
Di sebuah kamar di sebuah kapal pesiar
Dikamar Sean tengah memikirkan rencana untuk mewujudkan mimpinya , dia nampak gelisah ketika menemukan cara untuk menjebak Tasya , dia takut untuk memulai nya Karena itu cukup berbahaya untuk mereka berdua .
"Stop Sean , Jangan pikirkan yang tidak tidak , cukup fokus ke rencana awal " Ucap Sean memerintah kan dirinya sendiri .
Dia nampak merebah diri untuk memejamkan sejenak matanya , namun semua itu gagal ketika bayang bayang Tasya dan Dirga sedang berpelukan terus menghantuinya .
"Tidak tidak boleh , gue yakin kalok gue suka sama kak Tasya , ayolah SE jangan sampai dia diambil orang , berkorban lah untuk kali ini " Sean berbicara kepada dirinya sendiri .
Setelah cukup lama berperang dengan otak dan hatinya , Sean memutuskan untuk tetap menjalankan rencananya untuk menjebak Taysa , entahlah kenapa dia bertindak sebegitu nekat , yang pasti dia telah tau bahwa dia telah jatuh cinta dengan Tasya .
Sean berjalan dengan hati hati melihat apakah Tasya dan Dirga masih disana , dan tebakan nya salah Tasya telah kembali ke dalam kamarnya , Sean mulai bingung dengan rencana awal yang dia buat, hingga dia memutuskan untuk mengambil minum terlebih dahulu di mini bar.
Dia menengguk habis satu kaleng minuman berjenis soda , hingga matanya melihat satu botol yang bertuliskan colagen yang dia yakini itu milik Tasya , Sean tampak menemukan ide dengan menyampur kan bubuk obat kedalam minuman itu .
Setelah dia kira aman Sean memilih untuk kembali keatas, untuk mengawasi target dengan berpura pura bermain game yang ada di ponsel .
Tak berselang beberapa lama Tasya tampak keluar dari kamarnya menuju mini bar , dia membuka kulkas untuk mengambil minuman yang diyakini bisa menjaga kulit itu , Tasya memilih duduk di sana dengan menonton drama Korea faforit nya .
"Ihhh kok mirip Sean yaa , astaga semoga wajahnya saja yang mirip sifatnya jangan , bisa ilfil aku " Ucap Tasya ketika menonton drama yang di bintangi oleh aktor dengan wajah hampir mirip dengan Sean .
Dia memilih menonton disini karena di kamar Tasya tak mau mengganggu Nindi yang tengah tidur dengan pulasnya , tanpa rasa curiga Tasya meminum minuman yang sudah terlebih dahulu Sean campur dengan sebuah obat .
Sean yang memantau dari atas nampak tersenyum puas melihat rencananya hampir berjalan mulus , dia semakin memfokuskan pandangannya untuk menunggu obat itu bekerja .
Dan benar saja tak butuh waktu lama Tasya nampak kepanasan dan pusing kepala , rupanya Sean mencampurkan obat perangsang ke dalam minuman Tasya , dan tanpa Sean sendiri tau obat itu memiliki efek yang sangat tinggi , hingga siapa yang meminumnya akan memiliki gairah dan tenaga dua kali lipat .
Sean yang sudah siap segera berlari kearah Tasya yang tengah sempoyongan , dia segera menangkap tubuh Tasya dari belakang hingga dia tak sengaja memeluknya .
"Kak kakak kenapa ?" Tanya Sean berpura-pura , membuat Tasya yang tengah merasakan efek obat perangsang menatapnya dengan lapar .
"Se maafin aku " Ucap Tasya masih setengah sadar , sebenarnya dia sudah tidak tahan namun Tasya juga bingung dengan siapa dia akan melampiaskan nya , dan ketika Sean datang Tasya dengan penuh nafsu Ingin melahap nya .
Tanpa menunggu jawaban dari Sean , Tasya melahap bibir Sean dengan sangat rakus , membuat Sean yang tak berpengalaman kuwalahan untuk mengimbanginya .
Tangan nya gak mau kalah dengan tangan kiri memeluk pinggang Sean dan yang kanan mengelus sesuatu yang tengah tidur untuk bangun .
"Hummmmm" lenguh Sean dan Tasya bersamaan ketika tangan Sean ikut menyentuh area kehormatan Tasya .
