My Cute Little Husband

My Cute Little Husband
Kesempatan kedua



Universitas intan jaya .


"Stev buat acara dong males nih gue " Ucap Nindi setelah Mata kuliah telah usai , dan kini dia memilih untuk berteduh di bawah pohon besar yang berada di taman belakang kampus , bersama Steven dan Tasya .


"Boleh juga sih , kebetulan enggak ada kerjaan aku " Tambah Tasya dengan menyeruput Thai tea di tangannya .


Steven nampak diam sejenak memikirkan aktivitas apa yang pas untuk mereka , di tengah cuaca yang sangat sejuk ini .


"Gimana kalo kita montoran aja , terus pergi ke pasar tradisional gitu , belanja kebutuhan dapur terus malam nya masak masak gimana ?" Usul Stev membuat Nindi melongo .


"Kalo motoran sih oke , tapi kok jatuhnya ke pasar tradisional gak nyambung banget " Ucap Nindi dengan ketus , dia sangat anti dengan pasar tradisional yang menurut nya memiliki bau yang sangat menyengat .


"Boleh juga, Tapi nanti kamu kan yang masak?" Tanya Taysa membuat Nindi memelototi nya .


"What Lo setuju ?" Ucap Nindi terkejut .


"Kenapa tidak , ini suasana baru buat kita " Jawab Taysa dengan senyum ramahnya.


"Tau tuh maunya ke mall mulu , sekali - kali ke pasar tradisional itung-itung menambah rejeki pedagang disana " Ucap Steven dengan menyorot tajam Nindi .


"Iya deh iya " Ucap Nindi akhirnya nyerah , toh apa yang di ucapkan Tasya dan Steven ada benarnya juga .


"Oke let's go , kita ke rumah gue dulu ambil montor " Ucap Stev bangkit dari duduknya dengan membawa ransel di pundaknya .


Tasya dan Nindi segera beranjak dari duduknya mengikuti Stev , yang sudah terlebih dahulu jalan di depannya , saat akan sampai parkiran langkah mereka terhenti ketika Dirga memanggil mereka .


"Kalian mau kemana ?" Tanya Dirga dengan sedikit ngos-ngosan , setelah berlari mengejar Tasya ,Nindi dan Stev.


"Nah pas nih , Lo ikut kita kuy " Tawar Steven secara langsung ketika melihat Dirga .


"Kemana ?" Tanya Dirga dengan bingung .


"Ke rumah Stev ayok " Ucap Tasya mengajak Dirga gabung bersamanya .


Tanpa pikir panjang Dirga langsung setuju , dia segera masuk kedalam mobil dan menjalankan nya bergabung dengan iring iringan mobil Tasya , Nindi dan Stev .


Disepanjang jalan mobil mereka melesat dengan cepat , setelah patwal membukakan jalan untuk rombongan mobil mewah tersebut .


Tak butuh waktu lama , mereka telah sampai di sebuah Rumah besar bergaya Eropa calsic , mata Dirga membulat sempurna ketika Sampai di garansi pribadi keluarga Ghipson , disana berjajar beberapa mobil mewah dan juga banyak montor dengan type yang berbeda-beda.


"Welcome me home "Ucap Stev .


Dirga nampak mengapsen satu satu koleksi Dari Steven , dari jenis montor calsic hingga moge dia punya .


"Oke kita langsung saja , gue boncengan sama Nindi dan Tasya sama Dirga , gimana setuju?" Tanya Stev kepada sahabatnya .


Nindi dan Taysa nampak menganggukkan kepala tanda setuju , tapi tidak dengan Dirga pria itu nampak belum paham dengan apa yang di ucapkan oleh Steven .


"Dir , are you ok ?" Tanya Stev melihat Dirga tampak kebingungan .


"Wait wait , kita mau ngapain sih ?" Tanya Dirga dengan menatap satu persatu Tasya Nindi dan Stev .


"Astaga , kita mau montoran habis itu ke pasar tradisional belanja untuk bahan masak masak nanti " Ucap Stev menerangkan , membuat Dirga nampak antusias .


"Wah seru tuh , tapi aku tidak mau ada sedikitpun pengawalan , kalok enggak suruh aja pengawal Untuk berjaga dari jauh , gimana setuju ?" Ucap Dirga memberikan syarat .


