seru , Bu Retno beberapa kali memberikan wejangan untuk dua pasang itu , mereka berempat nampak senang dan beberapa kali bertanya tentang pernikahan .
"Ohh yaa lebaran Bu Retno pulang kampung ?" Tanya Sean di sela sela obrolan mereka .
"Iya dong den , kan anak sama keluarga ibuk ada disana , kenapa mau ikut ke rumah ibuk seger banget Lo desa asli ?" Tanya Bu Retno membuat Sean nampak berpikir keras .
"Boleh juga sih , kan kita cuman idul Fitri satu hari, sedangkan di desa beberapa hari yaa buk? " Tanya Sean nampak tergiur dengan tawaran Bu Retno .
"Oke boleh kita ajak yang lain , orang tau mereka pasti ikut mamah dan papah kan " Ucap Tasya membuka suara .
"Setuju anggap aja kita liburan juga kan " Helana akhirnya membuka suara setelah beberapa kali hanya menyimak .
"Tapi di desa ibuk itu bener bener desa Loh , cuman ada listrik untuk sinyal juga masih ada , karena ibuk punya anak sekolah jadi harus pasang parabola , apa gak papa " Tanya Bu Retno sedikit sungkan , jika harus menyusahkan mereka .
"Itu malah seru " Ucap mereka berbarengan , membuat Bu Retno bingung , jika anak desa ingin liburan ke luar negeri , para anak sultan malah ingin ke desa .
Management model start.
Steven nampak sedang mengobrol dengan Gerald di kantor management yang menaungi mereka , Gerald nampak bertanya adakah pekerjaan model untuk nya di Nats beauty and skincare (NBS ).
Dia beralasan sangat tertarik dengan perusahaan tersebut , yang semua orang juga tau Steven menjadi brand ambassador , Stev malah tertarik dengan Gerald , dia langsung bertanya ke Tasya langsung tentang ini , dan akhirnya Tasya setuju , bagi dia Gerald Yo sangat menjual untuk brand mereka .
Karir dia di dunia modeling dan peran naik pesat , hingga banyak brand mau menggandeng Gerald , namun sayang sang model tak begitu mudah menerima nya , karena bagi dia model dan aktor hanya hobi .
"Jadi CEO udah setuju Stev ?" Tanya Gerald dengan sangat antusias .
"Yaa , Tasya menerima nya , tapi gue merasa aneh deh , kan Lo biasanya gak mau terjun di periklanan , ini malah Lo sendiri yang minta? " Tanya Stev dengan bingung membuat Gerald salah' tingkah .
"Lo tau sendiri gimana pamor brand itu kan , kalo gue jadi brand ambassador mereka , gue juga bakal melejit bersama dengan mereka " Ucap Gerald sangat masuk akal , pasalnya brend Tasya sangat booming saat ini .
Hingga mampu membuat nama besar Stev semakin naik dan mahal, jika Gerald juga jadi brand ambassador tak hanya nama brand saja yang naik , nama Stev dan Gerald juga melambung tinggi secara bersamaan , membuat harga mereka naik dengan pesat.
Sebenarnya Gerald tak menginginkan itu semua , dia hanya ingin lebih dekat dengan Tasya , entahlah dia sangat menaruh minat pada wanita itu , yang bahkan belum pernah dia rasakan sebelumnya .
"Iya juga sih gue juga mau pensiun jadi ada pengganti " ucap Stev membuat Gerald tersetak kaget .
"Hah beneran bro ?" Tanya Gerald .
"Yes , nyokap udah mau pensiun , lagian gue udah lulus S2 kan jadi udah waktunya " Jelas Stev .
"Iya juga sih , perusahaan segede itu kalo gak diurus dengan benar bisa Keos , walaupun cuman beberapa persen kemungkinan nya "
"Makanya gue yang harus handle , bokap baru gue juga punya perusahaan sendiri , tapi dia belom bisa pensiun adik gue belom lulus "
"Gila sih , tapi gak ada niatan untuk di gabung stev , bisa ngalahin Pratama group nanti ?" Gerald semakin penasaran .
"No itu semua sudah jadi hak milik dari Dirga , gue gak mau ikut campur , lagian untuk menyaingi Pratama group susah , sekarang salah satu putra nya aja membawahi beberapa universitas ternama di dunia , sang putri mempunyai perusahaan kecantikan , mustahil "
Ucap Steven dibarengi tawa mereka bersamaan .
like coment and faforit 😁🙏