My Cute Little Husband

My Cute Little Husband
kehangatan



Mansion keluarga Pratama .


Di sebuah kamar tepatnya kamar Tasya , kini Sean tengah terperangah melihat aneka Tas dan jam tangan berjajar dengan rapi , dari yang mahal sampai yang langka ada di koleksi TASYA .


Entahlah dia harus kagum atau malah insecur dengan istrinya itu ,namun yang perlu iya ketahui dia belum ada apa - apanya di bandingkan dengan pengusaha muda itu .


"Se ngapain ?" Tanya Tasya dengan tiba tiba membuat Sean terkejut dan salah tingkah , melihat sang istri memakai baju tidur yang tipis seperti lingerie , membuat tubuh putih nan seksi itu terpampang nyata .


"Emm , it itu kak liat Liat koleksi kakak " Jawab Sean dengan terbata bata , dia mencoba mengalihkan pandangannya untuk melihat dua bulatan yang menonjol , seolah-olah menantang Sean .


"Ohhh yaudah ayo tidur besok pagi kita harus persiapan untuk pindah rumah " ajak Tasya berjalan meninggalkan Sean , yang tengah bingung mencerna ucapan TASYA .


Tasya pun segera naik ke ranjang dan menidurkan tubuhnya , begitu pun dengan Sean dia segera menyusul Tasya dan tidur di sampingnya .


"Kak kenapa kita harus pindah rumah ?" Tanya Sean dengan bingung , Tasya pun membalikkan tubuhnya menghadap sang suami , namun sayang baru beberapa detik saja matanya dibuat membulat ketika melihat tubuh polos Sean tanpa baju , memamerkan otot-otot yang menonjol .


"Hemm kamu belum tau ?" Tanya Tasya sedikit gugup dia mencoba mengalihkan pandangannya ke wajah Sean , namun sayang dia malah salah tingkah sendiri melihat ketampanan pria berdarah Korea dan Cina itu .


"Tau apa kak ?" Tanya Sean dengan jujur , pasalnya dia tak mengetahui apa pun .


"Aku telah membeli rumah dari uang mahar kita , enggak begitu besar sih cuman pas buat kita yang hanya berdua saja " jelas Tasya membuat Sean mengangguk-angguk kan kepala .


"Tapi apakah tidak papa kak , aku takut Kakak tidak nyaman ?" Tanya Sean dengan kawatir pasalnya semua orang tau , betapa galmor nya tuan putri Pratama ini dia takut jika Tasya tak nyaman tinggal di rumah kecil itu .


"Kita harus belajar mandiri Se , supaya kita bisa hidup untuk kedepannya " Jelas Tasya membuat Sean bangga dengan sosok sang istri .


Disaat yang lain menuntut hidup Mewah , Tasya malah belajar hidup sederhana untuk kehidupan keluarga mereka kedepannya .


Sean pun mendekat kan diri kearah Tasya yang tengah kembali membelakanginya , tangan nya dia lingkaran kan diperut TASYA dengan wajah menempel di punggung .


"Se " ucap Tasya kaget merasakan hawa hangat dari Sean .


"Hemm " jawab Sean dengan bergumam semakin mengeratkan pelukannya .


Tasya pun akhirnya pasrah menikmati kehangatan yang diberikan sang suami , dan mencoba membiasakan diri dengan bersama cute little husband nya .


**🍂🍂🍂🍂🍂


Disebuah apartemen** .


..."Haaaaah " Teriak seorang wanita histeris ketika dia mencoba berkali-kali menghubungi seseorang ....


"Dimana kamu Se " ucap wanita itu yang tak lain iyalah Vhee , dia sudah menghubungi Sean berkali kali namun sayang tak ada satu kali pun jawaban .


Perempuan itu nampak takut jika Sean meninggalkan nya , jika itu bener dia tak tau harus bagaimana hidup tanpa sokongan dari putra tunggal Adijaya itu .


Sebenarnya dia masih punya sang papah , tetapi naas Richard sudah beberapa hari ini menghilang entah kemana , membuat Vhee kehabisan uang.


