My CEO, My Ex-Husband

My CEO, My Ex-Husband
Masa Lalu



Ugh akh! terdengar suara krasak krusuk di iringi suara lenguhan.


Vania membuka bola matanya ketika merasa tubuhnya kembali berguncang dengan sebuah senjata tumpul yang bergerak keluar masuk pada bagian inti tubuhnya.


Hm, lengkuh Vania karena matanya yang masih terasa mengantuk sementara Mike terus saja bergerak di atas tubuhnya sambil sesekali mendesah dengan lirih.


Karena mengantuk Vania tak begitu menikmati permainan suaminya itu. Ia biarkan saja make berbuat apa saja terhadapnya, toh mereka juga sudah menjadi suami istri yang berjanji akan saling mencintai dan saling setia.


Sudah 15 menit Mike berada di atas tubuhnya, Vania merasa begitu lelah dan kehabisan tenaga. Namun sang suami masih aktif dengan gerakan energiknya.


Vania melirik jam dinding yang menunjukkan pukul lima pagi, sesekali ia mendesis ketika tongkat menyentuh bagian dasar rahimnya yang membuatnya sedikit ngilu.


Baru saja tersadar sepenuhnya, bibirnya kembali di jajaki kecupan hangat dari seorang pria yang berada di atas tubuhnya.


Kamar yang dingin itu tak membuat tubuh mereka kedinginan justru merasa gerah, meski kedua tubuh mereka tanpa sehelai benang pun yang menutupi.


"Akh! "tiba-tiba saja Vania merasakan gelombang dashat yang melanda nya, di iringi suara suara erangan kenikmatan dari Mike, sebelum tubuh Mike kembali jatuh kembali dalam pelukannya.


Nafasme terengah-engah sambil memeluk tubuh istrinya.


"Ini yang ketiga kalinya, jatah mu sudah habis Minggu ini,"  bisik Vania.


Mike tersenyum sambil mengecup kening istrinya.


"Terserahlah sayang, yang penting aku sudah merasa puas," ucap Mike sambil menjatuhkan tubuhnya di samping Vania.


Mike mengatur napasnya sambil membelai lembut rambut vania.


Berkali-kali ia mengecup pucuk kepala istrinya.Mike memeluk Vania dalam keadaan tubuh mereka yang masih bugil.


Vania mencoba merenggangkan pelukan Mike.


"Mau kemana?"tanya Mike.


"Kau pakai kembali pakaianmu itu, sebentar lagi Vania akan terbangun."


Vania merasakan sekujur tubuh yang terasa remuk.Namun ia langsung menuju kamar mandi karena merasakan gerah dan begitu kotor.


Sementara Mike, setelah ia mengenakan pakaiannya Mike kembali mengempiskan tempat tidur yang ia gunakan untuk bertempur semalam.


Vania keluar dari kamar mandi dengan perasaan yang segar.


Begitupun Mike yang juga menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Setelah mandi dan dalam keadaan yang segar mereka beristirahat sebentar di tempat tidur, berbaring dan bermalas-malasan.


Vania memeluk Davina menunggunya untuk bangun.


Sementara Mike memeriksa pesan dari aplikasi pesan Chatnya.


Mike memang melakukan penyadapan salah satu aplikasi pesan milik Nyonya Wilhelmina untuk mencari bukti yang lebih konkret.


Mike tersentak kaget ketika melihat isi pesan Nyonya Wilhelmina yang dikirim untuk Mishel.


"Apa jadi Mishel itu anak kandung mommy?!" Ucap Mike  dengan nada yang sedikit tinggi.


Karena ucapan Mike itu ,Vania sampai menoleh ke arah suaminya.


***


Flashback 32 tahun yang lalu.


Wihelmina menghampiri temannya di sebuah cafe.


"Aku hamil Cit," ucap Wilhelmina sambil mendaratkan bokongnya pada sebuah bangku.


Wihelmina duduk di hadapan Citra.


"Bagus dong kalau kau hamil, aku saja ingin hamil tapi belum hamil-hamil," cetus Citra sambil menyeruput minumannya.


"Bagus kata mu?!"


"Aku belum menikah dan pacar ku tak mau bertanggung jawab atas kehamilan ku ini!"


"Aku mau gugurin kandungan ini, tapi katanya terlalu beresiko," dengus Wilhelmina.


