
Rumah sakit Aditama. .
Kondisi Tasya sudah cukup baik , dia hanya perlu mengistirahatkan badan saja , Agar daya tubuhnya kembali seperti semula, para keluarga pun nampak sudah pulang ke rumah masing masing untuk istirahat , hanya menyisakan Nindi dan Stev yang sedang tertidur di ruangan sebelah .
Tasya juga meminta bu Retno untuk datang ke rumah sakit , Bu Retno pun dengan senang hati memulai untuk bekerja , lagi pula dia juga sendirian di rumah , membuat wanita tua itu kesepian .
Dengan telaten Bu Retno menyuapi Tasya penuh kasih sayang , bagi dia sebuah kehormatan bisa melayani tuan putri Pratama tersebut , yang konon memiliki sifat rendah hati .
"Ibu enggak apa apa kan nanti tidur disini ?" Tanya Tasya dengan mengunyah makanan yang di suapkan Bu Retno , dia nampak Kawatir jika wanita itu tak nyaman .
"Tidak apa apa non , bibi malah seneng ada temennya" Jawab Bu Retno dengan memberikan gelas kepada Tasya , supaya wanita itu bisa leluasa meminum .
"Terimakasih yaa Bu , mulai sekarang ibu akan ikut kemana pun Tasya pergi , ibu mau kan ?" Tanya Tasya begitu akrab dengan wanita di depannya , entahlah dia seperti mempunyai nenek kembali ketika melihat Bu Retno, dan yang membuat Tasya salut , di umur Bu Retno sekarang dia masih terlihat kuat dan sehat .
"Mau dong , mau kemana non keluar negeri yaa ?" Tanya Bu Retno dengan bercanda membuat Tasya juga tersenyum , rupanya wanita itu cukup humoris , syukurlah itu akan membuat Tasya lebih nyaman untuk kedepannya .
"Boleh , nunggu dedek bayi lahir dulu tapi " Jawab Tasya dengan mengelus perutnya yang masih rata .
Bu Retno hanya tersenyum menanggapi ucapan Tasya , dia segera membereskan alat-alat makan di Nakas Dan memindahkan ke troli .
Di saat bersamaan Sean nampak mulai mengerjapkan mata , penglihatannya nampak buram ketika kelopak matan terbuka sempurna .
"Uhhhhhhh " Suara Lenguh Sean berhasil keluar ketika merasakan sakit yang sangat luar biasa di kepalanya .
Tasya dan Bu Retno langsung melihat ke arah Sean , mereka terkejut melihat Sean sudah sadar, Bu Retno sangat gembira dan langsung memencet tombol Panggil untuk Dokter .
"Sakit!!!!!!!" keluh Sean dengan keras membuat Bu Retno pun langsung mendekat kearah Sean , dia nampak panik dan bingung dengan apa yang harus dia lakukan .
"Den yang sabar yaa , sebentar lagi dokter akan datang " Ucap Bu Retno mencoba menenangkan Sean .
Sean nampak histeris merasakan sakit yang sangat dalam di kepalanya , entahlah mungkin efek benturan batu terasa ketika pasien sadar , Tasya pun tak kalah panik ketika mendengar jeritan Sean , dia langsung turun dari ranjang dan berjalan membawa infus , yang dengan setia menggantung .
"Dek sakit !!!!!!! "Jerit Sean mengeluh kepada sang istri , Tasya dengan berat hati mulai menurunkan egonya , dia mulai sadar Sean seperti ini karena menyelamatkan dia .
Tasya juga berfikir , jika Sean tak menyelamatkan nya , mungkin dia yang ada di posisi Sean sekarang, dan yang paling parah dia bisa kehilangan sang buah hati ,yang baru saja mereka ketahui mulai tumbuh di janin nya .
Tasya segera naik keatas bangsal , dia membaringkan diri dan menarik kepala Sean , hingga menempel di dada nya , dengan pelan Tasya membelai punggung suami , yang sampai sekarang masing meraung-raung melupakan kesakitan .
"Huhuhu sakit , dek sakit , tolongin mas dek z mas gak kuat huhuhuhu " tangis Sean sedikit pelan karena tersumpal dada Tasya .
