
"Yang bener Sayang kamu hamil ?" tanya Mike.
"Iya Sayang, ini hasil tesnya," ucap Vania sambil menunjuk tespek.
Mike melihat garis dua di tespek tersebut seketika bola matanya berembun,ia langsung mendaratkan kecupan di pipi Vania saking bahagianya.
"Terima kasih Sayang, Aku benar-benar merasa bahagia," ucap Mike sambil mendaratkan kecupan di bibir Vania.
"Iya Sayang, aku memang sudah menduga sebelumnya. perasaanku sama dengan kehamilan yang pertama."
"Aku berharap dengan berita ini, Daddy bisa sedikit terhibur dan tak merasa sedih lagi, karena kamu tahu sendiri kan sejak mommy masuk penjara, daddy jadi terlihat murung, hanya Davina yang bisa membuatnya terlihat bahagia."
"Iya aku juga berharap daddy semakin bahagia dan tak lagi bersedih."
"Ayo sekarang kita pulang sayang."
Mike merangkul Vania berjalan keluar dari kamar.
"Bagaimana keadaanmu Van?"tanya Marina ketika berpapasan dengan Vania di tangga.
"Baik kok Kak, biasalah."
"Biasalah apanya, kamu lagi hamil?"
"Iya kak."
"Alhamdulillah, akhirnya kamu hamil lagi, jangan kabur lagi ya Van dari suami mu," cetus Marina bercanda.
"Mana mau aku kabur lagi kak, suami ku sayang sama aku kok."
"Iya kan Sayang?" tanya Vania pada Mike.
"Iya dong, saking sayangnya aku sama istri ku, setiap hari aku kasih pisang raja tiga kali sehari," sahut Mike.
"Hehehe, begitu ya, pantesan cepat banget jadinya," ucap Marina sambil nyengir.
"Iya kak,aku titip warungnya ya, aku mau istirahat beberapa hari."
"Oke, kamu istirahat saja, nanti biar saja kakak yang handle semuanya.
"Davina! Ayo Nak! Kita pulang."
Davina yang sedari tadi main berlari mendekati ke arah kedua orang tuanya.
Bugh Davina berlari kepalanya menabrak perut Vania.
"Aduh!Davina jangan gitu Nak."
Mike menggendong Davina.
"Jangan gitu ya sayang. Sekarang Davina harus hati-hati jika berdekatan sama bunda, gak boleh asal ya, apalagi sampai mengenai perut Bunda."
"Memangnya kenapa Dedi?"
"Di dalam perut bunda ada dedek bayi."
"Dedek bayi?"
"Vina mau gak dedek bayi?"
"Ehm gak mau nanti kalau ada adek bayi, Vina gak di sayang lagi," ucap Davina dengan bibir yang mengerucut.
"Siapa bilang, pasti sayang dong, Davina kan kesayangan kita semua," ucap Mike sambil mencium pipi chubby Davina.
Davina tersenyum sambil menggelayut manja dengan Mike.
"Dedi , kalau Vina punya adek Dedi gak boleh gendong adik ya, Dedi cuma boleh gendong Vina."
"Kenapa begitu?"tanya Mike.
"Pokoknya gak boleh!"
"Mungkin Davina takut kasih sayang kamu direbut adiknya sayang. Apalagi setelah sekian lama Davina baru menemukan sosok ayah," ujar Vania.
" Gak lah, Davina tetap jadi kesayangan daddy," ucap Mike.
Mendengar itu Davina langsung tersenyum dan mencium pipi Mike.
"Anak daddy pinter, sekarang ayo kita pulang dan beri tahu Opa tentang berita bahagia ini."
***
Tuan John berada di balkon rumahnya. Sejak istrinya di penjara ia selalu merasa kesepian.
Tuan John begitu kecewa terhadap istrinya. Istri yang sudah puluhan tahun mendampinginya, tega mengkhianati dan ingin merencanakan pembunuhan terhadap dirinya, hanya karena harta.
Matanya menatap hampa pemandangan sekitarnya. Rumah ini di huni banyak orang tapi ia selalu merasa sendiri.
"Opa!" Teriakan tersebut sontak mengagetkan tuan John.
Wajah murung tuan John seketika berubah menjadi senyum, melihat Davina yang berlari ke arahnya.
"Opa!"
Tuan Jhon langsung menggendong Davina.
"Eh cucu Opa, kenapa pulangnya lama sekali."
"Opa Vina bawa kabar gembira untuk Opa," ucap Davina.
"Kabar gembira apa sayang?"
"Kabar gembira adalah Vina sebentar lagi punya adik," ucap Davina dengan mulutnya yang di buat maju.
"Hah, yang benar saja?"
"Iya Opa," sahut Vania.
"Kamu beneran hamil Vania?" tanya Tuan John lagi dengan wajah yang berbinar.