"Tunggu saja Dad , ketika aku menjadi tuan putri Adijaya nanti , kaulah yang akan aku balas terlebih dahulu " Ucap Vhee penuh dengan penekanan .


Dia pun dengan segera berjalan keluar dari apartemen , namun disaat dia hendak keluar secara kebetulan pintu unit depan terbuka , memperlihatkan pria paruh baya yang berumur sekitar 50 an keluar dari apartemen .


"Hay Vhee mau kemana , malam malam begini ?" Tanya pria itu mengenal Vhee karena dia juga salah satu pejabat tinggi di negara ini , Teman dan senior dari Richard .


"Hay om , gak tau mau kemana gabut aja aku di dalam terus " Sapa Vhee kepada pria itu .


"Hemm gimana kalo ikut om aja , kita ngobrol di roof stop apartemen , kebetulan om sendirian " tawar pria itu yang bernama Airlangga .


"Emang keluarga om gak ada ?" Tanya Vhee memastikan .


"Hahaha om tak memiliki keluarga , istri om sudah meninggal beberapa tahun yang lalu , menyisakan anak om satu satunya yang kini sedang di luar negeri " jelas Airlangga mencoba membujuk Vhee .


"Boleh deh ayo " Jawab Vhee .


Mereka pun akhirnya masuk kedalam apartemen mewah sang petinggi anggota dewan itu , Vhee nampak tercengang dengan interior mewah di hadapannya , namun dia tambah kagum dengan pemandangan kota dari roof stop .


"Kamu suka ?"Tanya Airlangga dengan memeluk Vhee dari belakang , Vhee pun nampak terkejut dengan pelukan Langga yang tiba tiba , namun detik kemudian dia nampak terbuai ketiak pria itu mencium lehernya .


"Ahhhh om " Lenguh Vhee membuat Airlangga senang berhasil membuat wanitanya terbuai .


"Jangan beritahu siapa siapa ok , aku akan penuhi seluruh kebutuhan mu " ucap Airlangga Dengan memulai melepaskan seluruh pakaian yang menempel di tubuh Vhee .


Mereka pun akhirnya menikmati malam , dengan saling memberi kehangatan dan kenikmatan satu sama lain , di temani dengan pemandangan lampu kota yang sangat indah di malam hari .


Airlangga nampak puas dengan tubuh gadis nya itu , hingga dia melakukan nya lagi dan lagi membuat Vhee menjerit , mendesah dan berteriak menikmati kenikmatan yang diberikan Airlangga .


**🍂🍂🍂🍂🍂


Sebuah mall terbesar di kota ini**.


Kini Sarah , Rendra, Dirga dan Stev sedang menghabiskan waktu di mall , sebenarnya mereka hanya menghibur si bontot yang sedang patah hati , dengan mengajak nya jalan jalan di mall.


"Mah pah , kita sudah kaya keluarga bahagia yaa , bener gak kak ?" Ucap Dirga membuat Sarah dan Rendra salah tingkah, sedang Stev dia hanya tersenyum paham saat Dirga sudah mulai permainan nya .


"Kita kan memang keluarga bahagia nak , iya enggak pak Rendra ?" Tanya Sarah membuat Rendra berhenti bernafas , dia malah salah mengartikan ucapan Sarah .


"Ehh iya Bu ," Jawab Rendra dengan gugup , membuat Stev dan Dirga tertawa dalam hati , melihat pria pemalu itu gugup .


Di sepanjang jalan seluruh mata berdejak kagum melihat keharmonisan dua keluarga kaya Raya tersebut , dan benar saja satu berita telah muncul di Media sosial dan tranding seketika .


Dua pria itu nampak sangat senang ketika beberapa kali berhasil membuat Rendra dan Sarah salah tingkah , yang menambah keyakinan mereka berdua jika ada rasa cinta di hati keduanya .


"huff capek banget bagaimana kalo kita makan ?" ajak Dirga membuat semua orang ternganga pasalnya pria itu sudah makan banyak di rumah keluarga Pratama , bagaimana mana bisa dia laper lagi .


Next


jangan lupa like coment and faforit 🙏