
Rumah Sean dan Tasya.
Di sekitar rumah Tasya penjagaan nampak sangat ketat ,Yaa karena Sean memutuskan membawa sang matan rival itu ke rumah mereka ,Tak hanya itu kedua pasangan suami yang baru menikah ini ,Memerintahkan Ike untuk menjaganya yang kebetulan dia kuliah di bidang keperawatan .
Di sebuah kamar suasana nampak hening , Gerland yang masih tertidur membuat Ike menunggu nya sambil memainkan laptop nya , Sebenarnya Ike Sangat gugup berada di dekat salah satu top model itu ,Namun dia juga bangga bisa berdekatan dengan orang orang hebat seperti mereka .
Tak berselang beberapa lama ,Gerald nampak menggeliat membuat pandangan Ike langsung menuju ke arahnya ,Ike pun berjalan mendekat ketika Gerald nampak membuka mata dengan bingung .
"Selamat pagi tuan Gerald ,Ada yang bisa saya bantu ?" Tanya Ike dengan sopan membuat Gerald mengerutkan keningnya ,Hinga beberapa detik dia baru mengingat siapa sosok perempuan berhijab di depannya .
"Kamu teman nya Tasya kan ,Sekarang saya dimana ?" Tanya Gerald dengan bingung ,Karena yang dia ingat dia masih di rumah sakit sebelum rasa sakit yang amat sangat ,Hingga detik selanjutnya dia tak sadar.
"Anda sekarang ada di rumah tuan Tasya dan
Sean ,Tapi sayang nya beliau udah berangkat kerja dan kuliah ,Dan saya di utus untuk menjaga anda " Ucap Ike dengan sopan membuat hati Gerald menjadi sejuk ,Ketika melihat wanita yang sangat sopan di hadapannya .
"Emm ,Bisa kah aku minta tolong ?" Tanya Gerald dengan sangat hati hati ,Pasalnya dia takut perempuan didepannya itu tersinggung , Dengan permintaan darinya .
"Tentu apa yang bisa lakukan ?" Tanya Ike Masih dengan senyum ramahnya ,Semakin membuat Gerald tak enak hati untuk meminta tolong kepadanya .
"Bisa minta tolong Carikan aku perawat pria ,Aku ingin membasuh tubuh ku " Ucap Gerald dengan menutup matanya berjaga jaga jika Ike dengan spontan menampar dirinya .
Namun sayang Gerald di buat kaget ketika kancing baju miliknya terasa di buka satu persatu ,Dia pun segera membuka matanya dan langsung di sambut wajah cantik yang berada dekat dengan wajahnya .
"Saya kuliah di bidang keperawatan ,Jadi saya sendiri yang akan merawat anda " Ucap Ike dengan susah payah ketika berhasil membuka pakaian pasien nya ,Terlihat maha karya indah sebuah pahatan sempurna yang terbentuk dari otot otot Gerald .
Ike tak bisa memungkiri dia merasa ada yang aneh dalam dirinya ,Jika biasanya dia hanya bisa melihat tubuh indah Gerald di layar laptop , Sekarang idolanya itu ada di depan mata dengan dengan kondisi yang sangat wanita idamkan ,Ingin rasanya dia berselfi dan memamerkan nya ke teman teman kuliahnya ,Namun sayang di tak seberani itu .
Di sepanjang gerakan yang dilakukan Ike , Fantasi Gerald berubah liar hingga ketika beda halus dan hangat itu menyapu seluruh badannya ,Dia hanya bisa memejamkan mata dan menutup mulutnya rapat rapat agar tak mengeluarkan ******* ,Yang hanya akan membuat dirinya malu setengah mati .
Setelah beberapa menit ,Ike pun selesai dengan pekerjaannya dan memakai kan baju dan celana Gerald seperti semula ,Dia melakukan dengan sangat hati hati dan terlihat sangat profesional ,Hingga sang pasien tak merasakan sakit ketika bagian kaki yang patah di angkat dengan pelan .
Setelah selesai Terdengar suara pintu diketuk ,Ike pun membukakan pintu dan menampilkan seorang gadis seumuran dengan nya membawa nampan ,Dia adalah Ika sang kembaran yang di utus Bu Retno untuk membawakan Gerald sarapan pagi .
