
Di sebuh rumah sakit
Di ruangan dokter kini Richard duduk dengan tegang , dia sedang menunggu sang dokter membacakan hasil pemeriksaan nya , yaa setelah Anggun menelpon dirinya , dan memberi tabu bahwa Vhee pingsan , Richard dengan cepat meluncur ke apartemen Airlangga .
Di tengah hatinya yang remuk redam , dia masih menyempatkan waktu , untuk mengurus putri angkatnya itu , bagaimana pun dia sudah menyayangi gadis itu seperti Anak kandung nya , walaupun dia sudah beberapa kali menikmati tubuh indahnya .
"Bagaimana keadaan putri saya dok ?" Tanya Richard dengan tak sabar , ada guratan kekhawatiran di raut wajahnya .
"Keadaan nona Vhee baik baik saja , dia hanya terlalu bersedih, sampai lupa bahwa dirinya memerlukan asupan untuk tubuhnya " Jelas dokter membuat Richard emosi setelah ingat bahwa Vhee memiliki hubungan dengan pangeran Adijaya , namun dia juga ingat bagaimana mesranya Sean dan Tasya di pernikahan Sarah dan Rendra .
"Dan saya mau mengucapkan kabar gembira , dan mengucapkan selamat atas kehamilan nona Vhee , yang menurut pemeriksaan saya sudah berumur 1 Minggu "
Duarrrrr
Richard bagaikan terkena bom waktu , tiba tiba dia ingat bagaimana ganasnya permainan panas mereka , dia juga ingat betul bahwa dia tak pernah pakai pengaman, dan mengeluarkan lahar panas di dalam .
Apakah ini anak nya , apakah anak Airlangga , dia sendiri larut dalam kebingungan, jika anak yang di kandung Vhee itu anaknya , dia pasti sangat bahagia setelah beberapa tahun lalu dia diagnosis mandul .
Namun hatinya juga sakit dan juga sedih jika anak itu darah daging Airlangga , meskipun sang teman pasti sangat bahagia mendengar kabar ini , namun dia masih berharap ada keajaiban dalam dirinya .
dia melihat Vhee yang tengah mengobrol dengan kedua temannya , dengan tiba tiba dia merasakan sesuatu yang mengganjal dalam hatinya , apakah dia harus memberi tahu Vhee atau tidak , jika dia memberi tahu putrinya itu apakah putri nya menerima , atau malah menggugurkannya .
Entahlah dia mencoba memasuki ruangan dengan pelan , Vhee pun nampak terkejut melihat sang Daddy ada didepannya , sosok pria yang sangat dia rindukan , yang telah beberapa hari ini menghilang .
"Dad " Ucap Vhee ketika sang daddy mendekat di sampingnya .
"Apa kamu merasa baik baik saja grils ?" Tanya Richard dengan mengelus puncak kepala Vhee .
"I'am ok dad" Jawab Vhee dengan tersenyum kearah Richard , membuat hati Richard menghangat teringat senyuman wanita tercinta nya Helena .
"Kamu yang kuat yaa , jangan capek capek , makan yang banyak , kalo perlu apa apa jangan sungkan hubungi daddy" Ucap Richard membuat Vhee sedikit penasaran , ada apa dengan dirinya .
"Apa terjadi sesuatu dad ?" Tanya Vhee dengan bingung melihat perubahan sikap daddy nya .
"Kamu baik baik saja , kamu sehat " Jawab Richard tak berniat memberitahu soal kehamilan Vhee .
"Hemm aku percaya sama Daddy " ucap Vhee dengan tersenyum kearah Richard .
Setelah ada Richard, anggun dan Astrid segera berpamitan untuk pulang kerumah masing masing , kini tinggallah Richard yang menemani Vhee tidur dan memberikan kehangatan , dengan dekapan tangan dan tubuhnya .
🍂🍂🍂🍂🍂
Para tamu sudah pulang satu persatu , hanya menyisakan Rendra , Sarah , Dirga , Steven , Sean dan Tasya .
Mereka memutuskan untuk menginap di salah satu kamar hotel , sebenarnya tasya ingin pulang bersama yang lain , namun sayang sang Suami masih dalam mode ngambek , Hinga dia memutuskan tidur saja di hotel .
