My Cute Little Husband

My Cute Little Husband
Akad



Mansion keluarga Pratama .


Di mansion keluarga Pratama Susana begitu rame , banyak para anggota keluarga Dari beberapa marga besar datang ke acara ini .


Akad nikah Sean dan Tasya dilangsungkan dengan sangat privat dan tertutup , bahkan Hercules group sampai turun tangan untuk mengawal acara dengan memantau seluruh media sosial , mengantisipasi adanya pembocoran berita .


Meskipun hanya akad saja , tetapi acara ini di desain dengan interior sangat mewah , yaa ini atas saran Tasya dia ingin dekorasi dengan warna pink and putih , ditambah Lampu Cristal yang tergantung memenuhi langit langit membuat seluruh mata terbelalak , dengan kemewahan dan ke indahan ini .


Di sebuah kamar Tasya nampak sudah siap dengan balutan kebaya berwarna gold bertaburkan kristal Swarovski , ditambah dengan ekor panjang yang penuh dengan bordiran gambar wayang , menambah kemewahan kebaya yang dirancang disener Anne Avantie itu.


Tak beberapa lama rombongan dari keluarga Sean telah datang , dengan berdiri tegap Sean turun dari mobil dan berjalan memasuki ruangan, dan tak lupa Kedua tangan nya menggenggam erat tangan Alex dan Rani , yang dengan setia berdiri di sampingnya .


Anton dan Sindi segera menyambut calon besan mereka dengan gembira , akhirnya apa yang mereka impikan terencana dengan sendirinya , meskipun dengan cara yang sedikit berbeda.


Tak butuh waktu lama kini Sean telah duduk di kursi berhadapan dengan Anton dan penghulu , sedangkan saksi mereka memilih Rendra dan Jay .


"Dengan awalan bismillahirrahmanirrahim , Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara/ananda Sean Adijaya bin Alex Adijaya dengan anak saya yang bernama Tasya Putri Pratama dengan mas kawin berupa 20% Saham Adijaya group dan uang tunai 999 milyar dibayar tunai "


"Saya terima nikahnya dan kawinnya , TASYA putri Pratama binti Anton Adijaya dengan maskawin tersebut dibayar tunai " Ucap Sean dengan lancar .


"Bagaimana saksi sah ?????"


"Sah" ucap mereka secara bersamaan setelah terperangah dengan mahar yang diberikan Keluarga Adijaya .


"Alhamdulillah hirobil alamin "


Tasya pun untuk pertama kalinya meraih tangan Sean dan menciumnya , begitu pula dengan Sean dia mencium kening Tasya dan berdoa .


"Allahumma inni as'aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa 'alaih. Wa a'udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha 'alaih."


Tasya terharu melihat Sean , entah mengapa ada perasaan haru ketika suaminya itu mengucapkan doa , hingga tak sengaja air mata menetes dari sumber nya .


Acara pun berjalan dengan lancar dan khidmat , para tamu mulai meninggalkan mansion keluarga Pratama , hingga menyisakan Beberapa keluarga inti saja , seperti Keluarga Hercules , Adijaya , Ghipson dan satu anggota baru Kusuma .


Kini mereka tengah berkumpul di ruang tengah ditemani beberapa macam makanan di piring masing-masing , Sedangkan Tasya perempuan itu sedang membersihkan diri di kamarnya .


"Sumpah Lo cantik banget tadi Sya " puji Nindi kepada sahabatnya itu .


"Cantikan mana sama kamu ?" Tanya Tasya dengan tangan masih sibuk membersihkan make up .


"Yaa tetap cantikan gue lah " jawab Nindi dengan bangga membuat TASYA tertawa dengan tingkah sahabatnya itu .


"Ohhh yaa aku tak melihat Stev dan Dirga dari tadi ?" Tanya Tasya setelah Sadar bahwa kedua sahabatnya belum hadir .


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Disebuah taman dipinggiran danau


"Dir udah dong , kemarin kayak nya Lo biasa aja kenapa sekarang jadi melow " Ucap Stev membujuk Dirga yang tengah galau .


"Dir , ayo dong katanya mau jodohin om Rendra sama mamah , ini waktu yang pas loh " Bujuk Stev lagi berharap dia antusias dengan rencana besar mereka , tapi sayang pria itu hanya diam seribu bahasa dengan mata fokus ke Danau .


