My Cute Little Husband

My Cute Little Husband
Ricard vs Nataniel



Disebuah apartemen di London Inggris.


Helana berjalan untuk membukakan pintu , sebenarnya dia sangat penasaran siapa gerangan yang bertamu di apartemen mereka , dengan pasti Helena membuka pintu tanpa melihat dulu siapa tamu tersebut.


Deg deg deg


Detak jantungnya seperti mau loncat melihat sang suami berada tepat di hadapannya , Sedangkan Ricard dia nampak mengepalkan tangan telah menemukan sang istri , yang dengan berani menggugat cerai dia .


"Richard ?" Ucap Helena dengan takut , sedangkan Ricard dia nampak membulat kan mata , mendengar sang calon matan istri memanggil nya dengan nama tanpa embel-embel apa pun .


"Pulang !!" Perintah Ricard dengan penuh penekanan membuat Helena memundurkan tubuhnya .


"No , hubungan kita sudah selesai Richard " Jelas Helena dengan jujur , pasalnya mereka tinggal menunggu hari untuk melihat hasil persidangan .


"Sayang siapa tamunya " panggil Natan penasaran Ketika Helena belum juga masuk kedalam .


Richard yang mendengar ada Suara pria dari dalam, langsung menerobos masuk tanpa meminta izin , dia menatap tajam seorang pria yang seumuran dengan putra itu .


"Dasar perebut istri orang " Teriak Richard dengan menyerang Natan yang tengah bingung siapa pria di depannya ini .


Dengan sigap Natan menangkis dan membalas serangan Ricard , kekuatan Natan yang sedikit lebih muda , rupanya tak mampu mengalahkan Ricard dengan mudah , pria berumur malah bertambah lebih kuat .


"Lo bukan siapa siapa dia lagi, jadi jangan coba coba menghalangi ku " Ucap Natan memiting leher Richard dengan penuh amarah , membuat sang mangsa mengerang kesakitan .


"Akkkkkkkkkk" Teriak Richard sudah tak kuat denhan rasa sakit yang dia dapatkan , dia mencoba melawan dan melepaskan diri dengan sisa sisa tenaganya , namun sayang usahanya malah semakin menguras energinya .


"Sayang lepasin dia bisa mati " Perintah Helena ketika melihat Richard beberapa kali berteriak kesakitan .


"Biarin sayang kita kirim bedebah ini ke maha kuasa " jawab Natan semakin mengeratkan cengkeraman nya .


"Sayang hentikan !!!!!!!" Teriak Helena mampu membuat Natan melepaskan Richard .


Namun itu hanya berlaku sebentar saja , di detik kemudian pria itu menyeret tubuh Richard dengan paksa , membuat kesakitan sendiri di bagian kulit .


Brugggg


Natan melempar tubuh lemah itu kedalam lift dengan kasar , dia nampak menatap tajam lawannya itu seperti belum puas dengan apa yang dia berikan


"Cih gelar pejabat Lo , tak akan mampu melawan penguasa seperti ku , dasar sampah masyarakat " Ucap Natan sebelum pergi dan memencet tombol turun di lift , dia juga berperan kepada penjaga bahwa dia tak mengijinkan siapa pun masuk kedalam apartemen nya , kecuali dia dan Helena .


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Selang 3 hati kemudian


Kini Sean dan Tasya sudah pulang kerumah masing masing , Tasya dan Sean sudah bisa melakukan aktivitas normal , mereka tengah sibuk untuk melangsungkan akad nikah yang di lakukan pada esok hari .


Yaa mereka sepakat untuk Hanya melangsungkan akad saja , dan untuk resepsi akan di gelar setelah selang satu bulan kemudian , maklum karena mereka anak dari para pengusaha terkaya jadi persiapan harus dilakukan secara matang .


Meskipun belum ada cinta di hati keduanya , namun Sean dan Tasya nampak antusias dengan prosesi sakral itu , mereka juga telah mendatangani dokumen pranikah .


Seperti kesepakatan dua keluarga mereka sepakat akan mewariskan seluruh aset perusahaan mereka , kepada cucu mereka yang berarti anak dari Sean dan Tasya .


Sean dan Tasya nampak tak masalah , toh mereka juga tak terlalu memikirkan itu , apalagi dengan Tasya wanita itu malah semakin kaya dengan bisnis baru nya yang semakin berkembang.


