
Mansion keluarga Pratama
Pagi pagi sekali sebelum berangkat ke kantor , Alex datang ke mansion keluarga Pratama , entah apa yang membuat petinggi Adijaya group itu datang , yang pasti itu ada hal penting yang akan dia bicarakan .
"Ada Lex ?" Tanya anton ketika sudah duduk berdua dengan Alex di halaman depan .
"Ini soal Sean , aku mohon bantuannya untuk membuat Tasya memberikan kesempatan, aku juga janji akan mengusut tuntas Masalah yang menimpa Sean " Ucap Alex langsung pada inti nya .
Anton nampak sedikit terkejut , meskipun dia sedikit menduga Alex datang untuk membicarakan Sean , namun dia kaget Alex meminta bantuan dirinya , yang notabenenya ayah dari korban .
"Masalah penjebakan aku it's ok , tetapi masalah perselingkuhan kami tidak bisa mentolerir nya , Lex aku menghargai diri mu karena engkau sudah aku anggap saudara , tetapi untuk masalah ini please aku akan tetap pada pendirian ku " Ucap Anton dengan pelan Agar sang sahabat tidak tersinggung , bagaimana pun dia tak ingin persahabatan mereka hancur, karena Masalah ini .
"Ton please, Sean sekarang sedang kesakitan di rumah sakit , dia butuh suport Tasya , jika kalian tak memberinya kesempatan , seenggaknya gunakan hati nurani kalian , dia jadi gini karena menyelamatkan nyawa Tasya " ucap Alex dengan sedikit emosi , entahlah dia tak bisa mengendalikan emosinya , pikiran sedang kalut memikirkan sang putra .
Anton nampak diam tak bersuara , dia sendiri juga bingung dan kasian , namun ketika mengingat apa yang di lakukan oleh Sean terhadap putrinya, rasa itu hilang seketika dan berubah menjadi kebencian .
"Aku akan memikirkan nya , dan menunggu hasil pengusutan mu , untuk yang lain aku tidak akan ikut campur , dan aku minta kamu juga tidak , biar mereka menyelesaikan masalah rumah tangganya sendiri " Jawab Anton dengan senyum , Alex pun nampak meredam emosi dan memeluk sahabatnya itu.
"Aku hanya ingin mereka bahagia ton percayalah , aku tak mau cucu kita kehilangan kasih sayang kedua orang tuanya " Ucap Alex memeluk sang sahabat dengan erat .
"Kita hanya bisa berdoa dan berusaha , karena Manusia hanya bisa meminta dan tuhan yang mengabulkan " Balas Alex .
🍂🍂🍂🍂🍂
Rumah sakit Aditama
Di sebuah ruangan VVIP terlihat dua pasang manusia tengah menikmati sarapan pagi mereka , dan tak ketinggalan ada satu wanita tua yang dengan setia melayani keduanya .
"Udah buk , ibu makan aja dulu saya yang akan menyuapi Sean " Perintah Tasya kepada Bu Retno yang sedari tadi mondar - mandir menyiapkan makanan Tasya dan Sean .
"Iya non , nanti kalo perlu apa apa panggil saja ibuk " Jawab Bu Retno dan berlalu duduk untuk menyantap sarapan paginya .
Dengan telaten Tasya menyuapi sang suami dengan pelan , dia tak mengeluarkan sedikit kata pun kepada Sean , membuat Sean sedikit sedih karena pasti sang istri belum sepenuhnya memaafkannya .
Setelah beberapa menit akhir nya makanan yang ada di piring telah Habis tak tersisa, dengan hati hati Tasya menaruhnya di Nakas dan memberikan Sean gelas berisi air minum .
"Aku gak mau air putih " Ucap Sean yang sedari tadi bungkam , entahlah nafsu nya sedikit memuncak ketika melihat susu , yang ada di atas Nakas .
"Terus mau nya apa , bibir Bu Retno bikinin ?" Tanya Tasya sedikit sebal melihat tingkah sang suami .
"Enggak usah , aku mau minum susu itu dek " Jawab Sean menunjuk susu hamil yang khusus untuk Tasya .
"Enggak , itu khusus buat adek , mas dibikin yang baru yaa " Ucap Tasya dengan lembut supaya Sean menuruti ucapannya .
