My Cute Little Husband

My Cute Little Husband
Hamil



Rumah sakit Aditama


Di rumah sakit Susana sangat kacau , banyak pengawal berdatangan dari berbagai perusahaan besar , di depan ruang unit gawat darurat , terlihat banyak sekali para anggota keluarga berkumpul .


Sindi nampak menangis melihat sang putri yang terbaring dengan lemas , Helena pun tak henti hentinya mengusap punggung Sindi , membuat semua orang tersetuh dengan calon mantu keluarga Pratama itu .


Tak jauh beda dari Sindi , Rani juga nampak bersedih namun dia tak sampai menangis seperti Sindi , entahlah mungkin rasa kecewa dan malu atas perbuatan Sean , mampu menutup semua perasaan nya .


Nindi sudah mejelaskan dengan detail , dari penjebakan Sean dan perselingkuhan Sean dan Vhee , Nindi juga sudah memiliki bukti jika Sean mengirimkan beberapa uang dalam waktu terakhir ini , dan tak cukup itu saja bukti cctv saat Sean datang ke apartemen juga dia dapatkan, dan yang paling parah Sean menemui Vhee di saat dirinya dan Tasya menjelang akad .


Anton dan Natan sangat marah dengan perlakuan Sean , bagi mereka ini penghinaan keluarga Pratama , tetapi Anton tak langsung ambil tindakan , dia masih terlalu kawatir dengan perkembangan Tasya .


Setelah beberapa lama , dokter keluar dari ruang UGD berjalan menuju pemilik rumah sakit berada , dengan hati hati dia memberikan hasil pemeriksaan nya .


"Selamat siang taun Anton tuan Alex , saya sudah memeriksa keadaan nona muda Tasya dan tuan muda Sean , disini taun muda Sean yang paling parah , dia mengalami benturan yang sangat keras di kepala , untung saja lantai rumah ada karpet yang tebal , yang mengakibatkan memberikan rendaman saat benturan itu terjadi , tetapi untuk efek yang selanjutnya kami belum bisa memastikan sebelum tuan muda bangun , dan untuk sekarang beliau sudah bisa di pindahkan ke ruang inap " Jelas sang dokter tentang hasil pemeriksaan nya terhadap Sean.


"Utuk nona muda tidak ada hal yang Serius, mungkin karena tuan muda dengan cepat menggantikan posisi nya , hingga nona muda dan kandungannya berhasil selamat "


Duarrrrr


Ucap dokter mampu membombardir seluruh orang disana , di saat yang genting ini muncul sebuah fakta yang menggembirakan , Alex dan Anton nampak saling pandang mendengar penjelasan dokter .


Tak beberapa lama Tasya dan Sean sudah di pindahkan ke ruang rawat khusus keluarga Pratama dan Adijaya , mereka memutuskan untuk menggabungkan mereka dalam satu kamar, awalnya Natan menolak dengan keras, namun Helena dengan cepat meredam emosi sang kekasih , Hinga dia luluh dan menyetujui nya .


Mereka semua duduk di sofa yang telah disediakan , hampir seluruh teman datang kecuali Jay dan Diah karena mereka berada di luar negeri sekarang , sedangkan Sarah dan Rendra masih dalam perjalanan .


Di tengah keheningan Dirga nampak memandang seorang wanita , wanita yang telah melahirkan dan meninggalkan nya , dia sekarang ada dihadapannya , Dirga ingin memeluk nya namun rasa benci membuat dia gengsi , untuk menghampirinya .


"Dia tak sepenuhnya salah dik, coba berbicaralah dengan nya , siapa tau kamu bisa mendapatkan jawab yang kamu mau " Ucap Stev ketika melihat sang adik terus menatap nanar sang ibu .


Dirga nampak menganggukkan kepala , dia segera bangkit dari duduknya berjalan menghampiri Helena , yang duduk disamping Natan.


"Apakah kita bisa bicara sebentar ?" Tanya Dirga ketika berada tepat di depan Helena , semua yang ada disana nampak fokus ke arah ibu dan anak itu , termasuk Natan dia nampak tak suka ketika ada orang asing mendekati sang kekasih .


