My Cute Little Husband

My Cute Little Husband
Gue benci Sean



Bandara internasional


Pagi pagi buta bandara tampak heboh , dengan kedatangan para anak pengusaha tersebut , Tak tangung tangung mereka bahkan memerintahkan petugas bandara, untuk menyeterilkan seluruh bandara Agar mereka bisa leluasa .


Tasya tampak memimpin rombongan , di susul dengan Sean , Natan , helana , Dirga , Stev dan Nindi , jelas sekali Tasya tampak tak sabar untuk melihat siapa yang telah berani mengusiknya .


Meskipun dia bahagia bisa menikah dengan sosok Sean Adijaya , tetapi dia paling benci jika di permainkan , Dia berjanji akan menuntut balas siapa saja yang berani menyinggung nya .


Tasya memang wanita baik , tetapi dia bisa lebih jahat daripada Nindi , ketika dirinya terusik dan terancam , Tasya memutuskan untuk pulang ke rumah Terlebih dahulu , apalagi kondisi Sean sedikit kurang baik , pria itu sedikit demam dan batuk pilek membuat tenaganya lemah .


Setelah berpencar ke rumah masing masing , kini Sean dan Tasya telah sampai di kediamannya , rumah kecil yang melindungi dirinya dari panas dan hujan beberapa ini .


"Mas mau makan apa ?" Tanya Tasya mengelus pelan puncak kepala Sean , setelah dia membantu membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


"Apa aja dek , tapi kalo ada aku mau nasi anget telur ceplok sama kerupuk , terus dikasih kecap manis diatas nya " Ucap Sean dengan pelan , karena tubuhnya terasa lemas dan tak berdaya .


"Hah cuman itu ?" Tanya Tasya terkejut dengan permintaan sang suami , Sean pun mengagukan kepala nya dengan pelan , Sean sendiri juga bingung tapi entah mengapa dia sangat ingin memakannya .


Tasya pun bingung mau gimana , dia memutuskan untuk berbelanja Terlebih dahulu di warung Deket komplek , yaa Tasya tinggal di perumahan kelas menengah , yang di domisili oleh para karyawan kantor biasa , disini rumah Tasya dan Sean lah yang paling mencolok dari pada yang lain , Rumah minimalis dengan taman dua kali luas bangunan , membuat orang terpesona dengan bangunan itu .


Tasya memutuskan untuk jalan kaki , karena jarak antar warung dan rumahnya hanya beberapa meter saja , di tengah perjalanan dia bersimpangan dengan para ibu ibu , mereka dengan ramah menyapa Tasya .


"Pagi non mau kemana ?" Tanya salah satu ibu ibu , yang tengah berbelanja di tukang sayur keliling , ibu ibu disana sangat lah baik dan sopan , entahlah karena dia penjilat atau pun tulus hanya tuhan yang tau .


"Pagi Bu " Sapa balik Tasya dengan ramah membuat semua orang di sana terpesona dengan tuan putri Pratama itu .


"Mau belanja juga non? " Tanya ibu satunya .


"Iya Bu , awalnya mau ke toko seberang tapi malah ketemu tukang sayur disini , gak jadi deh " Jawab Tasya dengan senyum dan ikut nimbrung dengan yang lain .


"Mau masak apa non ?" Tanya ibu yang lain sangat antusias ketika melihat keramahan Tasya , batin mereka jarang jarang kan ada orang kaya ramah seperti Tasya .


"Itu dia buk , suami saya minta nya aneh aneh , masa minta nasi anget telur ceplok sama kerupuk , terus dikasih kecap bagaimana gak pusing coba " Ucap Tasya dengan bercanda membuat ibu ibu tertawa , dengan tingkah absurd Sean Adijaya .


"Itu mah gak usah beli non , kerumah saya aja tak kasih gratis " Tawar salah satu ibu ibu dengan serius .


"Nah minta Bu Retno aja non , beliau masakan nya enak loh " Tambah salah satu ibu ibu , Tasya Tampak berfikir dia sebenarnya tak enak tapi dia juga bingung , mau cari dimana makanan aneh seperti itu .