"Enggak mau itu aja dek , dikit aja boleh yaa boleh yaa ?" Minta Sean dengan memohon .
"Enggak boleh mas itu susu khusus untuk adek , susu ibu hamil " Ucap Tasya dengan spontan .
Jantung Sean berdetak dengan cepat mendengar kata terakhir Tasya , susu ibu hamil?, khusus untuk ku , dua ucapan yang membuat otak Sean berpikir dengan keras .
"Akhhhhhhhhhhh " Teriak Sean ketika rasa sakit di kepala mendadak kambuh .
"Astaga, rileks rileks " Ucap Tasya mencoba memberikan ketenangan untuk sang suami.
Sean nampak sedikit rileks hingga pelan pelan rasa sakit itu hilang , hingga dia ingat apa yang sedang dia pikirkan sebelumnya .
"Kamu hamil ?" Tanya Sean dengan tiba tiba , Tasya nampak terkejut dan panik mendapatkan pertanyaan Sean , dia berniat menyembunyikan nya sampai semua nya benar benar siap .
"Dek , apa ada yang kamu sembunyikan ?" Tanya Sean dengan menatap Tasya dengan tajam .
"Iya mas adek hamil " Jawab Tasya dengan senyum .
"Beneran , adek tidak bohong kan ?" Tanya Sean dengan sangat antusias , Tasya nampak menganggukkan kepala membuat Sean langsung meloncat kegirangan , pria itu sampai bangkit dari tempat tidur lupa dengan penyakitnya .
"Thanks dek thanks " Ucap Sean dengan memeluk sang istri dengan erat .
"Maaf kan aku dek , aku memang salah telah menjebak mu , tetapi percayalah itu semua karena rasa cemburuku yang sangat besar " Ucap Sean menangis haru di pelukan Tasya .
Tasya nampak sedikit luluh, namun dia belum puas karena Sean tak menjelaskan soal vhee , dia pun melepaskan pelukan Sean dengan paksa , dan membidik nya dengan tataapan tajam .
"Bagaimana dengan Vhee ?" Tanya Tasya ambigu, membuat Sean bingung .
"Ada apa dengan Vhee ?" Sean membalikan pertanyaan kepada Tasya , jujur dia nampak belum paham dengan permasalahannya saat ini .
"Dia kemarin telpon dia kangen sama kamu , dia juga bertanya kenapa kamu lama tidak berkunjung ke apartemen nya " Jawab Tasya dengan senyum meremehkan .
"Aku peringatkan kepada kamu Se , aku Tasya Putri Pratama, dan aku tak akan menerima penghinaan ini, kamu bisa hidup berkeluarga dengan vhee karena dia cinta kamu , untuk anak ini kamu tenang saja , dia akan tumbuh dengan baik di bawah asuhan ku , dan tak akan mengusahakan hubungan kamu dan Vhee , termasuk finansial "Ucap Tasya membuat harga diri Sean langsung turun , namun sean juga sadar siapa wanita yang menjadi istrinya ini .
Jika yang lain Nangis nangis di cerai , tapi tidak dengan Tasya ,bahkan wanita itu dengan sangat tenang meminta sang suami menikahi selingkuh hanya , dan tak meminta sedikitpun hartanya .
"Itu tidak akan pernah terjadi , aku akan tetap bersama mu apa pun keputusan mu kelak , dek sekarang ada malaikat kecil yang akan melengkapi keluarga kita " Jawab Sean dengan menggebu-gebu , pemikiran macam apa yang ada di otaknya Tasya, bagaimana bisa dia tega memisahkan sang anak dengan papah nya .
"Aku tidak mau menikahi pria , yang hatinya menjadi milik orang lain " ucap Tasya dengan sengit seolah tak membelikan celah untuk Sean berfikir .
"Aku peringatkan dek , aku tak ada hubungan dengan vhee, kalo dia bilang kita ada hubungan itu adalah bulshist , aku hanya membantu nya dalam bentuk finansial dan tempat tinggal " Jawab Sean dengan jujur.
"Ambil semuanya , mulai sekarang aku yang akan mengendalikan keuangan , apa kamu setuju ?" tanya Tasya dengan tatapan tajam .
"Jangan kan harta , aku saja rela mengorbankan nyawa ku untukmu "
next jangan lupa like coment and faforit 😁🙏