
Di sebuah mall terbesar di kota ini.
Pagi hari Di sebuah mall terlihat dua pasang manusia tengah berjalan dengan mesra , dia adalah Rendra dan Sarah pasangan paling booming saat ini , bagaimana tidak dua pimpinan tertinggi perusahaan besar itu , akan segera melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat .
Kisah sarah dan Rendra yang sudah diketahui publik , menjadi perbincangan hangat di Kalayak ramai , Banyak dari mereka memberikan selamat dan doa yang baik kepada dua pasangan itu , tetapi tak sedikit pula yang berkomentar nyinyir tentang hubungan mereka .
"Pak gimana kalo kita ikut liburan juga sama Stev dan Dirga , kayak nya seru " Usul Sarah pada Rendra ketika mereka berhenti di sebuah restoran untuk sarapan .
"Gak bisa dong Buk , kan kita akan sibuk untuk hari hari kedepan , banyak yang harus dikerjakan untuk mempersiapkan wedding kita " Tolak Rendra dengan lembut membuat Sarah yang tadinya ingin protes , menjadi luluh.
"Oke oke ayo kita sarapan , bentar lagi waktunya fiting baju kan ?" Tanya Sarah mengingat jadwalnya hari ini .
"Santai saja toh kita banyak waktu luang kan untuk hari ini " Jelas Rendra dengan lembut membuat Sarah lagi lagi terpesona dengan duda anak satu itu .
Mereka akhirnya memulai kegiatan makan pagi mereka , Mereka berdua terlalu fokus pada makanan hingga tak menyadari ada satu pasangan mata , yang sedang memantau mereka dengan tatapan benci .
Dia adalah Richard , dia tak sengaja bertemu dengan mantan istrinya itu , ketika dia ingin menghadiri meeting yang kebetulan berada di satu restoran , Dimana Sarah dan Rendra menghabiskan sarapan pagi.
Entahlah ada apa dengan dada Richard, Dia merasakan sakit yang begitu dalam , melihat sang mantan mampu berbahagia disaat dia sedang dilema .
"Tak kan ku biarkan kau merebut nya Rendra , aku akan kembalikan milikmu ,dan aku akan mengambil kembali apa yang telah jadi milikku " Ucap Rendra dengan sorot mata tajam, sebelum berlalu menuju ruangan yang telah dia booking.
🍂🍂🍂🍂🍂
Mansion keluarga Ghipson
"Dir Lo bawa sepatu berapa ?" Tanya Stev ditengah - tengah kesibukan Dirga mengemas barang barang nya .
"Aku bawa dua pasang saja kak , kan cuman dua hari kan " Jawab Dirga masih sibuk dengan kegiatannya .
"Aku titip sepatu satu boleh ?" Tanya Stev kepada Dirga , Karena koper Stev sudah penuh dengan beberapa perlengkapan , hingga dia meminta bantuan Dirga .
"Boleh sini " Ucap Dirga meminta sepatu Stev .
"Nih " Ucap Stev memberikan sepatu nya kepada Dirga .
Mereka nampak sibuk dengan kegiatan paginya , hingga tanpa mereka sadari hari sudah menjelang siang , dan naas nya lagi mereka lupa untuk sekedar sarapan pagi.
Dengan cepat Stev dan Dirga menuju ke kamar mandi , mereka berdua segera membersihkan diri dengan waktu secepat mungkin , bahkan Dirga hanya menguyur tubuhnya tanpa membersihkan dengan sabun .
"Yaah lauknya udah dingin kak " Ucap Dirga dengan lesu , melihat makanan di hadapannya sudah dingin .
"Yaudah kita keluar aja cari makan " Ajak Stev kepada adiknya yang tengah merajuk .
"Males lah , panas gini sayang skincare gue " Jawab Dirga dengan lesu karena menahan lapar .
"Kita makan di warung pecel depan komplek gimana , katanya enak dek ?" Tanya Stev mencoba membujuk adiknya.
"langganan para ojek itu bukan?" Tanya Dirga memastikan .
"Iya " Jawab Stev mengagukan kepala .
