
Rumah makan Padang
Disebuah rumah makan Padang nampak sedikit padat dipenuhi para karyawan yang sedang menghabiskan makan siang , begitu juga dengan seorang pria yang kini hendak keluar dari mobilnya .
Dia adalah Rendra Kusuma ayah dari Dirga Kusuma sekaligus CEO Kusuma group , Siang ini dia memilih makan siang di sebuah masakan Padang tanpa ada pengawalan , bahkan dia mengemudikan kuda besinya sendiri .
Dengan langkah tegap Rendra berjalan menuju kedalam dengan melewati beberapa mobil yang tengah terparkir rapi .
Brakkkkk .
Pintu mobil yang terbuka secara tiba-tiba menghantam tepat di keningnya , Rendra pun nampak mengelus kepalanya yang sedikit pusing .
Namun rasa pusing itu seketika hilang ketika melihat sang pelaku turun dari mobil dan menghampirinya .
"Apakah anda baik baik saja " Tanya seseorang wanita kepada Rendra .
"Bu Sarah ?" Tanya Rendra memastikan , Sarah nampak mengerutkan keningnya mencoba mengingat seseorang yang ada didepannya .
"Pak Rendra ?" Ucap Sarah mengingat siapa pria didepannya itu.
"Apakabar Bu sarah , senang bertemu dengan anda " Ucap Rendra dengan senyum mengulurkan tangannya .
"Baik pak , Senang juga bisa bertemu dengan anda " Ucap Sarah membalas uluran tangan Rendra dan berjabat tangan .
"Mau makan siang juga ?" Tanya Rendra .
"Iya pak , apa bapak juga akan makan siang ?" Tanya Sarah .
"Kebetulan sekali mari Bu , Bagaimana kalau kita makan bersama ?" Ucap Rendra menawarkan .
"tentu saja mari pak " jawab Sarah menerima tawaran dari Rendra untuk makan siang bersama , walaupun cuman di rumah makan Padang sih 😁.
🍂🍂🍂🍂
Universitas intan jaya
Di sebuah UKS .
"Stev kok mereka kagak bangun bangun yaa? " Tanya Nindi ketika kembali ke UKS setelah mengantar Tasya ke parkiran .
"Iya juga yaa " Jawab Steven dengan bingung pasalnya sudah hampir satu jam , dua anak manusia itu tak sadarkan diri .
"Apa jangan-jangan mereka mati yaa ?" Ucap Nindi dengan bergidik ngeri .
"Idih masak kepanasan gitu doang bisa mati sih , lagian kata Dokter kampus mereka cuman dehidrasi aja kan " Ucap Steven mencoba positif thinking , sebenarnya dia juga takut jika terjadi hal hal yang tidak diinginkan kepada mereka.
Apalagi dua manusia itu adalah aset dari dua perusahaan besar , jika terjadi apa apa bisa panjang urusannya.
"Stev lakuin sesuatu gih , gue takut jika terjadi apa apa , apalagi gue baru cari tau siapa tuh musuh Sean , dia Dirga Kusuma pewaris tunggal Kusuma group , bisa Keos kita jika bokap nya tau " Ucap Nindi sedikit panik entahlah dia sendiri tak tau kenapa dia menjadi panikan seperti ini .
"Bentar bentar , kok kaya ada yang aneh yaa " Ucap Steven dengan menatap intens Kedua Pria itu secara bergantian .
Penasaran dengan apa yang Stev lakukan , Nindi juga ikut menatap Sean dan Dirga dengan tatapan menyelidik .
"Lah ini mah tidur Nin " ucap Steven dengan kesal setelah mengetahui jika dua juniornya itu terdidur bukan tak sadarkan diri .
"Kurang ajar!!!!!" Teriak Nindi dengan keras .
Nindi berjalan mendekat menuju ranjang dimana dua manusia itu sedang tidur , dengan sangat kasar dia menutup lubang hidung kedua nya dengan erat .
"Huhhhhhhhh" Sebuah lenguhan terdengar dari mulut Sean dan Dirga , rupanya mereka kehabisan udara untuk bernafas .
"Bangun kalian !!!" Teriak Nindi setelah keduanya membuka matanya .
"Gila gak bisa nafas gue " Ucap Dirga ngos-ngosan seperti habis bertarung dengan janda .
"Ihhh enggak yaa wangi kok tangan gue " Ucap Nindi setelah memastikan bahwa tangannya tidak seperti yang Sean katakan .
