My Cute Little Husband

My Cute Little Husband
Perasaan yang aneh



Disebuah restoran yang berada di roof stop apartemen .


🍂🍂🍂🍂


Restoran yang biasanya ramai berubah menjadi kosong , ketika salah satu orang terkaya di negara ini memboking satu restoran itu untuk dia dan para sahabatnya berkumpul .


Dia adalah Jay Hercules sang kepala mafia dan juga mantan panglima militer , dia terkenal dengan kehebatannya dalam beladiri dan juga menembak , didalam dunia mafia sendiri Jay lah yang menduduki takhta paling atas , dengan anak Anak buah yang terbesar di seluruh dunia .


Jay dikenal sangat kejam , bringas dan juga pembunuh berdarah dingin membuat semua orang melihatnya memilih menghindar , tapi tidak dengan satu wanita yang sedang duduk di kursi roda itu .


Dia nampak tenang duduk di samping Jay , bahkan Jay lah yang seolah-olah takut pada wanita itu , dengan telaten Jay menyuapi wanita itu sedikit demi sedikit , dia bahkan memegangkan gelas saat wanita itu ingin minum .


"Udah mas " Ucap wanita itu yang tak lain adalah Diah dengan lembut .


"Dikit lagi sayang , nanggung loh " Ucap Jay dengan menyuap kan sendok ke depan mulut Diah .


"Oke yang terakhir " Ucap Diah dengan melahap suapan dari Jay .


"Good , Ohh yaa yang lain kok pada belum Dateng , kebiasaan banget " Ucap Jay mengedarkan pandangannya.


"Harap maklum mas , kan mereka juga punya kesibukan masing-masing , lagian kamu sendiri sih buat acara secara dadakan " Ucap Diah mencoba memberi pengertian kepada sang suami yang emosian itu .


Tak berselang beberapa lama , Terlihat Sindi dan Rani datang secara bersamaan dengan dua Paper bag di tangan masing masing , yaa rupanya dua wanita konglomerat itu habis selesai menghampur hampurkan jerih payah mereka .


"Hay Diah , sorry telat " Ucap Sindi dengan menautkan kedua pipinya bergantian dengan Rani .


"Kebiasaan , Untung tadi enggak aku bolehin Diah ikut " Ucap Jay mendengus kesal melihat kelakuan sahabatnya itu .


"Dih sirik aja kamu Jay ' Ucap Rani melengos dengan kesal .


"Ohh yaa nih buat kamu , yang satu buat Sarah " Ucap Sindi memberikan dua paper bag itu kepada Diah .


"Wow thanks , apa ini ?" Tanya Diah dengan senang.


"Dress dan sepatu buat foto kita bersama , Taysa dan Nindi ikut juga kok , jadi kita samaan berenam " Ucap Rani dengan senang membuat Diah tersenyum .


Obrolan mereka harus terpotong ketiak Alex dan Anton datang secara bersamaan , setelah berkumpul mereka memutuskan langsung makan malam tanpa menunggu Sarah yang akan datang terlambat .


Seperti biasa tak ada obrolan saat mereka menghabiskan makanan yang ada di depan mereka , hanya dentingan sendok dan garpu bertabrakan yang berani menunjukkan bunyi nya .


"Oke gue mau ngomong sesuatu sama kalian " Ucap Jay membuka percakapan setelah semuanya telah selesai dengan makan malam mereka .


"Seperti yang aku janjikan beberapa hari yang lalu , aku dan Diah akan mengajak kalian liburan di kapal pesiar pribadi " Ucap Jay membuat Yang lain bersorak senang .


"And kalian boleh mengajak semua anggota keluarga , karena aku akan adakan sebuah game dengan hadiah yang sangat Sepektakuler


" Tambah Jay .


"Wow gini nih baru Jay Hercules , mafia terkaya di dunia ini " Ucap Alex memuji membuat Jay memutar bola matanya .


"Akhirnya kita liburan dengan gratis huuuuuuuuu' Ucap Anton dengan berteriak membuat semua orang tertawa dengan orang terkaya di dunia itu .


"Dih kayak orang gak mampu aja Lo " Sindir Alex kepada sahabatnya itu .


Mendengar Alex dan Jay membuka peperangan , Anton dengan senang ingin membalas ejekan dua sahabatnya itu , namun semua nya gagal ketika Sarah tiba tiba datang menghampiri mereka .


