My Cute Little Husband

My Cute Little Husband
penyelidikan



DI Sebuah bandara internasional .


Di sebuah bandara terlihat nampak Sangat ramai , dipadati beberapa fans dari Steven dan Tasya yang berbondong mendekat , untuk sekedar melihat syukur kalo bisa bersua foto dengan idolanya .


"Sumpah Ramai banget " Ucap Dirga terkejut melihat lautan manusia , yang tengah berkerumun di depan pintu ruang tunggu mereka .


"Gara gara Lo tuh " Jawab Nindi dengan sewot membuat Dirga mendelik kesal .


"Dih kok gue ? " Tanya Dirga tak terima dengan tuduhan Nindi .


"Karena Lo upload di Instagram , mereka jadi tau kalo kita disini " Ucap Nindi dengan bersungut-sungut membuat Dirga hanya bisa menunduk kan kepala .


"Lagian kenapa sih gak pakek jet pribadi , jadi gini kan " Ucap Tasya dengan kesal karena jadwal nya jadi terganggu .


"Tau lah para cowok , jadi lama benget kan mana barengan sama bupati lagi , auto lama tambah lama nanti " keluh Nindi sama kesalahannya , pasalnya dua wanita itu sudah berencana akan berbelanja ria besok pagi .


Namun sayang rencana tinggalah rencana , mereka harus menerima kenyataan pahit bahwa penerbangan ditunda , karena akan ada salah satu tokoh agama akan pulang dari Arab , hingga pihak bandara mengundur semua jadwal penerbangan .


"Sabar dong , seenggaknya kita hargai kedatangan ulama kita , beliau kan tokoh besar kan " Jelas Sean mencoba menenangkan dua wanita itu .


Sedangkan Stev , pria itu nampak sibuk dengan handphone nya , dia mondar mandir memberikan kabar tentang penundaan jadwal penerbangan .


Tak beberapa lama mereka sedikit terganggu , dengan kedatangan seorang pria berpakaian coklat khas pegawai negeri sipil , pria itu nampak masuk dengan sopan , menghadap para anak pengusaha itu .


"Selamat malam tuan dan nona , saya hanya ingin menyampaikan, bahwa bapak wali kota ingin bertemu dengan anda sekalian , jadi beliau ingin anda menghadap " Ucap pria itu dengan sopan .


"Gak mau " Ucap Nindi dengan tatapan tajam , membuat pria itu bergidik ngeri Melihat tatapan putri mafia itu .


"Tapi ini perintah dari walikota nona " Ucap pria itu mencoba membujuk .


"Tolong katakan kepada bapak walikota , kami tidak mau bertemu , and jika atasan anda tetap memaksa tanggung sendiri akibat nya , pergi !!!" Teriak Tasya di saat mood nya hancur .


Sean nampak tercengang melihat perubahan sifat sang istri , dia juga bergidik ngeri jika pria itu adalah dia , bisa dipastikan Sean akan kena mental di buatnya .


Dengan cepat pria itu melarikan diri menjauh dari kandang singa itu , dia berfikir lebih baik di pecat daripada berurusan dengan mereka , bisa bisa menjadi gembel tujuh turunan tuju tanjakan .


"Sabar dek , jangan marah marah entar cantik nya ilang " Ucap Sean dengan menghadiahi sang istri beberapa ciuman .


"Woy inget woy " Teriak Nindi dan Dirga bersamaan membuat Sean mendengus kesal.


Setelah beberapa lama menunggu , akhirnya mereka berangkat juga walupun harus pending satu Jam , mereka semua akhirnya bisa bernafas dengan lega , karena jadwal yang mereka susun tetap terencana .


"Minggir !!!!!" Teriak Nindi memimpin jalan memecah lautan manusia yang memakai baju khas Arab itu .


Sebenarnya mereka tersinggung dengan sikap Nindi , namun apa boleh buat mereka tak mampu jika harus melawan atau pun berurusan dengan putri mafia itu , mereka dengan suka rela mereka memberikan jalan .


