My CEO, My Ex-Husband

My CEO, My Ex-Husband
Hasil Tes DNA



Wanita yang ada di samping Vania itu pun menoleh.


"Vania!"


"Nyonya Wilhelmina," gumam Vania lirih.


Nyonya Wilhelmina memperhatikan Vania  dari atas sampai bawah.


"Kamu hamil ya, anak siapa?"tanya nyonya wilhelmina dengan sinis.


Vania tak menjawab ia berlalu begitu saja dari wanita itu.


"Ayo Kak, kita harus segera pergi dari sini!"


Vania menarik tangan Marina  agar menjauh.


"Siapa Van?" tanya Marina.


"Dia adalah ibu sambung dari mantan suamiku."


"Kenapa kita harus pergi, biarkan ibunya tahu, jika kau tengah mengandung cucunya."


"Aku justru tidak mau, jika mantan suamiku mengetahui kehamilanku secepat ini."


"Sudahlah, kita ke kasir saja, aku nggak mau sampai diikuti oleh dia."


Marina mengikut saja kemana Vania membawanya. Meski begitu, ia sempat menoleh ke arah wanita yang disebut Vania sebagai ibu sambung dari mantan suaminya itu.


Wanita itu memang terlihat masih menatap tajam ke arah mereka.


Setelah membayar, Vania dan Marina bergegas untuk pulang.


***


Nyonya Wilhelmina menatap Vania yang pergi meninggalkannya.


"Gawat jika Mike sampai tahu Vania hamil anaknya, dia pasti akan kembali mengejar wanita itu lagi."


"Aku harus bisa menyembunyikan ini pada Mike, jika tidak, Mike tak akan mau menikahi Mishel."


***


"Vania kenapa sih kamu menghindar wanita itu?" tanya Marina.


"Aku sudah trauma dengan keluarga mereka, Aku berharap tidak akan pernah bertemu dengan mereka lagi."


"Memangnya, apa yang telah mereka lakukan padamu, sampai kau  trauma seperti itu.


"Aku mengalami kekerasan dalam rumah tangga Kak, suamiku orang yang sangat kasar dan kejam. Selama 6 bulan aku begitu tertekan, aku dipaksa melayaninya dalam sehari sampai tiga kali, tak hanya itu, aku juga mendapat perlakuan buruk dari ibu mertuaku."


 "Karena itulah, apapun yang terjadi aku nggak mau kembali ke rumah itu, lagi apalagi sampai rujuk dengan mantan suamiku."


"Oh jadi seperti itu, pantas saja ketika kita pergi wanita itu masih menatap kita dengan tatapan yang tajam."


"Aku berharap dia tidak memberitahu pada Tuan Mike, jika aku telah mengandung. Aku tak ingin terjerat pernikahan dengannya kembali, hanya karena aku mengandung anak dari nya."


"Mereka pasti memanfaatkan anak ku, agar aku menuruti semua kemauan mereka."


"Oh begitu ternyata Vania. kalau begitu, wajar saja kau lebih memilih sendiri.


***


Nyonya wilhelmina menghampiri kamar Mike.


"Ayo kita pergi."


"Pergi ke mana mommy?" tanya Mike dengan malas-malasan.


"Loh, bukannya hari ini kalian akan melakukan tes DNA, pada kandungan Mishel."


"Mishle sudah mengandung 6 bulan dan kau masih belum mau bertanggung jawab."


"Mike jangan bicara seperti itu, kasihan Mishel. Dia dan keluarganya harus menanggung malu karena kau tidak mau bertanggung jawab padanya!"


"Tapi pada kenyataannya memang begitu mommy!  bukan aku yang menghamili Mishel."


"Karena itulah kami mengajakmu untuk melakukan tes DNA, agar kau percaya jika anak yang dikandung Mishel adalah anakmu!"


"Jika itu darah dagingmu! kau akan menyesal ! kau harus menikahi Mishel secepatnya.


"Terserahlah apa mau kalian, baiklah aku akan ikut dengan kalian!"seru Mike.


Mike  melangkah ke luar kamar.


'Bagus Mike,' batin nyonya Wilhelmina.


***


Nyonya Wilhelmina dan Mike menghampiri laboratorium di sebuah rumah sakit.


Saat itu, ia bertemu dengan Mishel dan nyonya Citra ibunda dari Mishel.


"Akhirnya kau datang juga Mike, " ucap Mishel dengan senyum simpul, ketika melihat Mike berada di hadapannya.


"Aku datang ke sini, karena aku yakin anak yang kau kandung, bukanlah anakku!"


"Oh segitu yakinnya, kau Mike, setelah menikmati tubuhku dengan mudahnya kau melepaskan tanggung jawabmu."


Mike tersenyum sinis.


"Aku yakin, bukan hanya aku yang menikmati tubuhmu itu," sahut Mike.


Mike berlalu dari Mishel dan mulai melakukan tes DNA


Michelle tersenyum menyeringai.


Make melakukan tes DNA melalui darahnya.


Sementara Mishel melakukan tes DNA melalui air ketuban yang ada di rahimnya untuk mengetahui DNA bayi yang dikandungnya saat ini.


Tes DNA pun selesai dilakukan dan akan diketahui beberapa hari setelah itu.


***


Hari ini, hari yang ditunggu oleh Mishel, kedua keluarga sedang menunggu hasil laboratorium tes DNA perbandingan antara Mike dan DNA bayi yang ada di kandungan Mishel.


Mereka semua sengaja berkumpul di tempat itu, untuk melihat hasil perbandingan DNA secara bersama.


Karena, jika hasil DNA menunjukkan anak yang dikandung Mishel adalah anak Mike, maka  saat itu juga mereka akan mengatur rencana pernikahan antara Mike dan Mishel.


Nyonya Wilhelmina yang mengambil laporan hasil tes DNA itu, kemudian ia berdiri di tengah-tengah kedua keluarga yang sedang berkumpul.


Ada tuan gavino dan juga tuan John Arlan Muller


 


Nyonya Wilhelmina membuka membuka amplop tersebut, kemudian tersenyum dan memberikan amplop itu langsung kepada suaminya.


Sementara Mike terpaku menatap wajah ibu sambungnya yang terlihat bahagia.


"Anak yang dikandung oleh Mishel memiliki 99% kemiripan  dengan DNA Mike."


"Itu berarti, anak yang dikandungnya adalah anakmu."


Bukan main kagetnya Mike mendengar penuturan Nyonya Wilhelmina itu 


Sementara Mishel dan ibundanya tersenyum lebar.


Bersambung dulu ya gengs jangan lupa dukungannya ya, insya Allah ada satu bab lagi.