My Cute Little Husband

My Cute Little Husband
Awal yang indah



Rumah Taysa and Sean .


Di dapur sekarang Tasya dan Sean tengah sibuk dengan beberapa macam olehan makanan ,Sean yang sudah pernah hidup mandiri saat kuliah dengan senang hati mengajari Tasya , yang belum bisa memasak sedikitpun.


Begitulah manusia mempunyai kelebihan dan kekurangan masing masing , oleh karena itu manusia diciptakan oleh Tuhan berpasang pasang , supaya bisa saling melengkapi satu sama lain .


"Kak minta tolong lumuri ayam dengan tepung bisa?" Tanya Sean kepada Taysa yang tengah asik mengulek sambal .


"Caranya ?" Tanya Taysa dengan antusias dengan ilmu baru yang akan diajarkan oleh Sean .


"Gini nanti Kakak lumuri dulu ayam nya Sama tepung yang basah ini , terus lumuri dengan yang kering , paham kak ?" Ucap Sean mempraktekkan dengan melumuri ayam .


"Oke bisa " Jawab Tasya dengan senang , entahlah satu hari pernikahan nya dia sangat menikmati , dia juga berdoa semoga hari harinya akan tetap seperti sekarang .


Sean segera meninggalkan Tasya yang tengah asik dengan acara masak-memasak nya , Dengan cekatan Sean mengambil penggorengan dan mulai menggoreng telur , dia berencana membuat telur ceplok untuk melengkapi acara makan malam nya .


Tak hanya itu pemuda itu juga mengambil satu lagi penggorengan , untuk mengoreng ayam yang telah dari tadi Taysa lumuri , kali ini Sean menyuruh Taysa yang handle , dan dengan senang hati wanita itu mengerjakan nya .


Setelah beberapa semua nya telah matang , dan siap untuk dihidangkan untuk makan malam , Tasya beberapa kali menelan ludah nya tak tahan untuk menikmati sambal mata yang sudah dia dan Sean buat .


"Makan dulu atau mandi dulu ?" Tanya Sean membuat Tasya tersadar dari fantasi nya yang sedang mukbang ayam geprek .


"Makan aja lah SE , habis itu mandi udah laper " Jawab Tasya dengan senyum .


"Oke ayok kak " Ajak Sean yang segera diiyakan oleh Tasya .


Tanpa basa basi kedua pasangan suami istri itu makan dengan lahap , apalagi Tasya wanita itu tampak sangat menikmati makanan kalangan menengah ke bawah itu .


Setelah selesai Tasya dan Sean berbagi tugas , Sean yang membawa piring Tasya yang mencuci , di saat inilah Sean nampak kagum dengan sang istri , dia tak menyangka wanita se kelas Tasya mau untuk mencuci piring, bahkan tak ada rasa jijik sedikitpun .


"Kak aku keluar bentar yaa " Izin Sean membuat Tasya berhenti sejenak dari pekerjaannya .


"Mau kemana ?" Tanya Tasya sedikit bingung .


"Ke swalayan mau beli minuman kaleng and Snack " Jawab Sean membuat Tasya menganggukkan kepala tanda mengiyakan .


Sean pun segera keluar dengan mengendarai motor , entahlah dia sedikit tak nyaman jika membawa mobil untuk keluar , yang pasti akan menjadi pusat perhatian warga sekitar .


Tak butuh waktu lama dia akhirnya sampai di minimarket , dia pun segera masuk ke dalam mengambil keranjang , dan memulai kegiatan berbelanja nya .


Sean nampak menikmati kegiatannya , hingga dia harus sedikit terganggu ketika suara dering handphone berbunyi , dengan malas Sean mengangkat yang ternyata dimas menelponnya .


Dimas meminta tolong kepada Sean , untuk datang ke perusahaan besok , karena Dimas akan ke luar negri untuk beberapa hari kedepan , Sean pun segera menutup handphone nya , namun penglihatannya tak sengaja melihat riwayat panggilan tak terjawab , yang ternyata itu vhe dia berulah kali menelpon dan mengirim pesan .


"Astaga gue lupa sama Vhee " Ucap Sean dengan kaget bagaimana bisa dia melupakan sahabat nya yang tengah sakit itu .


