
Sebuah apartemen mewah
Pagi sudah hampir berganti dengan siang , Sinar sang Surya mulai berpijar dengan sempurna , menimbulkan efek panas jika mengenai kulit manusia .
Namun semua itu tak berefek terhadap wanita ini , dia nampak bermalas-malasan dan pulas terbenam di dalam mimpi mimpinya , namun mimpi indah nya harus terganggu , ketika suara bel pintu berbunyi tanpa henti, Mengacaukan tidur indah sang wanita .
Dengan sangat berat wanita itu membuka kelopak matanya , dia pun segera bangkit dari tidur berjalan menuju pintu , dengan hanya memakai lingerie .
Deg deg deg
Jantung wanita itu nampak berdetak dengan cepat , kelopak matanya seketika membulat dengan sempurna , dia nampak terkejut melihat banyak sekali pria berbadan besar nampak berdiri di depan pintu .
"Dengan Nona Vheelecia Kim ?" Tanya salah satu pria berbadan kekar dengan sedikit membentak , membuat kaki Vhee seketika lemas .
"Iya dengan saya sendiri , kalian siapa ?, dan mau apa ?" Tanya Vhee dengan sedikit terbata bata .
"Harusnya saya yang bertanya itu kepada anda , siapa anda ?, dan kenapa bisa tinggal di unit keluarga Adijaya ?" Tanya pria itu lagi dengan tegas , membuat Vhee mati kutu , dia Lupa bahwa Sean hanya menyuruh nya tinggal , bukan memberikan nya .
"Sa- saya teman dari Sean Adijaya , dan Sean sendiri lah yang menyuruh saya tinggal disini , jadi anda tiada hak untuk bertanya kepada saya " Balas Vhee dengan sedikit berani bagaimana pun Sean yang menyuruhnya, jadi tak ada satu orang pun yang berhak mengusiknya .
"HAHAHAHA" tawa pria itu dengan lantang mengisi lorong apartemen , Vhee pun nampaknya berhasil di buat takut , tangan nya mencengkeram kuat lingerie , hingga tanpa sadar dia sudah membuatnya sobek .
"Asal anda tau seluruh aset tuan muda Sean , mulai sekarang di bawah kendali nona muda Tasya , dan beliau memerintahkan anda untuk angkat kaki dari apartemen ini , dan satu lagi mulai sekarang jangan harap mendapatkan uang dari tuan muda " Ucap pria itu memperingatkan Vhee dengan mencengkeram leher wanita itu , hingga dia kesulitan bernafas.
"Saya kasih waktu dua jam , jika anda masih belum keluar juga , kami tak segan mengirim anda ke sang kuasa "
🍂🍂🍂🍂🍂
Rumah sakit Aditama
Di sebuah ruangan VVIP , kini terlihat banyak orang, teman teman Anton nampak sudah berkumpul dengan lengkap , jay datang menjenguk Tasya dan Sean bersama Diah , begitu pula Sarah dan Rendra mereka dua menyempatkan datang di tengah kesibukan mereka .
"Wah wah sebentar lagi ada yang mau menggedong cucu nih " Ledek Jay kepada dua sahabatnya , sedangkan Rendra dia hanya tersenyum dan menyimak obrolan mereka .
"Ngomong aja kalo iri , iya gak Lex ?" Balas Anton dengan mengajak Alex bersekutu dengan nya .
"Iya udah tua belum punya cucu , entar kalo tiba tiba mati nyesel Lo belom bisa gendong cucu " Tambah Alex dengan kata kata tajam nya .
"Astaga mulut Lex , amit amit lah gue sehat gini yaa kali tiba tiba mati " Jawab Jay dengan mengelus dada , serangan yang lain hanya menyimak dan tertawa .
"Umur kan gak ada yang tau Jay " balas Alex masih tak mau kalah ,membuat Jay hanya bisa diam menahan kesal dengan ejekan sang sahabat .
"Ohh yaa Natan belok kesini ?" Tanya Sarah ketika dia ingat bahwa Nataniel telah kembali ke tanah air .
"Dia lagi sibuk fiting baju dengan Helena , karena bentar mereka akan melaksanakan akad nikah " Jawab Sindi membuat semua orang terkejut , termasuk Tasya dan Sean .