"Jangan di gugurkan, anak kamu aku saja yang mengasuhnya," usul Citra.


Wilhelmina menatap lekat ke arah Citra.


"Kamu serius?"


"Seriuslah, suami ku tuh mandul! Jadi kami gak bisa punya anak."


"Baiklah, aku setuju saja, tapi kau harus menanggung dan membiayai selama aku hamil dan melahirkan."


"Oke,aku tanya pada suami ku terlebih dahulu."


Citra menelpon suaminya dan membicarakan tentang rencana untuk mengangkat anak yang ada di dalam kandungan  Wilhelmina, itu menjadi anak mereka."


"Baik Daddy nanti aku sampaikan pada Wilhelmina."


Citra menutup teleponnya.


"Bagaimana, suami kamu setuju?"


"Setuju dong, kami sudah lama merencanakan ini, hanya saja tidak ada yang mau menjual anak mereka, lagi pula aku takut rahasia ini terbongkar."


"Kamu tenang saja, jika berbisnis denganku pasti aman aku akan menjaga rahasia ini."


" Tapi kamu tidak keberatan kan jika kami memberi nama anakmu dengan nama keluarga kam?"tanya Citra.


"Tentu saja, aku malah bersyukur jika kalian mau mengakui anak haram ini menjadi anak kalian."


"Oke kalau begitu nanti aku ajak suamiku untuk bertemu denganmu, kita bicarakan lagi."


"Baiklah."


Di lain  kesempatan Wihelmina dan Citra serta suaminya yang bernama Gavin telah menjalin kesepakatan.


Mereka akan menanggung biaya hidup Wilhelmina selama mengandung, kemudian mereka juga akan menanggung biaya persalinan dan kompensasi atas rasa sakit dan tidak nyaman ketika wilhelmina mengandung. Tentu saja setelah semua itu, wilhelmina tak boleh mengakui anak yang dalam kandungannya itu sebagai anaknya sampai kapanpun.


Sejak ditinggalkan sang kekasih, Wilhelmina hidup luntang-lantung di kota besar ini.


Selama mengandung Wilhelmina dan Citra berada di luar negeri, agar rahasia mereka tak terbongkar, Gavin dan Citra sampai menetap di luar negeri.


Setelah mengandung dan melahirkan putrinya, Wilhelmina memberi bayi perempuan yang baru lahir itu kepada Citra dan Gavin.


Anak itu kemudian diberi nama Mishel.


Mereka pun membuat akte kelahiran Mishel, dengan Citra dan Gavin sebagai kedua orang tuanya.


Beberapa bulan setelah melahirkan Wilhelmina kembali ke kota kelahirannya


Karena hidupnya yang suka berfoya-foya, uang yang diberikan Citra dan Gavin pun habis.


Wilhelmina mencari pekerjaan dan Ia mendapat pekerjaan untuk mengasuh seorang putra mahkota yang baru saja ditinggal meninggal oleh ibunya.


Selain menjadi baby sitter tuan muda Miller ,niat sebenarnya Wilhelmina adalah untuk menggoda Tuan John Miller, agar terpedaya dengan pesonanya.


Wilhelmina yang memang cantik dan memiliki bentuk tubuh yang begitu seksi, mulai menarik perhatian Tuan John Muller yang kesepian setelah ditinggal mati oleh sang istri.


Setahun setelah kepergian ibunda Mike ,Nyonya Wilhelmina resmi menjadi ibu sambung, sekaligus Nyonya John Miller dan merubah nasibnya.


Sementara bertahun-tahun Mishel masih tak mengetahui jika ia adalah anak kandung dari nyonya Wilhelmina.


Hingga suatu saat Mishel melakukan kesalahan dengan hamil diluar nikah dan mengakui jika ia Mike telah yang telah menghamilinya.


Tak hanya itu, Mishel juga setelah beberapa kali melakukan perbuatan yang memalukan keluarga Gavin dan Citra.


Hingga membuat Citra dan Gavin begitu murka.


Karena merasa Mishel bukanlah dari darah  daging mereka, mereka mengusir Mishel dari rumah mereka, dan mengungkapkan fakta yang sebenarnya jika Mishel adalah anak Nyonya Hermina.


Sejak itu Mishel keluar dari rumah tuan Gavin, ia sendiri langsung menghubungi nyonya Wilhelmina untuk meminta konfirmasi darinya.