Sean pun segera membalas pesan Vhee , untuk sekedar meminta maaf dan menanyakan keadaannya , tak butuh waktu lama Vhee segera membalas dia juga memberi tahu bahwa dia baik baik saja , tetapi dia memberitahu bahwa dia ingin berbelanja makan , sedangkan uang yang Sean kasih telah habis .


Tanpa berfikir panjang pemuda itu langsung mentransfer sejumlah uang untuk vhee , setelah masalah dengan Vhee telah selesai , Sean kembali melanjutkan kegiatan belanja nya segera pulang ke rumah .


🍂🍂🍂🍂🍂


"Bagaimana bisa Natan dekat dengan wanita itu !!!" Teriak Stev menggelegar membuat semua orang terkejut .


Sarah dan Rendra segera memberitahu masalah Natan dan Helena , yang akan pulang dan minta restu untuk menikah , sebenarnya mereka berat mengatakan ini kepada kedua anak mereka , tetapi mau tidak mau mereka harus tau berita ini .


"Sudah Stev jangan urusi mereka lagi , mari kita memulai hidup yang baru , mengejar kebahagiaan yang tertinggal " Ucap Sarah membuat Stev terdiam dan menatap dalam ke arah Dirga .


Sekolah tau , Dirga menginjak kaki Rendra supaya sang papah memulai rencananya , Rendra dengan cepat merogoh saku celananya dan mengeluarkan kotak berisi cincin .


"Bu Sarah , maaf mungkin jika saya lancang , tetapi saya harus jujur kepada anda , bahwa saya mempunya rasa dan cinta kepada anda , Saya juga sudah membicarakan ini kepada Stev dan Dirga " Ucap Rendra terpotong karena dia beranjak dari duduknya , bersimpuh di hadapan Sarah .


"Sarah alana Ghipson , mau kah anda menjadi pendamping saya , membantu saya menjalani hidup suka mau pun duka ?" Ucap Rendra dengan menyodorkan kotak kepada Sarah .


Sarah nampak terharu mendengar lamaran Rendra , dia semakin meneneteskan air mata ketika melihat Stev dan Dirga saling merangkul dan tersenyum ke arahnya , membuktikan bahwa mereka telah siap untuk menjadi keluarga .


"Gimana mom ?" Tanya Dirga dengan tak sabar , Sarah pun mengangguk kan kepala tanda setuju .


Membuat Stev dan Dirga senang dan bergembira , mereka berempat saling berpelukan saling mengungkapkan kebahagiaan .


Tak lupa Dirga dan Stev mengunggah video lamaran Rendra ke akun sosial media masing-masing , kabar bahagia itu segera viral di seluruh penjuru dunia , apalagi di Instagram pribadi Stev video nya telah tembus berjuta-juta like dengan coment mengucapkan selamat .


Kabar bahagia itu tersebar luas dan menjadi perbincangan hangat antar pengguna internet , Hingga sampai di telinga sang anggota dewan , yang saat ini tengah bersembunyi di sebuah kamar bar .


Clek


Terdengar suara pintu kamar terbuka, memperlihatkan seorang pria masuk bersama wanitanya , dia berjalan mendekat dan mendudukkan bokongnya di sofa .


"Apa kamu sudah baik baik saja RI ?" Tanya pria itu kepada Richard.


"Gue baik baik saja , hanya butuh sedikit istirahat dan asupan kehangatan " Jawab Richard membuat pria itu yang tak lain Airlangga .


"Dasar, aku bawakan seorang gadis , Kamu pulihkan dulu kesehatan mu , sebentar lagi bantu aku bertarung di pemilihan " Ucap Airlangga kepada Richard yang tengah memulai kegiatan panas nya .


"Tenang saja, kamu puas puasin dulu bersama wanita ku itu " Jawab Richard menyindir sahabat nya yang tengah bermain main dengan sang putri .


"Hahahaha dia suguh nikmat " Jawab Airlangga dengan tertawa .


🍂🍂🍂🍂🍂


Markas besar Hercules group


"Kerja bagus , habisi siapa saja yang menghalangi kita , ingat jangan sisakan satu orang puan , kasih paham pada mereka jangan pernah main main dengan kita " Perintah Nindi kepada para bawahannya .


next jangan lupa like coment and faforit 🙏