"Kakak kesana sendiri saja , pasti kak Tasya sedang menunggu , dia akan sedih jika sahabat baiknya tak datang " Ucap Dirga dengan mata masih fokus kedepan .


"Enggak jika Lo gak mau ikut , aku gak bakal Dateng " Ucap Dirga mendudukkan bokongnya di samping Dirga .


"Terkadang cinta itu tak harus memiliki Dek , cinta itu akan bahagia jika orang yang kita cintai juga berbahagia , jangan memaksakan cinta dek , karena sesuatu yang dipaksakan itu tidak baik " Nasehat Stev yang berhasil membuat Dirga menoleh kepadanya .


"Iya ?" Tanya Stev sedikit sedih melihat kehancuran adek angkat nya itu .


"Ke rumah kak TASYA yuk gue laper " Ajak Dirga membuat Stev terperangah .


"Ayok banyak makanan disana " Jawab Stev dengan beranjak berdiri .


"Kita lomba siapa yang Sampek mobil paling akhir dia nyetir " Ucap Dirga menantang Stev .


"Ayok " Jawab Stev dengan berlari terlebih dahulu , membuat Dirga mau tak mau mengerahkan seluruh tenaga untuk menyusul.


London Inggris .


Disebuah apartemen kini Natan tengah termenung di sebuah roof stop yang menyuguhkan pemandangan kota London .


Dia sangat sedih ketika mendengar kabar sang adik tengah menikah , Sebenarnya dia sangat rindu dengan teman bermainnya itu , dia juga sangat rindu dengan sifat manja gadis itu , mereka selalu bersama dari kecil hingga dia memutuskan untuk pergi ke luar negeri , ketika sang dia dan sang papah bertengkar hebat .


Dari kecil Natan dididik untuk menjadi penerus perusahaan sang papah , hingga waktu itu tiba dia memilih manjadi dosen yang secara langsung mematahkan cita cita sang papah .


Hingga dia memutuskan untuk ke Inggris untuk menimba ilmu dan menjadi pemilik dari beberapa universitas ternama itu .


"Sayang " Panggil Helena dengan membawa jus ditangannya .


"Hay " Balas Natan dengan senyum tipis .


"Are you ok ?" Tanya Helena ketika melihat wajah murung sang pacar .


"Hemm " Balas Natan.


Helena nampak membuang nafas , dia harus banyak sabar menghadapi Remaja seperti Natan , dia pun duduk di samping Natan dan menarik kepala nya untuk tidur di pangkuan.


"Cerita " Ucap Helena mengelus pelan rambut Natan dengan lembut , membuat sang empu memejamkan mata menikmati sentuhan sang kekasih .


"Saudara kembar ku menikah , tetapi aku tidak bisa berada di sampingnya , aku ingin menemuinya tetapi aku belum siap untuk bertemu dengan keluarga ku " Ucap Natan dengan mata terpejam .


"Ayo kita pulang , sekalian aku mau kenalan dengan orang tua kamu " Ajak Helena membuat Natan membukakan matanya kembali .


"Apa kamu tidak papa ?" Tanya Natan kepada Helena , sebenarnya dia takut jika kedua orangtuanya tak menerima Helena , secara dia baru tau jika kekasih nya itu perebut suami Sarah Ghipson , meskipun kenyataannya tak seperti itu .


"Tidak papa , jika mereka menolak kehadiran ku aku bisa pergi " jawab Helena terus membelai kepala Natan ..


"Tidak jika mereka menolak , aku tetap akan bersama mu , apa pun yang terjadi " Balas Natan dengan menggebu-gebu .


"Umur kita terlalu jauh sayang , aku lebih pantas menjadi ibumu " Jelas Helena membuat Natan segera berdiri dan menangkup wajah Helena .


"Sayang umur itu hanyalah angka " Ucap Natan tepat di wajah Helena .


next .


jangan lupa like coment and faforit πŸ™.


selam Sayang dari author


@πŸβƒžβƒŸπ•Ύπ•³κ§ΰ¦”ΰ§£β˜¬Rmlsβ˜¬ΰ¦”ΰ§£κ§‚β˜ α΅α΅‹αΆœαΆŸΒ°