Dengan sigap Sean mengangkat tubuh Tasya dan menggendong nya dengan bibir saling bertautan , Sean membawa Tasya ke kamarnya dan membaringkan dengan sangat hati-hati .
Sean ingin bangkit ketika berhasil membaringkan Tasya, namun sayang dia gagal untuk bangkit ketika Tasya menariknya hingga terlentang di atas kasur , dengan sigap Tasya duduk di atas perut Sean dan melepaskan seluruh pakaian yang melekat di tubuhnya .
"Ukhhhh kak aku mohon " Lenguh Sean menyesal telah menjebak Tasya , malah dia sendiri yang takut dengan ke agresif an Tasya .
Tasya nampak tersenyum devil melihat Sean ketakutan , dia segera melepaskan seluruh pakaiannya dan mengikat tangan Sean pada saat sandaran ranjang , membuat sang mangsa seolah-olah menjadi tawanan dengan keadaan terlentang .
Dengan cepat Taysa memasukan senjata rahasia pria kedalam mahkota nya , sebenarnya Tasya merasakan sakit ketika permata kali melakukanya , membuat Sean terperangah melihat darah menempel di sejata nya .
Tasya berhasil membuat Sean melenguh dan terguling lemas beberapa kali , hingga Sean meminta ampun untuk kesekian kalinya , obat itu nampaknya memiliki efek yang begitu dahsyat membuat Taysa memiliki tenaga beberapa kali lipat .
"Kak aku mohon berhenti !!!!" Teriak Sean dengan sisa sisa tenaga nya berharap Tasya tersadar dan mengentikan aksinya .
"No SE , untuk kali ini bantulah aku dan nikmati lah " Balas Tasya dengan menggoyangkan tubuhnya seperti menunggang kuda .
Sean yang tengah kehabisan tenaga pingsan beberapa kali , dan Tasya mulai tersadar kembali ketika matahari sudah mulai terbit , dengan sangat lelah dia menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh Sean , yang tengah tak sadarkan diri .
London, Inggris .
Kini Natan dan Helena tengah mengobrol di atas ranjang dengan berpelukan , Helena nampak menceritakan kisah hidupnya ketika berselingkuh dengan Richard dan berakhir diselingkuhi , dia juga mengatakan alasan kenapa dia bisa bertahan selama ini .
"Jadi apa kamu tidak mencintai Ricard dari awal ?" tanya Natan menenggelamkan kepalanya di pundak Helena .
"Jujur aku sangat mencintai dia ,kita telah berpacaran beberapa tahun , namun cinta kita kandas ketika dia dijodohkan dengan seorang putri konglomerat , awalnya dia menolak keras tapi entah mengapa dia akhirnya menerima , dan hampir bersamaan aku bertemu dengan Rendra dia pria yang lembut dan juga baik , hidup kami bahagia di awal pernikahan hingga Ricard datang kembali " Ucap helana menjelaskan .
"Apa sekarang kamu masih mencintainya ?" Tanya Natan sedikit cemburu hingga dia sedikit membangunkan tubuhnya , melihat ekspresi Helena .
"Tidak aku malah jijik melihat dia berganti ganti pasangan " Jawab helana dengan ekspresi biasa saja , membuat Natan bernafas lega .
Helena akhirnya tertidur dengan nyaman di pelukan Natan yang memberikan nya kehangatan , berbeda dengan Natan pria itu nampak masih terjaga memikirkan seperti apa sosok Mantan kekasihnya itu .
Dia segera menarik tangan yang tengah melingkar di tubuh Helena , dengan sangat hati-hati Natan bangkit dari tempat tidur berjalan menuju balkon.
"Hallo " Ucap Natan ketika telpon nya tersambung .
"Makam king , ada yang bisa kami bantu ?" Tanya orang diseberang sana dengan sopan .
"Cari tahu siapa itu Ricard mantan suami helana Kim , saya mau informasi itu siapa besok pagi " perintah Natan kepada bawahannya yang berada di Indonesia .
"Siapa laksanakan king " Jawab orang itu sebelum Natan memutuskan sambungan nya .
next , jangan lupa like coment and faforit 🙏
please komen and like dong , supaya gue semangat lagi nulisnya