"Yaudah deh Boleh , sebagai ucapan terimakasih , satu gerobak ini saya borong jadi ibu ibu semua gratis" Ucap Tasya disambut sorak Sorai dari ibu ibu semua .


Mereka tampak senang dan mengambil belanjaan untuk stock mereka dirumah , Setelah habis Tasya ikut dengan Bu Retno kerumah , Tasya nampak terkejut ketika menyadari rumah Bu Retno berada tepat di rumah nya .


"Masuk Non , maaf berantakan " Ucap Bu Retno membukakan pintu untuk Tasya .


"Dirumah ibu begini non , sepi Anak anak pada kuliah " Ucap Bu Retno dengan tangan sibuk mengambil nasi dan mulai menggoreng telur .


"Oh yaa berapa orang Bu di rumah " Tanya Tasya membantu Bu Retno memecah kan telur .


"Ehhh biar saya saja non , nanti tangan non Tasya kotor Lo " Ucap Bu Retno malarang Tasya .


"Gak papa Bu , sambil belajar kan " Balas Tasya dengan senyum .


"Yuadah hati hati yaa,. dulu ibu tinggal empat orang non sama anak sama suami , tetapi semenjak suami ibu wafat jadi tiga orang , itu aja anak anak saya kuliah semua jadi gini sepi non " Jawab Bu Retno dengan tangan fokus menggoreng telur .


"Ya Tuhan ,yang sabar yaa Bu , terus kegiatan ibu apa dong sekarang ?" Tanya Tasya sedikit miris dengan kehidupan Bu Retno.


"Kegiatan kerja non , ibu jadi buruh cuci yaa enggak seberapa Alhamdulillah buat makan ibu sendiri cukup lah , karena anak anak dapet uang dari kerja part time gitu , kebetulan bapak nya kan TNI jadi ada uang aja dari dinas satu bulan , Alhamdulillah bisa buat bantu anak " Jelas Bu Retno dengan mengangkat telur ke atas nasi anget .


"Hemm ibu mau gak kerja di rumah saya , bantu bantu masak dan bersih bersih gitu buk " Tawar Tasya dengan membuat Bu Retno menoleh segera ke padanya .


"Beneran non ?" Tanya bu Retno dengan tatapan berbinar , Tasya pun mengagukan kepala tanda membenarkan .


Setelah mengobrol beberapa lama , Tasya pun berpamitan kepada Bu Retno , dengan langkah hati hati dia membawa makanan yang ternyata di buat Bu Retno dua porsi .


"Makanan udah siapa mas " ucap Tasya mencoba membangunkan Sean yang tengah membalut tubuhnya di bawah selimut .


"Udah dek , maaf yaa ngerepotin " Ucap Sean meminta maaf , dia pun dengan pelan bangun dari tidurnya mendudukkan dirinya .


"Sama sama mas ayo makan " Ajak Tasya Dengan senyum membuat selera makan Sean bertambah


Tasya dan Sean tampak menikmati makanan unik itu , entahlah mereka telah jatuh cinta dengan makanan absurd itu .


Dengan telaten Tasya membereskan piring dan gelas menuju dapur , dia pun segera membersihkan diri karena dia sudah janji dengan nindi , untuk bertemu di markas Hercules group .


Tak lupa dia juga berpamitan kepada sang suami , dan memberikan kecupan hangat di pipi dan keningnya .


🍂🍂🍂🍂🍂


Markas Hercules group


Di ruangan khusus Tasya dan Nindi melihat dengan mata kepala sendiri siapa dalang dibalik semua ini , Tasya nampak beberapa kali meneteskan air mata , melihat adegan demi adegan pria itu lakukan , entahlah dia merasa dirinya hancur sekarang .


"AHHHHHH SEAN BRENGSEKKKKKKKK , GUE BENCI LO SEANNNNNN " teriak Tasya histeris .


Jangan lupa like coment and faforit 😁🙏