Setelah selesai membersihkan diri kedua pasangan itu memilih langsung merebahkan diri di kasur, suasana yang hening dengan aksi ngambek Sean membuat Tasya jenuh , dan menyalakan televisi melihat drama Korea , yang kebetulan dibintangi oleh Gerald Yo .
"Kamu suka dengan dia ?" Tanya Sean akhirnya membuka suara ketika tak tahan melihat sang istri mengagumi pria lain .
"Suka , suka banget malah , dia itu ganteng dan smart mas ,semoga aja anak kita seperti dia yaa mas " Jawab Tasya dengan sangat antusias membuat Sean tak tahan dan mematikan televisi dengan remote .
"Aku gak suka liat kamu sama dia " Ucap Sean dengan tatapan tajam kepada Tasya .
"Kamu kenapa sih mas ?" Tanya Tasya dengan bingung melihat emosi Sean yang naik turun .
Sean hanya diam dan masih menatap tajam kearah Tasya, dia sendiri bingung kenapa dia bisa berlebihan seperti ini , tapi insting nya berkata jika Gerald menyukai istrinya , dan itu tak bisa dibiarkan , apalagi ketika melihat Tasya yang begitu mengidolakan , membuat rasa cemburunya meledak dan tak bisa dikontrol .
"Kalua ada masalah bilang mas , jangan kayak gini , kita ini suami istri Lo , jadi bicara kan dulu apa masalah nya , Jangan menyimpan nya sendiri dan tiba tiba marah " tegur Tasya membuat Sean kembali tidur di pangkuan Tasya .
Tasya pun mengelus pelan puncak kepala sang Suami ,. sebenarnya dia juga jengkel namun apa boleh buat, umur Sean empat tahun lebih muda darinya , remaja itu masih labil dan tugas dia sebagai istri yang lebih tua , memberikan penjelasan dan pengertian .
"Aku cemburu dengan Gerald , aku takut kamu berpaling dengan dia , percayalah aku sangat mencintaimu dan aku tak mau kehilangan dirimu lagi " Ucap Sean dengan pelan membuat Tasya tersenyum , dia sebenarnya juga melihat kecemasan Sean dari awal , namun dia mencoba mengabaikan nya , karena dia pikir pria keras kepala seperti Sean tak memiliki rasa cemburu , namun dia salah ketika Sean mengutarakan isi hatinya .
"Aku gak akan berpaling dari kamu jika kamu masih setia bersama ku , percaya lah mas aku Wanita mandiri dan sangat anti dengan penghianatan , jadi jika kamu berani menghianati aku , aku tidak akan menangis atau bahkan melabrak dirimu , wanita lain takut diceraikan karena finansial , tapi itu semua tak berlaku buat Diriku " Jelas Tasya semakin membuat Sean takut kehilangan .
"Aku tak bisa janji akan selalu di jalan yang benar , tapi aku akan berusaha untuk tetap lurus , dan aku mau jika aku berbelok ke jalan yang salah , tolong ingatkan yaa jangan tinggalkan karena aku takut tersesat " Balas Sean mendongakkan kepala kearah Tasya yang tengah tersenyum kearahnya .
Berbeda dengan Sean dan Tasya , berbeda pula dengan kamar Sarah dan Rendra , dua pengantin itu nampak bingung harus bahagia Atau sedih .
Bagaimana mana tidak di malam pertama mereka , Sarah dan Rendra harus mengelus dada ketika Stev dan Dirga , memilih tidur dengan mereka .
Dan yang paling parah ,dia pria besar itu tidur di tengah Rendra dan Sarah , jangan kan untuk berpelukan melihat sang istri aja , Rendra tak bisa karena terhalang tubuh Stev dan Dirga .
Namun dia tengah kegalauan , Sarah dan Rendra sedikit bahagia melihat kedua putranya nampak akur , bahkan tertidur dengan pulas dengan posisi berpelukan .
"Keluarga bahagia " Ucap Sarah kepada Rendra .
"iya akan selalu bahagia dan tetap bahagia .
next jangan lupa like coment and faforit 😁🙏