
Rumah Sean dan Tasya
Prang .
Handphone di genggaman Tasya terjatuh , dia mematung ketika mendengar satu kenyataan mulai terkuak, jadi apa dugaan dia dan yang lain benar , Sean mempunyai hubungan dengan Vhee , dan dia ingat bahwa Sean juga menemui Vhee sebelum hari akad nikah .
Inilah yang dia takut kan , telah terjadi dengan sangat cepat , di saat benih benih cinta mulai tumbuh di hatinya , Tasya hanya bisa tersenyum miris kearah handphone .
Nindi yang mendengar nya langsung menyambar handphone Sean , namun sayang handphone nya telah pecah dan tak dapat di gunakan .
"Kurang ajar !!!!!" Teriak Nindi membawa Baskom yang tadi di gunakan mengopres Sean , dia mengisi penuh baskom itu dengan air dingin di shower .
Byurrrr
Satu ember penuh air mendarat sempurna di kepala Sean , pemuda itu langsung terbangun dari tidurnya , dia nampak terkejut dengan apa yang dilakukan Nindi .
"Gila Lo yaaa " Teriak Sean tak terima dia nampak marah dengan tingkah Nindi , yang menurut dia gak manusia wi .
"Dasar binatang tak tau diri , gue bunuh Lo !!!" Teriak Nindi menggebu gebu , untung saja Stev dan Dirga segera mencegah Nindi , bagaimana pun juga mereka tak mau terjadi yang tidak tidak dengan Sean .
"Apa maksud Lo haaaaah !!!!" Sean masih tak terima , meskipun tenaganya belum pulih namun suara Sean tak mau kalah dari suara Nindi , yang terus melantunkan sumpah serapahnya.
Sean beralih ke arah Tasya yang tengah berdiri mematung , dengan air mata yang terus bercucuran dari sumbernya , Sean nampak terkejut melihat sang istri tercinta menangis , ada apa ini ?, apa dia melewatkan sesuatu .
"Dek " Panggil Sean dengan bersusah payah bangkit dari tidurnya ,dengan sekuat tenaga dia berjalan menghampiri Tasya , dia berniat memberikan pelukan hangat Agar sang istri tenang.
"Berhenti !!!" ucap Tasya dengan penuh penekanan membuat Sean Terkejut .
"Dek ada apa ?" Tanya Sean dengan pelan , sebenarnya dia merasakan sakit yang amat dalam di kepalanya , namun dia mencoba untuk menahan , demi mendapatkan penjelasan dari mereka .
"Apa maksud kamu penjebak ku Se?" Tanya Tasya two the points .
"Apa maksud mu ?" Tanya Sean mulai terpancing ketika Tasya menyebut namanya tanpa embel-embel apa pun .
"JANGAN BERLAGAK BODOH , APA MAKSUD KAMU MENCAMPUR OBAT PERANGSANG ITU HAAAH ???" teriak Tasya tepat di depan muka Sean .
Sean nampak terkejut dan juga takut , dia tak menyangka rahasia besar nya , terungkap begitu cepat , dia hanya mampu menundukkan kepala , tanpa menjawab Atau pun menyangkal .
"JAWAB SE !!!"Bentak Tasya kehilangan kendalinya , entahlah dia sangat kecewa dengan sosok suaminya itu .
"APA SALAH GUE SE , KENAPA KAMU BEGITU TEGA haah " teriak Tasya sedikit melemah di akhir kata , Sean pun nampak tak tega dengan wanita yang dia cintai nya itu , namun apa boleh buat disini dia lah pelaku utamanya .
"CUKUP BERMAIN MAIN NYA , GUE NGAKU KALAH LO MENANG , SEKARANG LO BISA BERSENANG SENANG DENGAN WANITA MURAHAN ITU , BAHKAN LO SENDIRI BERBOHONG DENGAN MENEMUINYA DI HARI PERNIKAHAN KITA " Teriak Tasya membuat semuanya Terkejut termasuk Sean , dia nampak belum begitu paham dengan semua masalah , yang menimpa nya saat ini .
