My Cute Little Husband

My Cute Little Husband
Sakit



Mansion keluarga Pratama.


Pagi hari ini sangat cerah langit yang biru di taburi dengan awan putih , sumilir angin pagi dan kicauan burung membuat semua orang semangat memulai kegiatan mereka .


Tapi itu tidak berlaku untuk Nataniel putra Pratama ,Pagi dia sangat mencekam ketika melihat sang istri tak henti hentinya memuntahkan isi perutnya .


Natan nampak memijat leher sang istri ,Mencoba mengurangi rasa sakit sang istri yang mulai lemas ,Setelah beberapa saat Helena nampak sedikit membaik .


Natan pun dengan sigap menggedong sang istri dan membawanya keatas ranjang ,Setelah memastikan sang istri terbaring dengan nyaman ,Dia langsung berjalan turun ke lantai bawah .


Disana ruang makan sudah nampak Anton dan Sindi duduk dengan tenang di atas tempat duduk masing-masing ,Mereka nampak saling menoleh seolah olah bertanya ada apa dengan sang putra ,Yang terlihat sangat panik .


"Are you ok Niel ?" Tanya Anton ketika melihat sang putra nampak sibuk bercengkrama dengan pelayan.


Natan pun menoleh sejenak ke arah Sang papah dan lanjut berbincang dengan pelayan , Setelah beberapa saat dia baru berjalan menghampiri kedua orang tuanya .


"Why ?" Tanya Anton dengan bingung melihat kelakuan sang putra .


"Helena sakit pah ,Dia muntah terus sedari tadi ,Niel bingung harus ngapain " Ucap Niel masih panik ,Sindi pun malah nampak tersenyum dan beranjak dari duduknya .


"Biar mamah yang ngurusin ,Kamu temani istri saja " Ucap Sindi dengan semangat membuat Natan sedikit tenang ,Dia pun langsung naik keatas menuju kamar pribadinya .


"Kenapa mah kok senyum senyum sendiri ?" Tanya Anton dengan bingung melihat sang istri tersenyum ,Padahal sang putra sedang panik melihat sang menantu sakit .


"Cepetan pah sarapan nya malu sama yang puasa " Tegur Sindi membuat Anton Malu dan menyelesaikan sarapannya dengan cepat .


Sindi pun langsung menuju ke pantry untuk melihat apa yang Natan perintah kepada para pelayan .


"bik tadi Niel pesen apa ?" Tanya Sindi kepada wanita paruh baya ,Yang sudah beberapa tahun berkerja untuknya .


"Tadi tuan muda Niel menyuruh saya Membuat bubur sama jahe hangat nyonya " Jawab perempuan itu dengan Sopan .


"Yuadah bik cepat buat kan yaa ,Biar saya yang antar ke atas ,Dan untuk jahe hangatnya minta tolong untuk di ganti dengan susu hangat " Perintah Sindi sedikit merevisi permintaan Nathan .


"Biak nyonya " Jawab wanita itu dengan sigap menyuruh beberapa pelayan lain untuk mengerjakan .


Sedangkan di kamar Natan tengah sibuk memijat kepala sang istri ,Dia nampak sangat Kawatir ,Entahlah rasa sayang dia sangat besar Hinga dia takut terjadi hal hal yang tak diinginkan.


Tak beberapa lama Sindi nampak masuk dengan nampan di tangan nya ,Dia segera menaruhnya di Nakas dan mendekat kerah dua pasangan itu.


"Apakah sudah mendingan ?" Tanya Sindi juga nampak Kawatir melihat wajah Helena yang memucat .


Helena nampak tersentuh ,dengan kekawatiran sang mertua yang hanya berjarak empat tahun denganya ,Dulunya dia mengira bahwa Sindi akan menolak dan menghinanya ,Namun semua itu berbanding terbalik ,Semua orang sangat baik kepadanya bahkan sosok Sarah ,Yang Pasangannya dia rebut malah menjadi suporter sistem untuk nya .


"Udah baikan mah ,Hanya saja kepala ku sedikit pusing sekarang " Jawab Helena dengan pelan menahan sakit di kepalanya .


