My Cute Little Husband

My Cute Little Husband
Aku minta tanggung jawab



Rumah sakit Aditama .


Disebuah kamar terlihat dua orang tengah terbaring lemah disana , sebenarnya masih ada Stev dan Nindi tetapi mereka berdua sedang tidur di kamar sebelah , sungguh membanggakan bukan, Disaat semua orang memberikan Stev dan Nindi tugas , dua remaja itu malah asik tiduran .


Tepat di tengah malam Sean mulai sadar dan mulai mengerjakan Mata , dia menyipitkan matanya ketiak cahaya terang lampu tak sengaja membuat silau , dia nampak bingung dan asing dengan tempat dia berada sekarang .


Namun ingatan nya kembali ketika dia melihat wanita cantik yang tengah tidur di ranjang sampingnya , dia seketika mengingat pertempuran panas malam itu , awalnya dia sangat menikmati malam pertamanya , namun tragedi mulai tercipta ketika Sean mengalami pelepasan yang ke tiga .


Di detik itu juga keadaan seolah terbalik , Obat yang diberikan Sean ternyata bukan perangsang saja , tetapi juga sebagai obat penambah stamina hingga para penggunanya memiliki kekuatan berkali-kali lipat .


"Maafin gue " Ucap Sean pelan dengan menahan nyeri di bagian alat vitalnya , dia sebenarnya menyesal telah melakukan hal yang sangat gila ini , apalagi dia telah mengorbankan kehormatan Tasya dalam hal ini .


Dia Ingin sekali menggapai tangan Tasya dan menggenggamnya , namun sayang dia tak cukup tenaga untuk bisa bangkit dan mendekat ke arah ranjang Tasya .


Hampir menuju pagi Sean terus memandangi wajah cantik Tasya , entahlah ada apa dengan hatinya , dia sendiri belum bisa menyimpulkan .


.


.


Cahaya pagi yang terang mulai menembus tirai rumah sakit , hingga tak sengaja membuat Wanita yang tengah tidur dengan pulasnya itu terbangun .


"Ukmmmm " Suara Tasya mulai tersadar dari tidur panjangnya .


Sama seperti Sean Dia nampak bingung melihat dimana dia berada sekarang , dia pun tak kalah terkejut saat matanya tak sengaja melihat Sean yang tidur dengan posisi menghadap dirinya.


Namun sedikit demi sedikit Tasya teringat bagaimana dia memperkosa Sean , hingga pria tampan itu pingsan untuk ke beberapa kali .


"Se " Panggil Tasya dengan pelan berharap Sean terbangun, namun sayang pria itu malah semakin pulas dalam tidurnya .


Tasya merasa haus dan ingin mengambil minum , dia bersusah payah untuk menggapai gelas yang berada di Nakas tepat di tengah tengah ranjang Tasya dan Sean .


Prangg


Benturan keras terdengar ketika Tasya tak sengaja menjatuhkan beda kaca itu , Sean yang tengah asik dalam Mimpi terbangun saking terkejutnya , tak beberapa lama para pengawal pun berbondong-bondong masuk, melihat apa yang terjadi kepada dua tuan dan nona muda mereka.


"Kenapa kak ?" Tanya Sean panik dengan mata belum terbuka sempurna .


"Apa yang terjadi Nona ?" Tanya salah pengawal tak kalah panik dengan Sean , yaa mereka semua sedang berjaga di seluruh penjuru rumah sakit .


"Bisa tolong ambilkan aku minum , aku haus " ucap Tasya dengan sungkan telah membuat keributan .


"Bentar saya ambilkan , apakah tuan muda juga haus ?" Tanya pengawal yang segera di angguki oleh Sean , dengan telaten mereka membantu Sean dan Tasya untuk duduk , hingga mereka dengan gampang untuk minum .


Setelah semuanya selesai para pengawal kembali berjaga di luar atas perintah dari Tasya .


Kini didalam ruangan hanya tersisa Sean dan Tasya saja , hingga menimbulkan kecanggungan yang sangat luar biasa bagi keduanya .


"Se " Panggil Tasya membuat Sean memiringkan tubuhnya menghadap ke Tasya .


"Iyaa" Tanya Sean dengan senyum hangatnya , seolah-olah tak masalah antara keduanya .