"Setuju , ayok kita berangkat and Lo bebas mau pilih montor apa aja yang akan Lo pakai " Ucap Steven membuat Dirga senang bukan kepalang .


Rupanya Dirga memilih montor matic keluaran dari Vespa berwarna oranye , dan Steven memilih montor sama seperti type montor Dirga namun yang calsic .


"Kak pegang perut aku takut jatuh " Ucap Dirga modus dengan melingkarkan tangan Tasya ke perutnya , Tasya nampak tersipu malu dengan perlakuan dari Dirga , entah mengapa ada perasaan nyaman di hatinya .


"ehemn , Lo gak mau Nin pegang perut gue ?" Tanya Stev iri dengan keromantisan Tasya dan Dirga .


"Dih kayak drama Korea aja Lo" Ucap Nindi dengan kesal membuat Stev memanyunkan bibirnya .


Mereka akhirnya berangkat setelah ada drama di antara Stev dan Nindi , disepanjang perjalanan, Stev hanya bisa menjadi penonton dari keromantisan Dirga dan Tasya, yang nampak akrab dengan tangan Dirga yang menyentuh genggaman tangan Taysa yang melingkar di perut six pack nya .


Stev yang telah terbakar iri dengki dengan paksa mengambil tangan Nindi dan melingkarkan di perutnya , Nindi hanya diam saja ketika Stev melingkarkan tangannya , dia pun sebenarnya juga iri dengan Taysa tapi gengsi untuk mengungkapkan.


"Kak emang kita mau masak apaan sih ?" Tanya Dirga membuat Taysa memajukan wajahnya tepat di samping wajah Dirga .


"Gak tau Dir , Stev yang biasanya masak " jawab Tasya sedikit keras.


Tak beberapa lama mereka telah sampai di pasar tradisional , kebetulan pasar sangat sepi karna hari sudah sore membuat mereka agak nyaman buat berbelanja .


Steven nampak berjalan duluan memimpin untuk membeli apa aja yang akan dia masak, mungkin akan terlihat aneh ketika pria yang memilih dan membeli keperluan dapur , tapi bagaimana lagi dua wanita sosialita ini belum bisa memasak .


"Buk beli dagingnya 1kg buk " Ujar Stev kepada penjual yang tengah sibuk memotong motong daging .


"Bentar dulu yaa dek " Jawab sang penjual dengan senyum ramahnya .


"Gini aja kita bagi jadi dua kelompok , aku sama Nindi dan Taysa sama Dirga , kita bagi dua daftar belanjaan nya " Intrusi Stev kepada para sahabatnya itu .


"Sore buk " Sapa Taysa kepada ibu ibu penjual yang sedang ngerumpi itu .


"Sore mbak , mau cari apa mbak ?" Tanya ibu penjual dengan ramah .


"Cari mertua buk , ibuk mau gak jadi mertua aku " Canda Dirga membuat semua orang yang ada disana tertawa mendengar celoteh Dirga , dengan wajah sok imut itu .


"Wah rejeki nemplok ini , tapi sayangnya anak ibuk laki semua , sama ibu aja gimana ?" Balas ibu itu dengan kembali bertanya , langsung membuat Dirga membulatkan mata .


"Ohh gak jadi terimakasih " jawab Dirga dengan memamerkan gigi putihnya, dibalas tawa malu oleh ibu yang tadi .


"Oh yaa buk , saya mau beli 1kg bawah merah ,1kg bawang putih , 500 gram cabe merah yang besar , 100 gram lengkuas , kemiri sama cengkeh, Itu buk ada semua gak ?" Ucap Tasya mengabsen semua daftar belanjaan nya .


"Aman mbak disini mah lengkap , tenang saja " jawab ibu penjual dengan bangga karena semua barang yang Taysa cari semuanya tersedia .


Tak butuh waktu lama barang yang mereka berdua cari sudah lengkap , Stev pun sudah memberi kabar bahwa dia dan Nindi sudah menunggu di parkiran .


Dengan gentle Dirga membawa belanjaan Tasya dan mengikutinya dari belakang , namun saat dalam perjalanan , mata Dirga menangkap aneka jajanan pasar yang membuat jiwa makan nya bergejolak.


"Loh Dirga mana Sya ?" tanya Nindi ketika mendapati Tasya kembali sendirian , Taysa juga tak kalah bingung pasalnya yang dia ingat Dirga berjalan di belakangnya membawa belanjaan .


