
🍂🍂🍂🍂🍂
Malam yang dingin ditambah awan mendung , membuat jiwa tidur manusia meronta ronta , begitu pula dengan sepasang pengantin baru ini , mereka tampak asik dengan film yang mereka tonton di balik selimut .
Tasya nampak antusias dengan fokus ke layar televisi , berbeda dengan Sean pria itu nampak asik dengan menjadi cosplay bayi , yang sedang meminum asi dengan sangat haus.
"Se jangan gitu ah ,geli Lo " Tegur Tasya kepada Sean yang tengah bermain di gunung kembar nya .
"Sa SE sa SE , gak sopan tau gak , panggil apa kek gitu kan aku suami sekarang " Jawab Sean dengan kesal , berhenti melakukan kegiatan baru untuk sejenak.
"Utu Utu Utu , gemes banget sih brondong aku" ucap Tasya menoel Noel pipi Sean dengan gemas .
Sean nampak menikmati sentuhan jahil Tasya dengan memejamkan mata , entahlah dia sangat bahagia beberapa hari ini , Begitu pun dengan Tasya dia sedikit menyesal kenapa tidak dari dulu dia menerima perjodohan ini .
"Kak bagaimana kalo kita bikin panggilan khusus, semacam panggilan sayang gitu ?" Usul Sean membuat Tasya berfikir sejenak .
"Boleh tapi apa ?" Tanya Tasya dengan bingung memikirkan ide dari suami kecilnya itu .
"Emmm bagaimana kalo mas dan dek ,cute banget kan ?" Usul Sean dengan sangat senang , membuat Tasya ikut senang dan menyetujui nya .
"Mas Sean " Panggil Tasya dengan penuh kelembutan , membuat Sean merinding melihat bibir **** nan pink itu .
Dengan cepat Sean me ***** bibir Tasya dengan pelan , membuat Tasya naik ke atas Sean dan membalas permainan .
Mereka saling membalas satu sama lain , hingga Sean melepaskan bibirnya nya beralih ke dua benda kenyal yang ada di atas nya , l*matan dan r*masan yang diberikan Sean telah berhasil membuat Tasya bergetar dengan hebat .
Wanita itu nampak tak tahan dengan pemanasan yang dilakukan Sean , dia mencoba melepaskan tangan dan menjauh kan kepala Sean dari bagian tubuhnya itu , namun sayang Sean masih punya satu tangan untuk mencekal tangan Tasya.
"Massss" Suara parau berhasil lolos dari bibir Tasya membuat Sean senang berhasil membuat sang istri terbuai dengan permainan nya .
Dengan telaten Sean melepaskan semua kain yang menempel di tubuh TASYA , hingga menampilkan tubuh putih nan mulus , membuat siapa saja tergila-gila jika melihatnya .
Sebenarnya Tasya malu tetapi dia malah termakan jebakan Sean , Sean mulai bangkit dari tidurnya , hingga dia di posisi duduk memangku Tasya .
Tangan nya dengan sangat hati hati mengarahkan senjata pamungkas , hingga masuk ke dalam lubang kenikmatan , Tasya nampak menikmati dan mulai menaik turun kan tubuhnya , membuat Sean berteriak dengan keras menikmati apa yang Tasya lakukan .
Tangan Tasya melingkar di leher Sean dan menatap ekspresi suaminya yang tenang menikmati kenikmatan yang dia berikan , Sean tak mau kalah dia menukar posisi , dan menggoyangkan tubuhnya dengan ritme cepat .
Hampir dua jam mereka melakukan kegiatan yang melelahkan itu , entah berapa gaya dan pelepasan yang pasti mereka puas , dengan satu sama lain .
"Thanks sudah mau menjadi pendamping hidup ku , aku janji akan selalu membahagiakan kamu , dan aku berdoa semoga ada malaikat kecil disini , supaya keluarga kita bertambah sempurna " Ucap Sean mengelus perut Tasya yang tidur depan pulas tanpa sehelai benangpun .
Tak beberapa lama Sean pun ikut menemani sang istri menjelajahi mimpi, dan terdidur bersama dengan posisi berhadapan dan berpelukan .
**🍂🍂🍂🍂🍂
Di sebuah apartemen
Kini Vhee nampak senang setelah ditemani berbelanja oleh Airlangga , dia tak menyangka teman dari daddy nya itu cukup kaya juga , hingga mampu memberikan semua yang dia mau .