"Perhatian kalian boleh mencurahkan Suka cita kalian , namun satu yang harus kalian ketahui , jangan pernah mengganggu fasilitas publik , ingat beragama boleh tetapi harus pakek otak dan logika " Teriak Nindi memberikan cambukan untuk ormas yang sangat meresahkan itu .


"Kami sudah mendapat izin , dan anda tak ada hak untuk memperingatkan kami " Ucap salah satu anggota dari ormas tersebut .


Palk plak plak


Tiga pukulan mendarat dengan keras di kepala , dada dan perut pria tua itu , pria itu seketika tumbang dengan deru nafas yang tak beraturan , membuat seluruh orang yang ada disana panik bukan main .


🍂🍂🍂🍂🍂


London Inggris.


Di Landon hari masih sore, terlihat dua pasang manusia tengah memasak untuk makan malam , mereka adalah Natan dan Helena couple gols saat ini .


"Sayang jangan gangguin " Keluh Helena ketika Natan terus memeluk nya dari belakang .


"Aku males , mau mandi enggak ada nasi " Jawab Natan asal , yang segera mendapat hadiah cubitan dari sang kekasih .


"Auhhh cubit sini sayang " ucap Natan dengan membalas cubitan Helena di bagian gunung kembar .


Helena tampak terkejut mendapatkan balasan dari Natan , dengan sigap dia mengambil pisau dan mengarahkan kepada sang kekasih , dan itu berhasil Natan nampak berlari ke dalam kamar , melihat benda tajam itu .


Tak beberapa lama masakan telah siap untuk di sajikan , Helena dan Natan sudah akur dan romantis kembali , mereka dengan anteng menikmati makanan yang ada di depan nya itu .


Setelah selesai makan malam , mereka bersama sama membereskan piring piring , dan mencuci dengan bersih agar bisa di gunakan kembali .


Setelah selesai Natan mengajak sang kekasih untuk duduk di balkon , mereka berdua menikmati keindahan malam kota London ditemani dengan susu dan teh .


"Besok jadi ikut ?" tanya Helena dengan mengedepankan kepala di dada Natan .


"Iya aku ingin melihat bagaimana istri ku berlenggak lenggok di run away " Jawab Natan mencium puncak kepala Helena .


"Aku takut jika keluarga mu tak menerima ku " ucap Helena dari dalam hati , Natan pun nampak sedih melihat keraguan sang kekasih , namun apa boleh buat masa lalu Helena terlalu membekas di hati mereka .


"Direstui atau tidak aku tetap akan menikahi mu " Jawab Natan dengan mantap .


"Aku tidak mau mereka menilai aku lebih buruk lagi sayang , kita harus berusaha agar kita mendapat restu dari mereka " Saran Helena dari dalam hati, sudah cukup membuat image dia buruk , dan dia tak menambah nya lagi .


"Iya kita akan berusaha bersama , tetaplah di sisi ku dan berjuang bersama ku , untuk masa depan kita yang indah " Ucap Natan dengan mendekap tubuh sang kekasih dengan erat , seolah-olah dia takut kehilangan .


Markas Hercules group


"Bagaimana tentang tugas dari queen ?" Tanya salah satu petinggi kepada para bawahannya .


"Siapa tuan kami sudah menyelidiki nya , ada orang yang sengaja mencapur minuman nona tasya dengan obat perangsang " Jelas bawahan kepada atasan nya .


"Apa kalian sudah mencurigai seseorang ?" Tanya lagi kepada bawahannya .


"Kami mencurigai semuanya , karena hanya ada keluarga besar saja yang ada di kapal saat itu , dan yang pasti obat itu baru di campurkan beberapa menit sebelum nona Tasya meminumnya " Jelas bawahan itu dengan melaporkan penyelidikan nya .


"Apa yang kalian lakukan untuk menemukan pelakunya ?" Tanya sang atasan .


"Kami akan melakukan sidik jari , kepada seluruh keluarga besar , dan itu akan keluar besok pagi "


next


jangan lupa like coment and faforit