"Iya daddy."
"Syukurlah, sebentar lagi rumah ini akan ribut akan suara tangis bayinya."
"Opa jadi gak kesepian lagi," ucap tuan Jhon sambil mencium pipi Davina.
"Tapi Opa, Opa tetap sayang sama Davina kan?" tanyanya dengan bibir mengerucut.
"Tentu saja, Davina tetap kesayangan Opa meski opa punya seribu cucu."
"Duh calon kakak kok takut tersaingi sih," cetus tuan John.
***
Setelah makan malam Mike dan Vania mencari angin segar di balkon kamarnya, sementara Davina menemani tuan Jhon ngobrol.
Mike memeluk Vania yang bersandar pada dada bidangnya.
"Sayang waktu kamu hamil Davina, bagaimana rasanya?"
"Rasanya gak enak banget, aku muntah-muntah."
"Oh begitu ya, tapi kamu masih bisa di gunakan Sayang?" tanya Mike.
Vania memutar bola mata malasnya.Ia sudah tahu pembicaraan mengarah ke mana.
"Ehm bisa sih, tapi palingan cuma seminggu sekali," ucap Vania.
"Ehm seminggu sekali gak apalah yang penting gak sampai sembilan bulan sepuluh hari."
"Harusnya begitu sih, karena setiap hari jatah seminggu sudah kamu ambil!"
"Yah tapi kan aku bayar denda, coba cek rekening kamu sudah berapa yang ku bayar."
"Kalau satu hari tiga ratus juta, sebulan sudah berapa?"tanya Mike.
"Jika seperti itu terus, lima tahun lagi kamu bakalan jadi gembel, karena harta kamu yang akan terkuras habis, bayangin aja jika sehari 300 juta, sepuluh hari sudah 3 M di kali sebulan, di kali setahun, sudah berapa? Itu cuma denda belum nafkah untuk aku," cetus Vania.
"Ngak apalah aku kerja kan untuk kamu dan anak-anak kita, asal kamu setia dan gak pernah meninggalkan aku. Aku rela kok semua harta aku kamu yang miliki," ucap Mike sambil mengecup kening Vania.
Vania tersenyum melihat Mike yang terlihat serius.
"Gak lah, aku gak sejahat itu kok sama kamu, Sayang.aku sudah cukup bahagia memiliki kamu dan Davina," ucap Vania sambil meraba wajah Mike.
"Oh ya,kalau gitu aku servis dulu bagaimana, mumpung Davina masih main sama Opanya?"
"Ehm gak boleh lihat ada kesempatan ya."
Tanpa persetujuan Vania,Mike mengangkut tubuh Vania kemudian membawanya di atas tempat tidur.
Mike membaringkan tubuhnya Vania dan mulai mendaratkan kecupan di kening istrinya itu.
Untuk mempersingkat waktu, Mike segera melepaskan penutup tubuh Vania dengan membuka kancing piyama satu persatu.
Setelah tubuh istrinya bugil, Mike melepaskan seluruh penutup tubuhnya hingga bugil dan siap melakukan penyerangan.
Baru saja hendak memasukkan senjatanya tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.
Tok tok tok
"Bunda ! Dedi!" Seru Vania sambil menggedor pintu.
"Davina!" Keduanya jadi kalang kabut mengenakan pakaian mereka.
"Bunda! Dedi cepat bukan pintu!"seru Davina tak sabaran.
"Ih kamu sih gak sabar banget!"gerutu Vania sambil memakai pakaian kembali.
Mike membuka pintu kamarnya.
tiba-tiba Davina tertawa melihat ke arah Mike
hi hi hi.
"Vina kenapa tertawa?"tanya Mike.
"Lucu saja," ucap Davina sambil menutup mulutnya.
"Apanya yang lucu?" tanya Mike.
"Hihi kok Dedi pakai celana bunda sih?"
Mike terkejut ketika ia melihat kebagian bawah tubuhnya, saat itu ia sedang memakai hot pant milik Vania yang berwarna pink dan berenda-renda.
Sementara Vania tertawa di balik selimutnya.
bersambung dulu ya gengs, maaf author kelamaan libur gara-gara masuk angin habis tahun baruan.
Sekedar informasi saja, mungkin beberapa bab lagi novel ini tamat ya reader, so jangan kaget duluan 🙈😄
Sambil nunggu author up, author Rekomendasi karya keren dari sahabat author, nih cek this out ya,.
Amy terpaksa harus menjadi pengasuh Reo Onsi Nagato, anak dari duda Shiro Yuki. Yang ternyata adalah seorang CEO.
Tapi kemunculan sang mantan istri, yang ternyata adalah seorang artis terkenal. Membuat kisah mereka menjadi tidak biasa.
Bagaimana Amy harus bersikap?