Nyonya Wihelmina juga  mengakui jika Mishel adalah anak kandungnya, Ia pun menceritakan Bagaimana asal muasal sampai Mishel dirawat dan dibesarkan oleh Citra dan Gavin.


Dan sampai saat ini, Nyonya Wilhelmina selalu memberi uang kepada Mishel dan cucunya itu.


Itulah kenapa, ia tidak rela jika Davina yang menjadi pewaris dari harta Tuan John Miller.


Nyonya Wilhelmina bermaksud merebut harta Tuan John Miller dari Davina dan Vania untuk memberikannya pada Mishel dan putranya.


Karena tamak dengan harta,Nyonya Wilhelmina pernah merencanakan pembunuhan Mike dan Natasha agar semua harta milik keluarga John Miller menjadi miliknya. 


Namun, sayangnya  Natasha meninggal sementara Mike masih hidup mengalami mengalami cacat karena buta sementara.


Karena rencananya tidak berhasil dengan sempurna.Nyonya Wilhelmina memikirkan cara lainnya, yakni menjodohkan Mishel dan Mike.


Karena itulah, dia dengan sepenuh hati menyuruh Mike untuk segera sembuh.


Nyonya Wilhelmina dan Citra pun berkompromi untuk menjodohkan putra dan putri mereka.


Bahkan ia mengambil DNA tuan John untuk perbandingan DNA Mike, ketika Mike  meragukan bayi yang dikandungan Mishel itu  bukan anaknya.


Namun Tuhan punya cara lain, untuk mengungkap kebejatan Wilhelmina itu.


Mishel ternyata sudah hamil sebelum ia kembali ke Indonesia dan dijodohkan dengan Mike.


Kini Mishel dan  putranya hidup dari pemberian Nyonya Wilhelmina.


Mereka pun merencanakan untuk menghabisi Davina pewaris tunggal dari keluarga John Miller untuk merebut harta John Miller.


***


"Sayang, kenapa?"  tanya Vania.


Saat itu Mike  menunjukkan pesan tersebut kepada Vania


Pesan yang dikirim sehari sebelumnya itu berbunyi 


Wilhelmina: Nanti mommy transfer uangnya, sekarang mommy tengah sibuk, karena Mike hari ini menikah.


Mishel: Ya mom, aku sudah tidak punya uang, mommy tahu sendiri kan hidup di Los Angeles itu serba mahal. 


Wilhelmina: Jangan boros-boros Mishel. Jika saja rencana mommy gagal lagi kita bisa jadi gelandangan bahkan di penjara.


Vania menatap ke arah Mike.


"Jadi apa maksudmu?"  tanya Vania tak mengerti.


"Mishel itu pernah mommy jodohkan padaku setelah kita berpisah. Saat itu aku sudah curiga karena mommy terus memaksaku.


"Kalau begitu, setelah bercerai denganku Kau sudah pernah menikah lagi?" Tanya Vania.


"Aku terpaksa menikahi Misha karena dia mengaku mengandung anakku."


"Sebenarnya aku tidak yakin karena saat melakukan hubungan dengannya aku selalu menggunakan pengaman."


" Jadi kau itu berperilaku sek*s bebas?"


Mike tersenyum sambil mencium bibir Vania.


"Iya, tapi aku selalu gunakan pengaman, kecuali ketika bersamamu."


Vania mengerucutkan bibirnya.


"Tetap saja kau itu seperti teh celup, "dengus Vania sambil mengerutkan bibirnya.


"Sudahlah Jangan bahas itu lagi, sekarang aku sedikit tahu jika mommy telah menipu kami selama ini."


"Lalu, apa yang akan kau lakukan?Apa kau akan memberitahu Daddy?"


"Aku pikir nanti dulu, kita lihat apa yang akan dilakukannya bersama Mishel, kita harus kumpulkan banyak bukti lagi. Lagi pula aku tak ingin merusak momen indah pernikahan kita," ucap Mike yang kembali menyambar bibir Vania.


Make membaringkan Vania sambil mengecup bibirnya dengan lembut. Iya tak ingin momen bulan madu yang sudah lama ya impikan ini menjadi rusak karena masalah Nyonya Wilhelmina.


Bersambung dulu gengs jangan lupa dukungannya ya.