"Dih gak ngaku lagi " Ucap Sean dengan kesal .
"Ihhh hidung Lo tuh Deket sama toilet " Ucap Nindi dengan ketus berhasil membuat yang lain membulat kak matanya .
Disebuah rumah sakit
"Dad apakah Momy baik baik saja ?" Tanya seorang gadis remaja kepada sang Daddy yang tengah duduk dengan santai ditemani dengan laptop.
"Tenang saja Vhee , Mommy baik baik saja dia hanya butuh sedikit istirahat " Ucap Pria itu menenangkan sang putri .
"Aku akan membalas semua perbuatan mereka dad" Ucap Vhee kepada sang Dady .
"No , itu akan Sia sia grils , Mereka itu sangat kuat dan berkuasa , melawan mereka sama saja seperti kita menyerahkan diri di hadapan singa yang kelaparan " Ucap sang Daddy .
Vhee pun segera bangkit dari duduknya berjalan keluar dari kamar VVip itu .
Mood nya beberapa hari ini sangatlah hancur , sang momy yang belum sadar dari koma , ditambah dengan sikap sang Daddy yang nampak santai , sebenarnya dia tau dengan kelakuan sang Daddy yang beberapa kali ketangkap basah berkencan dengan beberapa wanita , namun sang momy hanya membiarkan saja dan pura pura tak tau , bagi sang momy yang penting jatah bulanan lancar , urusan dia mau ngapain terserah saja .
🍂🍂🍂🍂
Gedung Kusuma group .
Di lantai tertinggi gedung ini tepatnya Rungan khusus CEO , terlihat seorang pria sedang senyum senyum sendiri , entahlah setelah makan siang moodnya seperti di surga .
tok tok tok
Terdengar suara ketukan pintu yang berhasil membuat fokus Rendra buyar , tak begitu lama terlihat pintu di buka tanpa menunggu izin dari Rendra , terlihat pria tampan masuk kedalam ruangan dengan keadaan sangat kacau .
"You ok boy ?' Tanya Rendra kepada putra semata wayangnya .
"Aku baik baik saja Dad " Jawab Dirga dengan menjatuhkan tubuhnya di sofa .
Rendra pun beranjak dari kursi kebesarannya beralih ke sofa yang berada tepat di depan Dirga , dia melihat beberapa luka lebam di wajah Dirga .
"Apa kamu baru saja berkelahi ?" Tanya Rendra membuat Dirga membuka mata .
"Enggak emang kenapa Dad " Ucap Dirga mencoba mengelak, dia takut jika Dady nya tau dia terlihat pertengkaran dengan pewaris Adijaya .
Rendra beranjak dari duduknya menuju kamar yang disediakan khusus untuknya , tak beberapa lama dia kembali lagi dengan membawa kotak putih ditangannya .
"Sini Dady obatin luka kamu " Ucap Rendra mengeluarkan obat obatan dari dalam kotak .
Awalnya Dirga kaget namun akhirnya dia Menurut daripada Daddy nya menginterogasinya lebih lanjut .
Di saat Rendra mengobati luka nya , Dirga tersentuh dengan perlakuan sang Daddy kepadanya , sejak Rendra kecil sang Daddy lah yang membesarkan nya seorang diri , bahkan setiap ada tugas kantor yang mengharuskan Rendra keluar kota , dia tak segan membawa Dirga kemana pun bahkan saat meeting sekalipun .
"Dad apakah Daddy tak ingin menikah lagi ?" Tanya Dirga secara tiba-tiba membuat Rendra menghentikan aktivitasnya .
"Why ?,apakah ada yang menggangu hatimu ?" Tanya Rendra sedikit terkejut dengan kalimat yang sakral dari mulut putra nya.
"No " Jawab Dirga dengan singkat .
"Apakah kamu butuh kasih sayang seorang ibu nak ?"Tanya Rendra dengan sedih .
"No , aku sangat bahagia hidup dengan Daddy , tapi Dirga juga ingin melihat Daddy bahagia dengan wanita yang Daddy cintai " Ucap dirga .
"Kamu adalah kebahagiaan terbesa Daddy nak " ucap Rendra dengan memeluk sang putra dengan haru , bahkan air mata seolah-olah tau dengan perasaan sang tuanya .
Next
jangan lupa like coment and faforit 😁🙏