My CEO, My Ex-Husband

My CEO, My Ex-Husband
Berita Bahagia



Mishel mengirim pesan kepada nyonya wilhelmina.


📩Mommy Apakah rencanamu berhasil?


📩Iya rencanaku berhasil.


📩Bagus kalau begitu


📩Kau pulanglah Mishel mommy kirimkan uang padamu.


,📩Oke, Mishel.


Mike tersenyum menyeringai setelah membalas pesan dari Mishel tersebut.


Ia sengaja menjebak Mishel, agar bisa kembali ke Indonesia untuk mendapatkan hukuman yang sama dengan nyonya Wilhelmina.


"Tolong lah pak polisi lepaskan saya," ucap nyonya Wilhelmina ketika ia di paksa masuk dalam penjara.


"Maaf Nyonya, jika tak ingin di penjara jangan melakukan perbuatan tercela!"


Polisi kemudian membuka jeruji besi dan memaksa Nyonya Wilhelmina untuk masuk ke dalam penjara.


Setelah memasang dan mengunci kembali jeruji besi tersebut polisi meninggalkan Nyonya Wilhelmina.


"Pak polisi tolong lepaskan saya! Daddy! Mike keluarkan mommy." 


Nyonya Wilhelmina menangis sejadi-jadinya sambil meringkuk di dalam penjara.


Setelah dilakukan uji tes laboratorium, memang terbukti jika di dalam makan tersebut beracun.


Keesokan hari Mishel tiba di Indonesia dan langsung di sergap kemudian kemudian ditahan dan dimintai keterangan terkait kasus yang menimpa Nyonya Wihelmina.


***


Hari ini hari yang melelahkan bagi Mike dan Vania setelah seharian beraktivitas.


Vania berbaring di samping Davina menepuk nepuk pelan pundak Davina agar sang putri segera terlelap.


Berapa saat kemudian Davina mulai terlelap, Mike mengkotak-atik laptopnya sambil sesekali melirik ke arah Davina.


Kemudian ia menutup laptopnya ketika melihat Davina yang sudah terpejam.


Mike menarik kasur airbagnya kemudian memompanya.


Vania yang masih sadar mengulum senyumnya ia mengerti apa maksud Mike tersebut.


'Tempat tidur sudah siap, tinggal bagaimana membujuk istriku, agar aku diberi jatah lagi,' batin Mike sambil melirik ke arah Vania.


Mike mulai mematikan lampu kamarnya, kemudian ia melepas pakaiannya dan hanya meninggalkan celana boxernya.


Kemudian Mike berbaring di samping Vania dan memeluknya.


"Jatahmu sudah habis ya," cetus Vania.


Mike melirik ke arah Vania sambil menggaruk-garuk kepalanya.


"Iya jatah aku Minggu ini sudah habis, boleh tidak, aku minta jatah aku minggu depan di rapel saja hari ini," pinta sambil membujuk Davina.


"Mana bisa seperti itu, jatah untuk minggu depan ya akan di dapatkan minggu depan.


"Ya sayang, tapi aku lagi pingin Yang, gak bisa ditahan bagaimana dong," bujuk Mike sambil meraba-raba tubuh Vania.


Sesekali Mike menggigit telinga Vania, karena berusaha menahan hasratnya yang masih menggebu tersebut.


"Terserah, siapa suruh jatah untuk seminggu di habisi dalam waktu semalam,"sahut Vania.


"Ya Sayang, namanya juga pengantin baru Yang. Please kasih kompensasi lah," bujuk Mike.


Mike kembali menggerayangi tubuh Vania, ia berusaha membuat Vania terangsang. Namun setelah sekian lama Vania belum bereaksi apa-apa, sedangkan hasrat Mike semakin menggebu-gebu saja.


"Yang please ya Yang," pinta Mike sambil mencium ceruk leher Vania, dengan napas yang memburu.


"Apa saja yang kamu minta aku berikan Yang," ucap Mike.


"Ehm kalau begitu kau harus bayar denda karena melanggar kesepakatan kita "


"Iya Yang, aku akan bayar 100 juta sebagai denda karena telah mengingkari kesepakatan kita," ucap Mike.


"Boleh 100 juta per satu ronde? Bagaimana?" tanya Vania.


Dengan gerak cepat Mike mengangkat tubuh Vania dan membawanya ke atas tempat tidur.


Dengan segera ia melancarkan aksinya.


Entah berapa lama Mike bermain di ronde pertama nya itu hingga Vania terlelap. Hari itu ia begitu lelah hingga tertidur dengan sendirinya saat Mike masih berada di atas tubuhnya.


***


Vania membuka matanya dan melirik petunjuk waktu, tubuhnya terasa remuk redam saat itu.


Vania melepaskan lingkaran tangan Mike yang melingkar pada bagian perutnya.


Kemudian Vania turun dari tempat tidurnya menuju kamar mandi.


Keluar dari kamar mandi, Vania melihat Mike yang sudah terbangun dengan gawai di tangannya.


Ting… notifikasi pesan masuk di handphone Vania. Vania langsung menghampiri nakas dan melihat SMS dari M-banking ada saldo senilai 300 juta.


Vania melirik ke arah Mike.


"Itu pembayaran denda untuk tiga ronde sayang, terima kasih senang bertransaksi dengan mu," ucap Mike sambil mengedipkan sebelah matanya.


Vania memutar bola mata malasnya.


"Pantas saja tubuhku terasa remuk redam, ternyata dia melakukannya sampai tiga ronde," dengus Vania.


***


Hari-hari bahagia dijalani Vania sebagai istri Mike.


Kegiatannya semakin sibuk, karena harus mendampingi suaminya di berbagai kesempatan.


Hari ini Vania merasakan tubuh begitu lelah.


Vania bersandar di meja kerjanya sambil menunggu jemputan Mike.


"Duh kenapa perutku mual begini ya?"


Vania berlari dari ruangan menuju kamar mandi di dalam kamar mandi ia muntah. Setelah muntah ia memutuskan untuk berbaring di kamarnya sambil menunggu sang suami yang datang menjemputnya.


Mike menghampiri Vania, di kamarnya.


"Sayang kau kenapa? Kata Marina kau muntah-muntah ya?" tanya Mike sambil mengusap kepala Vania.


Tok tok tok terdengar bunyi ketukan pintu.


Mike beranjak dan membuka pintu.


"Tuan Nyonya memesan ini."


"Oh iya terima kasih."


Mike kembali menutup pintu kamarnya.


"Sayang, ini untuk apa?"tanya Mike .


Vania bangkit meraih barang pesanannya tersebut dari tangan Mike.


Kemudian ia berjalan menuju kamar mandi, beberapa saat kemudian Vania kembali lagi sambil tersenyum.


Vania berpangku pada Mike yang heran melihat dirinya.


"Kenapa tiba-tiba kau tersenyum seperti itu?"


"Karena aku punya berita baik untuk mu," ucap Vania.


"Apa itu?" tanya Mike.


"Aku hamil," bisik Vania dengan mesra di tepi telinga Mike.


Wajah Mike berbinar mendengar berita yang sangat membahagiakan itu.


Ia memeluk Vania dalam dekapannya kemudian menciumnya dengan bertubi-tubi


"Terima kasih Sayang,aku benar-benar merasa bahagia," ucap Mike sambil mendaratkan kecupan di bibir Vania.


Bersambung dulu gengs, author ini. Libur dua hari ya 🙏