"Apa tidak terlalu terburu buru ?" Tanya Rani dengan sedikit kawatir , pasalnya dia mengetahui sepak terjang Helena , meskipun bukti menunjukkan bawa helana tak sepenuhnya salah , namun dia masih cukup was was .
Di tengah-tengah obrolan serius mereka , Bu Retno datang dengan membawa bungkusan plastik besar , yang berisikan Aneka jajanan pasar ,minuman jus dan Snack .
"Selamat siang tuan dan nyonya " Sapa Bu Retno dengan sopan dan juga sedikit sungkan , baru pertama ini dia berhadapan dengan orang orang kaya , yang biasanya hanya bisa dia liat dari televisi .
"Siang bi, oh yaa perkenalkan semua beliau Bu Retno , asisten rumah tangga Tasya dan Sean , kebetulan rumah mereka berhadapan dengan rumah Sean dan Tasya , jadi Tasya memilih nya untuk membantu mempekerjakan kegiatan rumah " Jelas Sindi membuat semua orang berkenalan dan menjabat tangan Bu Retno Secara bergantian .
Sebenarnya bu Retno sangat canggung , namun dia juga terharu bisa diterima di lingkungan mereka .
"Ini tuan dan nyonya silahkan dinikmati " Ucap Bu Retno dengan meletakkan beberapa aneka jajanan dan minuman .
Setelah beberapa lama mereka mengobrol dan berdiskusi tentang usulan Tasya , mereka menyetujui jika Tasya mengendalikan seluruh harta Sean , bagi Alex dan Rani sendiri seluruh aset dari Adijaya , akan menjadi hak milik dari anak anak Tasya dan Sean , Hinga mereka gak mempersalahkan itu semua, dan untuk Maslah Vhee Tasya sendiri yang menyelesaikan nya .
"Masih pusing ?" Tanya Tasya kepada Sean Ketika seluruh keluarga sudah pulang , meninggalkan dirinya dan Sean saja karena Bu Retno izin pulang terlebih dahulu .
"Enggak sih cuman sedikit mual , sama pingin makan yang pedes pedes dek " Jawab Sean dengan menikmati belaian lembut Tasya di puncak kepalanya .
"Yaahhh kamu malah yang ngidam mas " Ucap Tasya dengan mengacak-acak rambut Sean , membuat pria itu nampak terkekeh dan menangkap telapak tangan Tasya , menaruhnya di kedua pipi .
"Mungkin baby nya tau , kalo bapaknya banyak dosa jadi dia mau memberi sedikit hukuman , bayangin aja kalo kamu yang ngidam dek , setiap bangun pagi muntah , siang muntah sore muntah , itu akan menyiksa dan aku enggak mau kamu tersiksa , jadi biar aku saja yang tersiksa " Ucap Sean dengan mendongakkan kepalanya menatap wajah cantik Tasya dari bawah .
"Ishhh gombal tau deh , sejak kapan seorang Sean Adijaya pinter gombal , jadi pingin cium " Ucap Tasya dengan menghadiahi sang suami dengan ciuman yang bertubi-tubi .
🍂🍂🍂🍂🍂
Kantor pemerintah negara
"Apa , dia mau menikah dalam waktu dekat ?" Tanya Richard dengan terkejut sekaligus marah , bagaimana bisa dua mantan istrinya menikah dalam waktu hampir bersamaan .
Entahlah dia terlalu egois , hingga menimbulkan rasa iri dan benci dengan dua wanita yang pernah mengisi hatinya .
"Selidiki kapan mereka akan menikah , aku tak akan membiarkan wanita itu bahagia " Perintah Richard kepada para bawahannya .
Para anak buah pun segera pergi menjalankan tugas , meninggalkan sang bos yang kini tengah merenung dan memikirkan rencana busuknya .
Tak beberapa lama fokus nya teralihkan ketika bunyi ponsel memecahkan keheningan , hingga Richard mau tak mau mengangkat telpon nya .
"Hallo "
"Apa bagaimana bisa , kamu tenang saja masalah Vhee biar aku urus "
Next jangan lupa like coment and faforit 😁🙏
please coment yaa 🙏