"Ayok bawa sepeda aja kak , sekalian kita keliling komplek nanti " Usul Dirga membuat yang di setujui oleh stev , bagaimana pun juga dia sudah sangat lama , ingin bersepeda namun sayang dia tak punya teman untuk dia ajak .
Dua pria itu nampak bergembira mengayuh pedal sepeda masing-masing , Canda Dan tawa menghiasi di sepanjang jalan , membuat semua orang yang melihat mengira kalau mereka saudara kandung .
"Hay semua " Sapa Dirga dengan sok kenal, membuat semua orang yang tadinya panik menjadi sedikit berkurang.
"Selamat siang taun muda " Sapa mereka kepada Stev dan Dirga , yang dibalas senyum tampan oleh keduanya .
"Nek mau makan doang "Ucap Dirga sangat antusias ,membuat Stev yang ada disampingnya nampak gemas .
" Mau makan sama apa nak ?" Tanya nenek penjual dengan sopan , nenek itu tampak biasa saja karena memang tak mengenal siapa dua pria di depannya , berbeda sama yang lain mereka sudah paham betul siapa Dirga dan Stev .
"Aku mau sama pecel , terus lauknya paha ayam , telur dan telur puyuh itu dan jangan lupa sambel nya dibanyakin " usul Dirga sebelum pergi mencari tempat yang pas untuk mereka .
"Saya sama aja nek sama adek saya , dan tambah minum nya es campur yaa nek , tapi enggak pakai alpukat karena saya enggak suka " Ucap Steven .
"Mohon ditunggu ya nak " Jawab nenek itu kepada Stev .
Mereka memilih duduk di luar dengan beratapkan pohon rambutan , membuat Susana menjadi sejuk dan nyaman .
"Ngomong ngomong , yang lain jadi ikut kan ?" Tanya Stev disela-sela menyendok es campur ke mulutnya .
"Jadi mereka sudah siap siapa kok , tinggal berangkat aja nanti malam " Jawab Dirga dengan mulut dengan sabar mencari sisa sisa daging yang menempel di tulang .
"Bagus jadi tambah seru nanti , oh yaa Lo nanti jangan kaget ya" Ucap Stev memperingatkan .
"Kaget kenapa ?"Tanya Dirga dengan penasaran .
"Nanti saat Tasya belanja pasti banyak banget , dan Lo, gue dan Sean harus siapa untuk membatu membawakan belanjaannya "Jawab Stev membuat Dirga tercengang dengan hobby putri dari keluarga Pratama itu .
🍂🍂🍂🍂🍂
Rumah Sean dan Tasya
"Mas udah siapa belum ?" Tanya Tasya kepada sang suami yang tengah dia beri tugas mem packing bajunya sendiri .
"Udah dek , kamu udah selesai ?" Tanya Sean balik karena dia tak melihat Tasya memasukkan satu pun barang ke koper .
"Aku enggak bawa baju mas , nanti beli disana aja " Jawab Tasya sedikit ragu , karena dia takut Sean mengetahui Niat terselubung nya .
"Beli disana gitu ?" Tanya Sean yang segera di angguki oleh Tasya .
Sean sebenarnya sudah tau apa yang akan di lakukan sang istri disana , tetapi dia memilih membiarkan toh itu memang hobi dia , Sean pun tak mau terlalu mengekang .
"Dek , ini ambil yaa " Ucap Sean menyodorkan sebuah kartu kepada Tasya .
"Buat apa mas , kan aku juga punya banyak malah " Tanya Tasya menunjukkan deretan kartu kebesarannya , membuat Sean insecur dibuatnya .
"Buat belanja kamu , kamu terima yaa mulai sekarang mas yang akan mencukupi kebutuhan kamu , Jagan nolak kerena itu kewajiban mas sebagai suami " Jawab Sean mejelaskan .
"Yuadah adek terima , makasih banyak yaa mas " Ucap Tasya memeluk suaminya itu dan menghadiahi nya dengan beberapa ciuman .
Next
jangan lupa like coment and faforit 🙏
Kemarin telat up kerena ada sedikit masalah , jadi sekarang aku upload dua bab , selamat membaca