"Yaudah mamah sudah menelpon dokter pribadi kita ,Sambil nunggu kamu isi dulu perut kamu ,jangan puasa dulu yaa " Ucap Sindi diangguki oleh helena .


"Yuadah mamah turun dulu mau berangkat ke kantor ,Niel kamu jaga istrimu jangan kerja dulu ,Papay cepetan sehat yaa " Ucap Sindi berpamitan kepada sang putra dan menantunya .


"Kamu kerja aja gak papa sayang ,Aku gak papa kok " Ucap Helena di tengah kegiatan makanya.


"Enggak , Ngapain kerja kan kamu sakit ,Dari dulu itu aku punya cita cita ngurus istri saat sakit nyuapin ,Nemenin dan manjain " Jawab Natan dengan gaya khas manjanya membuat Helena tersenyum dengan suami brondong nya .


"Jadi kamu seneng sayang kalo aku sakit ?" Tanya Helena dengan pura pura marah ,Natan pun malah tersenyum dan mencubit pipi sang istri dengan gemas .


"Gemes banget sih ,Cantik banget sih , istri siapa sih ?" Tanya Natan membuat Helena tersipu malu .


"Hahaha imut banget deh kamu sayang " Ucap Helena dengan tertawa melihat wajah cute sang suami .


"Keuntungan punya suami brondong itu gini sayang " Jawab Natan dengan bangga .


"Keuntungan sekaligus beban " Ucap Helena membuat Natan terkejut .


"Kok Beban ?" Tanya Natan dengan sedikit kesal .


"Iya lah sayang ,Kan aku makin lama makin tua ,Gak bisa puasin kamu lagi bisa bisa cari wanita lain lagi " Ucap helena mengeluarkan keresahan nya ,Natan nampak terdiam dia sadar betul dengan ketakutan sang istri.


"Enggak akan ,kamu yang pertama dan yang terakhir ku ,Ingat kamu jangan mikir seperti itu lagi yaa ,Tak semua pria mendedikasikan cinta dengan nafsu ,dan aku salah satunya " Ucap Natan dengan mengelus puncak kepala sang istri .


🍂🍂🍂🍂🍂


Rumah keluarga Ghipson .


Di ruang keluarga Susana mendadak hening , Ketika Steven meminta izin kepada Sang mamah dan papah untuk menikah Nindi .


Sarah dan Rendra nampak terkejut mendengar permintaan tiba tiba sang putra ,Mereka pun menanyakan apa alasan Stev ,yang meminta izin secara mendadak .


Stev pun akhirnya menceritakan dan menjelaskan semuanya dari awal hingga kejadian tadi malam ,Namun aneh Rendra dan Sarah nampak tertawa mendengar cerita Stev ,Yang memindahkan Dirga ke dasar lantai .


Mereka juga tak habis pikir bagaimana perasaan sang bontot ,Ketika tiba tiba terbangun melihat adegan panas secara live .


"Ketawa aja terus , Seneng banget liat kalian liat Dirga tersiksa " Ucap Dirga dengan memutar kedua bola matanya dengan malas .


"Lagian apa gak denger suara suara aneh gitu nak ?" Tanya Sarah dengan sangat penasaran ,Mana mungkin Dirga tak mendengar backsound penuh bergairah antara Stev dan Nindi .


"Enggak kan lagi tidur mah , Kalau kebangun udah minta gantian sama kak Stev dong " Ucap Dirga dengan polos ,Yang dengan cepat mendapat hadiah bantal terbang dari Stev .


Sarah dan Rendra juga mengikuti Stev melempar bantal ke arah Dirga ,Mereka tak habis pikir dengan tingkah absurd dari sang putra nya itu .


"Mamah dan papah setuju jika kamu menikah dengan Nindi ,dia wanita baik dan dari keluarga baik baik juga tentunya , Untuk kedepannya mau apa kita ngikut saja ,Mamah akan dukung apa pun yang terbaik untuk mu " Ucap Sarah membuat Stev terharu dan memeluk kedua orangtuanya itu .


"Thanks mah pah , Stev sangat bersyukur memiliki keluarga seperti kalian ,I love you " Ucap Stev dengan berderai air mata .


"Ehek ingat puasa kak ,Nanti batal loh "


jangan lupa like coment and faforit 🙏😘