Tak begitu lama dokter nampak berlarian menuju kamar Sean , dengan cepat dia menyuntikkan obat bius ke infus Sean , agar pria itu tenang kembali .
"Ini efek dari Cedera gegar otak muncul bila benturan kepala terjadi cukup keras hingga menyebabkan cedera pada otak. Saat terjadi benturan kepala yang keras, otak akan terayun dan membentur dinding tengkorak.Biasanya, gangguan fungsi otak akibat cedera seperti ini hanya bersifat sementara dan dapat pulih total. Tetapi gegar otak yang terjadi berkali-kali juga bisa berakibat kerusakan otak secara permanen"
"Untuk tuan muda ini efek yang bersifat sementara , mungkin beberapa minggu kedepan dan seterusnya akan sembuh seperti semula , yang pasti jangan biarkan tuan muda berfikir keras yang akan membebani otak nya , itu akan membuat efek nya kambuh , dan mengakibatkan kerusakan Sarah otak yang serius "
Dokter itu segera pergi ketika sudah selesai , setelah dokter pergi Tasya nampak termenung , hatinya sedang gundah sekarang, dia bingung dengan apa yang akan dia lakukan kedepannya .
"Aku akan merawat mu hingga sembuh mas , setelah itu baru kita bicarakan Masalah kita , kamu Memang berjasa dalam hal ini , tapi kesalahan mu tak bisa dengan mudah ku maafkan , berjuanglah dengan keras agar hati ku kembali seperti dulu lagi " Ucap Tasya dengan mencium puncak kepala Sean yang penuh dengan perban .
Sedikit demi sedikit Tasya Mulai nyaman dengan dekapan sang suami , hingga dia terlelap dalam mimpi meninggalkan Bu Retno sendirian .
Dengan sigap Bu Retno menyelimuti kedua tuan nya itu , setelah itu beliau berniat untuk keluar sebentar untuk mencari makan , beliau nampak tenang karena Tasya sudah menggajinya di awal dia bekerja , hingga dia mempunyai pegangan dan sisa nya dia kirim kepada dua anaknya .
"Lo bik mau kemana ?" Tanya Nindi ketika hendak keluar dari ruangan Tasya .
"Ehh non mau cari makan non " jawab Bu Retno dengan sopan , membuat Nindi tersenyum dengan kesopanan orang pilihan Tasya .
"Bibi gak usah keluar , biar para pengawal siapa yang keluar ok , pengawal kemari !!!!" perintah Nindi kepada para bawahannya .
"Ingat Bu Retno sekarang orang kepercayaan Tasya Putri Pratama, ucapan nya adakah perintah jaga dia , dan turuti semua perintahnya mengerti ?" Tanya Nindi dengan tegas yang segera dia angguki oleh para pengawalnya .
"Yaudah bik , bibik gak usah keluar lagi cukup layani Tasya dan Sean , untuk makan biar pengawal saja yang keluar , ataupun bibi mau keluar minta di temani mereka yaa bik " Ucap Nindi dengan lembut yang dia angguki oleh Bu Retno .
🍂🍂🍂🍂🍂
Mansion keluarga Ghipson
Di Sebuah taman belakang rumah , terlihat seorang pria tengah menyendiri , dia tampak memandang langit dengan nanar , entahlah apa yang sedang dia pikirkan , hingga dia menumpahkan seluruh air matanya .
Setelah bertemu dengan wanita yang telah melahirkannya , hatinya begitu hancur ketika melihat sang ibu bersifat datar kepadanya,.
Apa yang dia mau ?, dia sendiri tak tahu , yang pasti dia hanya menginginkan dekapan hangat sang ibu , sebuah dekapan yang hanya bisa dia lihat tanpa bisa merasakan .
"APA SALAH KU ?, APA SEBEGITU HINA NYA Diriku , HINGGA KAU DENGAN TEGA MEMBUANG BAYI TAK BERDOSA , AKU ANAK MU ,ANAK KANDUNG MU "
"Akhhhhhhhhhhh gue benci !!!!!!!!!!!!!
Next jangan lupa like coment and faforit 😁🙏