Dia tambah girang ketika Sean telah mengirimkan sejumlah uang untuk nya , hingga membuat Saldo miliknya makin menggedut , Vhee menjatuhkan tubuhnya di kasur king size nya , untuk sekedar mengistirahatkan tubuh yang kemarin malam dia gunakan untuk memberi kepuasan Airlangga .
Dia nampak memejamkan matanya , mencoba untuk menjelajahi mimpi , namun sayang usahanya gagal ketika perut nya tak sengaja berbunyi , membuat dia mau tidak mau untuk mengisinya .
Dia pun membuka beberapa paper bag berisi aneka barang fashion yang tak bisa terhitung nominalnya , dengan cepat dia memakai baju , sepatu dan Tas mahal yang baru saja dia beli tersebut .
"Hay om " Sapa Vhee dengan centilnya .
"Hay too mau kemana sayang ?" Tanya Airlangga mendekati Vhee dan mencium bibir nya sekilas .
"Mau makan Om , laper tadi kita lupa makan kan " Ucap Vhee dengan cemberut mengingat dia dan Airlangga terlalu asik berbelanja hingga lupa untuk mengisi perut .
"Kebetulan sekali ayo kita cari makan bersama , om juga lapar " Ajak Airlangga Dengan senang hati Vhee menerima nya .
🍂🍂🍂🍂🍂
London Inggris .
Sore ini Natan dan Helena tengah sibuk dengan kegiatan masing masing , Natan Yang tengah sibuk sibuknya dengan perusahaan nya , dan Helena yang sudah membagi waktu dengan kembali ke kerjaan nya menjadi model .
Wanita yang tak lagi muda itu dengan cantik dan sexy berjalan di atas run away , membuat semua pasang mata terlebih pria terkagum dengannya .
Helena Kim sang model itu telah kembali , membuat para fans yang dahulu menghilang kembali lagi , nama Helena pun mulai naik dengan cepat sehingga menarik perhatian para desainer dan brand untuk memakai nya .
Setelah semuanya usai Helena kembali ke apartemen dengan dijemput supir , yaa Natan telah memberikan fasilitas yang lebih dari apa yang Richard berikan padanya , membuat wanita itu tambah bersyukur telah dipertemukan oleh sang kekasih .
Sesampainya di apartemen , Helena segera Menganti baju dan memasak , karena sebentar lagi Natan pulang dan pasti akan malam di rumah .
Setelah beberapa lama semuanya telah siap , dia pun menyambut Natan yang sudah sampai dan membantu melepaskan jas dan sepatunya, Setelah itu dia beranjak ke kamar mandi menyimpan Air untuk Natan mandi , sedangkan dia memilih mandi di bawah .
"Sayang bagaimana tadi show nya ?" Tanya Natan disela sela makan nya .
"Lancar sayang , tinggal beberapa hari lagi ada fashion show terakhir di Paris , habis itu kita bisa pulang ke Indonesia " Jelas Helena .
"Oke , aku jadi tak sabar untuk pulang , dan juga kita akan menikah setelah sampai " Ucap Natan dengan gembira membuat Helena tersenyum , pasalnya dia juga takut jika dia ditolak oleh keluarga Pratama.
Masion keluarga Ghipson .
"Mana kemana sih Kak, kok packing baju ?" Tanya Dirga yang tengah tiduran di kamar Stev , yaa dia memutuskan untuk tinggal di rumah Sarah , setelah sang papah dan Sarah akan melangsungkan pernikahan .
"Ada kerjaan dek , mau fashion show " Ucap Stev masih sibuk dengan kegiatannya .
"Oh yaa Dimana kak ?" Tanya Dirga antusias, pasalnya hari libur belum selesai membuat dia gabut tidak ada kegiatan .
"Ke Paris Perancis " Jawab Stev menjatuhkan tubuhnya di kasur setelah semua selesai .
"Boleh ikut gak ?" Tanya Dirga mendekat ke arah Stev dan tidur memeluknya .
"Boleh sekalian ajak TASYA dan yang lain pasti seru " jawab Stev .
"Oke "
**Jangan lupa like coment and faforit
Budayakan coment and Like yaa semua , biar saya tau dan bisa membalas kalian , papay selamat membaca**
Kalo gak lolos lagi , udah bodo amat gua