"Kamu siapa ?" Tanya Natan membuat semua orang terkejut , berbeda dengan Dirga dia hanya tersenyum menangani pertanyaan Natan .


"Saya pastikan saya tidak akan mengambilnya, bahkan jika anda memberikannya kepada saya , saya pun tidak mau menerimanya " Jawab Dirga dengan pedas membuat Helena langsung meneteskan air mata , seburuk itukah dia di mata putranya, hingga Dirga mampu mengeluarkan kata kata itu kepada ibu kandungnya .


"APA MAKSUD MU HAAA ?" Teriak Natan terpancing dan menggenggam kerah baju Dirga , Stev pun tak tinggal diam dia langsung melepaskan cengkraman Natan , hingga Dirga terlepas .


"Ingat Saya hanya meminta satu kali ini saja , jika anda tidak mau juga tidak papa , tetepi jika anda menolak nya saya pastikan , saya tak mau berbicara satu kata pun kepada anda selamanya, ikuti saya " Ancam Dirga berlalu pergi keluar dari ruang rawat .


"kamu gak boleh pergi " Ucap Natan menarik tangan Helena .


"Dia putra ku , dia lebih berhak atas diriku " Ucap Helena dengan tatapan tajam , hingga Natan melepaskan genggaman nya hingga dia bisa pergi menyusul Dirga .


Ditengah lamunan Natan , Tasya nampak membuka mata sedikit demi sedikit , semuanya orang puk segera mendekat , terlebih Natan dia langsung menggenggam tangan Tasya , dan mencium nya beberapa kali .


"Kakak "ucap Tasya dengan pelan karena terhalang dengan alat bantu pernapasan .


"Kakak disini , mana yang sakit ?" Tanya Natan dengan penuh perhatian , sudah cukup dia jauh dari sang adik , dia tak mau mengulangi kebodohannya itu .


"Kak Sean jahat " Ucap Tasya dengan pelan begitu menyayat hati pengedar nya , air mata pun sedikit demi sedikit mulai keluar , melambangkan betapa hancur wanita itu .


"Apa yang kau inginkan dek ,disini didalam sini sudah ada malaikat kecil , malaikat penerus keluarga Pratama , impian mu sebentar lagi tercapai sayang , sekarang kau sudah mendapatkan nya , jadi lepaskan suami mu biarkan dia bahagia dengan wanita pilihannya " Ucap Natan dengan lembut , sebenarnya Alex ingin memotong namun dia sadar, disini Sean sudah sangat kelewatan, dia mencoba berbicara dengan anton dan menunggu keputusan Tasya .


"Pah , mah , om ,Tante " Ucap Tasya memanggil Anton , Sindi , Alex dan Rani, mereka nampak semakin mendekat ke samping Tasya , karena suara Tasya yang sangat pelan .


"Kamu mau bicara dengan kami nak ?" Tanya Alex dengan lembut , hingga tak terasa buliran bening mulai menumpuk di kelopak matanya .


"Tasya mau cerai "


Bommmm


bom waktu mampu merobohkan pertahanan Alex , pria itu langsung menangis di pelukan sang istri , dia telah gagal mendidik sang putra , hingga dia menyakiti wanita sebaik Tasya , dan melukai kepercayaan sang sahabat nya .


🍂🍂🍂🍂🍂


Di sebuah kantin rumah sakit


"Apa anda ingin menjelaskan sesuatu ?" tanya Dirga ketika berhadapan dengan seorang wanita , wanita yang paling dia benci dan dia rindukan .


"Maaf " Hanya satu kata lolos dari bibir seksi Helena , entahlah dia tak mampu berbuat apa apa dengan darah dagingnya .


"Kenapa ?, apa anda menyesali perbuatan anda ?, apa sehina itukah saya hingga anda meninggalkan seorang bayi yang masih butuh asi , demi pria yang anda cintai anda rela membuang bayi tak berdosa , saya tak pernah menyesal tak memiliki ibu , Saya bangga mempunyai seorang papa yang hebat , dan anda perlu tau Saya malu mempunya ibu seorang wanita murahan "


next jangan lupa like coment and faforit 😁🙏


Huff giamana ada Maslah gak sama alur ?, terlalu cepat atau malah lambat , coment pendapat kalian