🍂🍂🍂🍂🍂


Rumah sakit Aditama


"Sarrrr " panggil seorang pasien dengan suara serak baru saja sadar dari tidurnya .


Walaupun terdengar sangat pelan , Sarah langsung menoleh melihat sang mantan suami telah bangun dari pingsannya , dia nampak membuang nafas kasar sebelum melangkah mendekati ranjang Richard .


Berbeda dengan Sarah , Ricard nampak tersenyum melihat ibu dari Anaknya itu ada di depan matanya , dan tak bisa di pungkiri rasa sayang yang dulu pernah ada masih tersisa di dalam hatinya , walupun itu tak berguna untuk hubungan mereka berdua .


"Saya tadi kesini karna disuruh asisten kamu " Ucap Sarah memberikan penjelasan , dia sendiri tidak mau kalau mantan suami nya itu berpikir yang tidak tidak .


"Thanks " Jawab Richard berubah menjadi muram , dia mengira jika Sarah masing peduli kepada Nya namun semua itu bagaikan terhempas begitu saja , ketika mendengar ucapan dari Sarah .


"Saya harap kamu tidak berbuat yang tidak-tidak , itu akan membahayakan diri anda sendiri dan yang lain " ucap Sarah berlalu kembali ke sofa yang sedari tadi dia duduki mengambil tas kebesarannya .


"Saya pamit dulu" Pamit Sarah kepada Richard dan melangkah hendak keluar .


"Sarah " Panggil Richard membuat Sarah mengentikan langkahnya sejenak .


"Apakah tidak ada kesempatan kedua bagi ku ?" Sebuah kata kata berhasil lolos dari mulut Ricard , kata kata yang membuat dirinya merendahkan harga dirinya sendiri .


Sarah segera pergi melanjutkan langkahnya tanpa menjawab bahkan menoleh kearah Ricard , di sepanjang lorong rumah sakit air matanya mengalir deras hingga meninggalkan jejak .


"Brengsekkkkkkkk , kamu yang mengkhianati ku sekarang kau sendiri yang meminta kembali !!!!" Teriak Sarah setelah sampai di dalam mobil .


"Dan bodohnya perasaan ku masih sama setelah kau sakiti " Ucap Sarah dengan tersenyum miris .


🍂🍂🍂🍂🍂


Disebuah apartemen


Di dapur Susana sangat lah ramai dengan tingkah empat remaja yang tengah bertempur di dapur , padahal hanya Steven saja yang berkontribusi besar dalam memasak kali ini , namun tingkah Nindi dan Dirga membuat Taysa dan Stev menggelengkan kepala .


Mereka berdua tak henti hentinya berebut aneka jajanan pasar yang tadi di beli oleh Dirga , sebenarnya masih banyak aneka jajanan yang lain , tapi dengan keisengan Nindi yang sangat luar biasa , dia mencoba menjahili dan membuat kesal Dirga , yang memberikan kesenangan sendiri buat Nindi .


"Udah udah ayo makan rendang nya udah siap " Ucap Tasya melerai kedua anak manusia itu .


"Yaudah nih makan aja " Ucap Dirga mengalah dengan ekspresi imutnya membuat Nindi dengan gemas mencubit pipi putih Dirga sampai memerah


"Auhhhh sakit looooo" Teriak Dirga dengan kesal malah membuat Nindi tertawa terbahak-bahak .


Mereka akhirnya selesai makan malam dan memilih pulang ke rumah Stev mengambil mobil mereka masing-masing .


Disepanjang perjalanan Tasya melingkarkan tangannya di Perut Stev dan mengobrol kesana kemari , membuat baper semua orang yang melihatnya , seperti seseorang yang tengah mengikutinya dari belakang .


"Stev Dir , kita pulang dulu ya" pamit Tasya sebelum masuk kedalam mobil .


"Papay Stev , and papay dedek gemes muachhh" Ucap Nindi mulai menjalankan mobilnya .


"Dih menjijikkan " balas Dirga dengan geli .


"Lo nginep sini aja Dir , mau yaaa " Ucap Steven kepada Dirga , membuat Dirga berfikir sejenak kebetulan Daddy nya sedang keluar kota jadi dia pikir tidak apa apa .


"Boleh enggak ada temen juga aku di rumah .


next


agak telat author lagi menikmati hari hari libur .


jangan lupa like coment and faforit 😁🙏