"Apa maksud mu dek , aku memang menjebak mu , itu semua aku lakukan karena kau cemburu , aku cemburu dek saat kamu berduaan sama Dirga , aku cemburu saat kamu memperlakukan Dirga dengan lembut , berbeda saat dengan ku , dek aku sayang sama kamu " Ucap Sean dengan pelan karena seluruh tenaga belum pulih , ditambah sakit di kepala membuat dia merasakan siksaan yang sangat luar biasa .
Tasya nampak tersentuh , namun dia buru buru untuk menghapus rasanya , egonya berkata dia Tasya Putri Pratama , tak akan pernah berebut pria meskipun dia sendiri sangat mencintai .
"Gue mau kita cerai SE " Ucap Tasya dengan lembut dengan tersenyum Hangat ke arah Sean .
Semua orang nampak terkejut , terlebih Sean pria itu bagaikan tertimpa sebongkah batu , hingga dirinya mati seketika .
Tasya nampak pergi dari kamar , dengan susah payah Sean mengikuti Tasya dan mencoba menggapai nya , namun sayang Tasya malah berlari .
"Tasya awas!!!!!!!!!! " Teriak Nindi dengan keras .
Brukkkkkkkk
Darah segar tak mengalir membuat Nindi ,Stev dan Dirga histeris .
🍂🍂🍂🍂🍂
Di sebuah cafe bintang lima
Di sebuah cafe dan resto kini kelurga Pratama tengah menikmati makan siang mereka , mereka baru saja menghabiskan waktu untuk berbelanja , tak lupa Sindi membelikan putranya sepasang cincin , karena mereka akan berniat melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat .
Sindi dan Anton menyetujui pernikahan sang putra , mereka juga telah mendapatkan bukti bahwa helana adalah korban , tidak seperti yang mereka dengar sebelum sebelumnya .
Helena tampak terharu dengan keluarga bahagia sang calon suami , dia tak henti hentinya mengucap syukur karena telah dipertemukan , dengan sang kekasih yang sangat baik dan mampu menerima nya , apa adanya .
"Jadi kapan kalian melangsungkan pernikahan ?" Tanya Anton setelah selesai makan siang , Natan dan helana pun nampak saling pandang namun di detik kemudian mereka tersenyum bersama , membuat Sindi yang melihatnya nampak bahagia dengan kehangatan kedua pasangan itu .
"Secepatnya pah , kami harus mempersiapkan yang lain lain juga kan ?"Ucap Natan disambut senyuman oleh Anton .
"Kalian akad aja dulu , untuk resepsi nya nanti berbarengan dengan Tasya dan Sean " Usul Anton karena mereka juga masih mempersiapkan resepsi Tasya dan Sean , yang akan mereka langsungkan sebentar lagi .
"Iya sekalian aja nak , lagian kalian saudara kembar jadi hal yang lumrah " Tambah Sindi membuat Natan memandang helana , seolah meminta pendapat , helana pun menjawab dengan anggukan tanda setuju .
"Iya kami setuju pah mah " jawab Natan membuat kedua orang tua itu lega , sebenarnya tak apa mereka melangsungkan resepsi terpisah , tetapi Anton merasa tak etis untuk melaksanakannya dalam waktu yang cukup berdekatan .
Mereka melanjutkan obrolan mereka membahas pernikahan Natan dan Tasya , Natan juga setuju dengan usul sang papah , yang memerintahkan untuk melangsungkan akad terlebih dahulu .
Di tengah obrolan mereka , terdengar dering handphone memecah suasana , rupanya handphone Sindi mendapat panggilan telepon .
"Hallo ?" Ucap Sindi mengangkat panggilan telepon .
"Apa !!!!!!!!" teriak Sindi terkejut menerima panggilan dari Nindi yang tengah panik .
"Ada apa ?"Tanya Anton dengan penasaran dan Kawatir .
"Tasya di bawa kerumah sakit pah " Jawab Sindi dengan tangisan histeris .
🍂🍂🍂🍂🍂
di sebuah kamar di apartemen .
"Om hati hati yaa disana , jangan lupa makan , jaga kesehatan dan yang paling penting jangan nakal nakal " Ucap Vhee dengan genit membuat Airlangga gemas dan menghadiahi ciuman berkali kali .
"Aku akan jaga diri , kamu disini jaga hati yaa " jawab Airlangga dengan senyum bahagia .
jangan lupa like coment and faforit 🙏😁