"Se , tadi malam kamu kemana , kok gak ikut kesini padahal Dirga dan Stev datang Lo ?" Tanya Tasya ketika mereka sedang satu mobil setelah fiting baju untuk akad .


"Ohh gitu yasudah " balas Tasya sedikit curiga, pasalnya dia dan Nindi tak sengaja melihat mobil Sean berbelok ke sebuah apartemen, namun ketika Sean menjawab pertanyaan nya , dia sedikit tenang dan janggal karena Tasya mengetahui bawa sean tak memiliki teman selain Dimas , and tri cabe cabean.


"sorry kak aku belum siap berkata jujur , aku janji akan menyelesaikan ini semua " ucap Sean dalam hati.


Tasya memilih diam dan akan menyelidiki nya nanti , bagi dia masalah kemarin saja belum terpecahkan tentang bagaimana dia bisa memperkosa Sean , Tasya yakin ada salah satu orang yang sedang menjebaknya , namun dia belum tau siapa orang , yang pasti dia orang terdekatnya .


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‘


Markas Hercules group .


"Siapa dalang dari semua ini hah ????" Teriak Nindi marah dengan tatapan tajam kepada para tawanan nya .


Baru kemarin sore ada seseorang yang berniat untuk mencuri kembali berlian milik Ricard , tak segan segan mereka bahkan menerobos masuk pintu laut , hingga mengakibatkan beberapa pengawal terluka .


"Jawab!!!!!!" Ulang Nindi semakin geram , dia tau mereka orang orang terlatih dari tentara nasional , oleh karena itu dia sangat yakin jika mereka tak akan membuka mulut sampai mereka mati pun .


Nindi tak kehabisan akal dia mengambil remote dan menyalakan benda pipih nan besar itu ,disana terlihat beberapa pengawal telah siap untuk menyerang sebuah rumah dengan beberapa senjata ditangannya .


Di slide berikutnya diperlihatkan lima mayat perempuan tergeletak di tanah , dengan darah berceceran dimana-mana , para wanita itu iyalah para simpanan dari tawanan yang ada di depan Nindi , Sedangkan rumah yang dikepung iyalah rumah keluarga dari mereka .


"Gimana masih mau diam , Atau mau nunggu bekingan kalian yang katanya jendral itu ?" Tanya Nindi membuat para enam tawanan bergidik ngeri , dia tak masalah jika para wanita itu terbunuh , tetapi mereka nampak kawatir jika Nindi melibatkan keluarga mereka .


"Oke diam berati mati , Boom seluruh rumah itu " perintah Nindi membuat mereka semua membuka suaranya .


"Hentikan nona , kami disuruh oleh para atasan kami , tetapi kami tidak tau siapa dia " Jawab salah satu tawanan , Nindi tersenyum puas dan paham siapa yang mereka maksud .


"Bagus , bawa mereka ke penjara " Perintah Nindi kepada para bawahannya .


"Untuk kalian semua , bunuh mati semua yang berani menghalangi kita , siapapun mau itu aparat negara atau penjabat negara gue gak peduli , and pastikan mereka menyesal telah berani menyenggol Hercules " Perintah Nindi diangguki oleh para bawahannya .


Wanita itu nampak meninggalkan ruangan dan berjalan dengan angkuh menuju ruangan bawah tanah , Disana dia mengecek beberapa berkas penting yang telah siap untuk di tanda tangani .


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Disebuah kamar


Di sebuah kamar terlihat dua orang pria tengah asik dengan play station , mereka sendang tanding FIFA untuk membuktikan skil mereka masing-masing .


"Kak Lo setuju gak kalau mamah punya suami lagi " Tanya Dirga ketika mereka telah selesai dan membaringkan tubuh di ranjang .


"Tergantung siapa itu calon nya , jika dia baik dan tanggung jawab , aku sih it's ok " Jawab Stev Dengan mata menatap langit langit .


"Kak gimana jika kita jodohkan mamah Sarah sama papah ku ?" Tanya Dirga membuat Stev membulatkan matanya .


Next


jangan lupa like coment and faforit πŸ™


Salam sayang


author


@πŸβƒžβƒŸπ•Ύπ•³κ§ΰ¦”ΰ§£β˜¬Rmlsβ˜¬ΰ¦”ΰ§£κ§‚β˜ α΅α΅‹αΆœαΆŸΒ°