"Maaf yaa " ucap Tasya dengan tatapan sendu , Sean yang melihatnya merasa sangat bersalah, tetapi dia juga takut untuk mengakui perbuatannya.


"Iyaaa " Jawab Sean dengan senyum , membuat Tasya terkejut tak percaya bagaimana Sean tak marah padahal dia sudah merenggut perjaka nya .


"Enggak , malah kakak yang seharusnya marah karena telah kehilangan keperawanan nya , kalo cowok kan gak bakal ngefek " Jawab Sean memperjelas kan.


Membuat otak Tasya seketika berfikir dengan keras, dia baru sadar bahwa dia lah yang paling dirugikan dalam hal ini , bagaimana dia menjelaskan pada calon suaminya nanti , dia takut di cap sebagai wanita tidak benar yang akan merusak reputasinya .


"Aku akan minta bertanggung jawab dalam hal ini , jadi aku mau kakak nikahin aku " Ucap Sean dengan sok tegas yang malah membuat cute bagi yang melihatnya .


Tasya dibuat tercengang dengan permintaan Sean yang bertolak belakang dengan ucapannya sebelumnya, bagaimana bisa seorang laki-laki meminta pertanggungjawaban pada wanita , dan apa ini dia seolah-olah sedang marah dengan wajah imutnya .


"Mau tidak mau aku kakak harus nikahi aku " Ucap Sean lagi ketika Tasya hanya terdiam tanpa mengeluarkan suara .


🍂🍂🍂🍂🍂


Rumah keluarga Kusuma.


Di sebuah ruang makan terlihat dua pria sedang makan dengan khidmat , dua pria berbeda generasi itu nampak saling mengobrol di sela sela sarapannya.


"Apa kamu mencintainya nak ?" Tanya Rendra ketika Dirga menceritakan sosok Tasya dan kejadian memalukan tadi pagi .


"Aku belum tau apakah ini cinta atau sekedar mengagumi " Jawab Dirga setelah menghabiskan minumnya .


"Papah minta kamu berfikir dengan baik , jangan bertindak gegabah dalam memilih pasangan , karena jika kamu salah sedikitpun , itu akan berakibat fatal untuk masa depan mu , bahkan keturunan mu nantinya " Nasehat Rendra pada putra semata wayangnya , Dirga pun hanya mengangguk kan kepala tanda bahwa dia mengerti .


"Pah setelah ini Dirga izin ke rumah sakit yaa " Izin Dirga pada sang papah , pasalnya hari ini sang papah libur dia tak enak untuk meninggalkan nya .


"Menjenguk Tasya dan Sean ?"


"Iya "


"Papah ikut boleh ?"Tanya Rendra balik meminta izin .


"Tentu saja Dirga mau mengenal papah dengan mereka " Jawab Dirga dengan antusias , sebenarnya dia dan Stev merencanakan akan mengenalkan dua duda and janda ini , entahlah mereka cuman berencana dan berusaha mewujudkan nya , masalah itu terwujud Atau tidak itu urusan Tuhan .


🍂🍂🍂🍂🍂


D**isebuah apartemen**


Richard keluar dari apartemen Vhee dengan terburu-buru , dia nampak Sangat Marah ketika anak buahnya melaporkan mereka telah menemukan keberadaan Helena .


Dengan langkah cepat dia menuju lantai 1 Dimana dia memiliki satu unit disana , tak butuh waktu lama Ricard telah sampai dan disambut oleh beberapa anak buahnya .


"Dimana dia ?" Tanya Ricard Two the poin .


"Nona helana berada di kota London , Inggris tuan , disana beliau tinggal dengan salah satu pria , namun kami gagal mencari tau siapa pria itu , yang pasti pria itu ada hubungannya dengan keluarga Pratama " Ucap salah satu anak buah menjelaskan.


"Apa , ada hubungan apa bajingan itu dengan keluarga Pratama ?" Tanya Richard dengan bingung , bagaimana bisa Helena bisa mempunyai hubungan dengan musuhnya .


"Yang pasti mereka ada hubungan spesial , bahkan pria itu sudah tinggal bersama dengan nona Helena " Jawab orang itu membuat darah Richard mendidih .


"Siapkan perjalanan ke Inggris , gunakan uang negara , beri alasan bahwa aku ada tugas luar negeri " Perintah Richard dengan tegas .


next


Maaf telat up , jangan lupa like coment and faforit 🙏