"Tuan sarapan dulu yaa habis itu minum obat " Ucap Ike dengan membawa mangkuk di tangan nya .
"Menu apa ke ?" Tanya Gerald dengan ramah membuat Ike nampak salah tingkah .
"Bubur ayam tuan " Jawab Ike dengan meniup niup satu sendok dan menyuapkan ke arah Gerland .
Ike hanya membalasnya dengan senyuman sambil menyuap kan satu demi satu sendok ke mulut Gerald ,Gerald yang nampak sangat aktif dan cerewet beberapa kali mengajak ngobrol Ike ,Hingga tidak ada rasa canggung di antara mereka .
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Universitas intan bangsa
Di sebuah taman belakang kampus kini Sean dan Dirga nampak sibuk dengan buku masing-masing ,Mereka berdua sangat giat mengejar pelajaran ,Karena siang nanti ada ulangan harian ,yang mengharuskan mereka mau tidak mau mengejar pelajaran yang tertinggal .
"Huff " Ucap Dirga membuang nafas kasar dan menjatuhkan tubuhnya di rumput .
"Udah selesai Lo ?" Tanya Sean menoleh Dirga sekilas dan kembali fokus ke buku yang dia pegang .
"Udah ,males banget gue se entar sore ke mall Yok ,mau beli sepatu dan jam tangan gue " Ucap Dirga mengajak Sean untuk ngabuburit bareng .
"Boleh entar gue izin Tasya " Balas Sean dengan mata fokus ke buku .
Dirga menatap kesal sang sahabat yang masih fokus menatap buku ,karena gabut Dirga memutuskan untuk membuka handphone dan membuka akun Instagram miliknya ,Namun sebelum dia membuka aplikasi sejuta umat itu , Pandangan nya tak sengaja melihat wanita seksi yang berjalan tepat di depan mereka .
"Se se " Panggil Dirga membuat Sean mendongakkan kepala melibat kedepan ,Matanya terbelalak melihat wanita dengan Baju sangat terbuka melintas di depannya .
"Apaan sih Dir ,Pemandu lagu kayak gitu di liat menjijikkan " Ucap Sean dengan ketus dan kembali fokus ke kegiatan awalnya.
"Tapi cantik juga Se " Ucap Dirga nampak belum terima dengan ucapan Sean .
"Secantik apapun kalo bekas orang banyak Tetap baja barang bekas , emang Lo mau?,Ingat spesies kayak gitu jangan dideketin di lintah daratin tau rasa Lo " Tegur Sean dengan Serius membuat Dirga melengkungkan bibir nya dengan kesal .
"Lagian jadi orang tol*l banget , Sepesis kayak gitu itu di sewa bukan di nikahin " Ucap Sean dengan tajam membuat Dirga mengeluarkan dada , Membayangkan gimana jika wanita itu mendengar ucapan Sean Adijaya .
"Mending Lo deketin tuh Ika atau Ike ,Udah Soleha ,Pinter baik sama orang tua ,Daripada Sama wanita tadi ,Ingat yaa Dir kita kalangan atas tak sepatutnya mendapatkan bekakas kayak gitu ,Emang Lo mau darah daging mu terlahir dari wanita jul*Ng ?" Ucap Sean memborbardir Dirga dengan kata kata pedasnya .
"Iya iya ,Dih jadi ngeri gue amit amit lah ,Tapi kalo sewa aja boleh ?" Tanya Dirga dengan senyum membuat Sean melotot tajam ke arah nya .
"Kenapa HIV tau rasa Lo ,bayangin Lo mati muda ,Gimana perasaan om Rendra melihat putra mahkota nya terbujur kaku tak bernyawa ,Betapa sedih nya dia "
"Kalau gue mah enggak sedih lah , Apalagi Stev dapat warisan banyak dia hahahaha " Ucap Sean dengan tertawa keras membuat Dirga kembali mengelus dada untuk ke berapa kalinya .
jangan lupa like jempolnya dong and coment ,mau revisi ini Novel biar bisa di dibaca 😁