"Habis bawa Ricard ke rumah sakit "jawab Sarah dengan mendudukkan bokongnya di kursi , membuat semua orang terlonjak kaget


"What ?????????"


🍂🍂🍂🍂


Rumah sakit Aditama .


Di ruangan Vhee Sean nampak sedang tertidur dengan posisi duduk , dia nampak sangat lelah hingga terlelap tanpa menyadari bahwa sang pasien sudah terbangun dari tadi .


Yaa Vhee sudah bangun dari satu jam yang lalu , Dia sengaja tak membangunkan Sean hanya untuk memandangi nya dari kejauhan .


Ada perasaan tersendiri ketiak dia bangun melihat sang pewaris Adijaya menunggu nya , entahlah dia merasa hidup mewah nya kembali lagi setelah beberapa saat hilang .


Seolah tau Sean mulai mengerjakan Mata dan merentangkan tangannya mencoba untuk melemaskan otot yang sedari tadi mengencang .


"Vhee " Ucap Sean dengan kaget ketika melihat sang pasien telah sadar .


Vhee yang sadar Sean bangun langsung menangis menumpahkan air mata, membuat Sean kalang kabut dan segera mendekat ke arahnya .


"Lo kenapa Vhee " Ucap Sean mendekat kearah sahabatnya , Vhee pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu dia langsung memeluk tubuh kekar Sean .


"Hey tenang ada gue disini , Lo aman sama gue " Ucap Sean dengan mengelus pundak Vhee dengan pelan , dia dapat merasakan betapa hancurnya Vhee , ketiak melihat keluarga nya berantakan .


"Gue udah gak punya siapa-siapa lagi Se , orang tua gue cerai nyokap gue kabur , gue sebatang kara " Ucap Vhee dengan terisak .


Sean berhasil tersentuh dengan ungkapan hati Vhee , dia semakin mengeratkan pelukannya dan mengelus pelan pundak Vhee , mencoba memberikan ketenangan .


"Ada gue , gue akan selalu ada untuk Lo ,Jadi jangan pikir Lo sebatang kara lagi ok !" Ucap Sean dengan lembut membuat Vhee melepaskan pelukannya .


"Gue gak mau disini Se , gue gak sanggup bayar " Ucap Vhee dengan nada lemah menundukkan kepalanya .


"Jangan pikirin biaya , yang penting Lo sembuh gue yang akan tanggung semua biaya rumah sakit , kalok perlu seluruh kebutuhan hidup Lo , yang penting Lo sembuh dulu Vhee " Ucap Sean dengan sedikit emosi.


Vhee yang mendengar ucapan Sean seolah olah mendapatkan angin segar , namun dia mencoba untuk sesedih mungkin Biar Sean iba kepada Nya .


"Oke sekarang gue mau pamit dulu , Lo jangan Kawatir gue akan menjamin semua fasilitas Lo , dan jika butuh apa apa jangan sungkan untuk telpon gue " Ucap Sean berpamitan .


"Tapi Se , gue takut " Ucap Vhee memelas berharap Sean mau untuk menemaninya .


Sean yang melihat Vhee sebenarnya sangat enggan untuk meninggalkan , tapi jika dia stay disini dia takut orang tuanya tau dan salah paham dengan hubungan nya dengan Vhee , dan itu akan berakibat fatal .


"No gue harus pulang , tenang aja gue akan kesini lagi saat pulang dari kampus , dan besok pagi Anggun dan Astrid yang akan menemani mu "' Ucap Sean dengan tegas membuat Vhee mau tak mau harus rela sendirian di rumah sakit .


Disepanjang jalan kepulangan nya , Sean nampak berpikir dengan janji yang telah dia ucapkan pada Vhee , dia takut semua itu akan berakibat buruk dengan hubungan nya dengan Tasya , entahlah dia sendiri juga bingung dengan perasaannya dengan Taysa .


Lama memikirkan Tasya , mata Sean seolah membulat melihat Tasya berboncengan montor dengan seorang pria , dia juga melihat ada Stev yang sedang berboncengan dengan Nindi .


Sean merasa panas melihat keakraban Tasya dengan pria itu , hingga tanpa dia sendiri sadari tangannya mengepal dengan erat dan memukul dadanya yang berdegup dengan kencang .


Next


jangan lupa like coment and faforit 😁🙏