
"Mike!" Panggil Nyonya wilhelmina ketika Mike keluar dari kamarnya.
"Mike, kamu mau kemana?" tanya Nyonya wilhelmina.
"Aku mau keluar sebentar, memangnya ada apa mommy?" Tanya Mike.
"Mike, kamu itu bagaimana sih Mike. Kenapa kamu percaya saja jika anak Vania itu adalah anak kamu, kenapa kamu nggak lakukan tes DNA terlebih dahulu, untuk memastikan jika anak Vania itu benar-benar darah daging kamu. Karena bisa saja kan Vania berbohong."
"Mommy aku yakin jika Davina itu Putri kandungku. Lihat saja wajahnya mirip denganku."
"Alah kata siapa Mike, kamu Jangan mudah percaya Mike. Vania itu nggak mungkin hamil karena mami sudah memberikannya pil pencegah kehamilan."
"Dan ketika mommy periksa, dia meminum semua 6 keping pil yang mommy berikan. Jadi dia itu nggak mungkin hamil anak kamu, paling-paling dia hamil anak orang lain atau mengadopsi seorang anak agar kamu mau kembali menikahinya.
"Ayolah Mike, biar lebih memastikannya, lebih baik kamu tes DNA anak itu sebelum kamu menyesal karena telah dibohonginya."
Mike menatap sinis ke arah nyonya wilhelmina.
"Aku yakin kok mommy, jika Davina itu darah dagingku. Aku harap mommy nggak usah bikin ulah dengan berkata yang macam-macam dan mempengaruhi Daddy."
Nyonya wihelmina membelalakkan bola matanya.
"Mike kamu bicara seperti itu pada mommy mu Mike?! Mommy memang bukan ibu kandungmu, tapi dari kecil mommy sudah merawat kamu apa yang mami lakukan itu adalah yang terbaik untuk kamu.
"Dan mommy,nggak mau kamu sampai tertipu dengan Vania itu, dia itu hanya menginginkan harta kamu Mike."
Mommy, aku bukannya tidak hormat pada mommy, tapi kenapa sejak dulu mommy,i selalu tidak setuju dengan pilihanku?!"
"Dulu mommy tidak setuju dengan Natasha, sekarang dengan Vania, sejak dulu mommy mau aku menikahi gadis pilihan mommy bukan?"
Nyonya Wilhelmina tertegun dengan kata perkataan Mike, mungkin saat ini Mike sudah menyadari, jika sejak dulu ibu sambungnya tersebut menjadikan boneka yang harus menuruti keinginannya.
"Aku tahu apa yang terbaik untukku mommy."
Mike segera menjauh dari Nyonya Wilhelmina.
Nyonya wilhelmina menatap kesal ke arah Mike.
'Huh, lihat saja Mike! Jangan sampai nasib Vania aku bikin seperti Natasha,' batin Nyonya Wihelmina.
***
Vania sedang berdiskusi dengan beberapa asistennya untuk persiapan catering esok harinya.
"Tuh Make datang!"ucap Marina sambil menunjuk dengan bibir dimonyongkan ke depan.
"Biar sajalah, kita lanjutkan saja rapatnya, palingan dia ingin bertemu Davina."
"Dedi!" panggil Davina sambil menghampiri Mike.
"Hai putri Deddy, cantik sekali malam ini."
Hihi Davina tersenyum malu-malu.
Make dan Davina langsung menghampiri Vania yang terlihat sedang berbicara di sudut ruangan bersama beberapa orang lainnya.
Melihat Mike yang menghampiri, secara spontan mereka langsung menjauh dari Vania.
"Mau apa lagi sih aku lagi rapat," ucapannya dengan ketus.
"Aku mau ngajak kamu ke suatu tempat, Ayo kita pergi sekarang." Mike menarik pelan tangan Vania.
"Ih kamu tuh apa-apaan, selalu memaksa."
"Kamu kalau nggak dipaksa,kamu nggak bakalan mau."
"Aku lagi rapat, nanti saja lain kali perginya."
"Ayolah sebentar saja."
"Ayo dong bunda,ikut kita, Vina ingin sekali jalan sama Dedi dan Bunda" pinta Davina, yang sudah di ajari Mike terlebih dahulu.
Davina bahkan memasang wajah memelasnya di hadapan Vania.
Lagi-lagi Vania tak bisa menolak ketika melihat wajah putrinya itu.Padahal saat itu ia begitu lelah.
"Iya deh, bunda siap-siap dulu ya."
Vania beranjak cari tempat duduknya menuju ruang kerja.
Mike dan Davina melihat ke arah Vania.
"Yes, rencana kita berhasil, anak Daddy pinter banget deh aktingnya."
"Iya dong tapi beliin Vina es krim coklat yang banyak ya," ucap Davina.
"Jangankan beli es krim coklat, nanti daddy bikin perusahaan es krim untuk Davina," ucap Mike sambil mencium pipi Davina.
"Bikin perusahaan es klim? emang Dedi punya duit?"tanya Davina.
"Kamu ya meremehkan daddy! Daddy keliriki perut kamu ya," Mike menggelitik perut Davina.
"Hi hi hi Dedi geli hi hi, udah Dedi geli!" tawa Davina renyah.
Mike menghentikan aksinya menggelitik, Davina, ia tatap lagi wajah putrinya itu kemudian Mike mencium Davina dengan sepenuh hati.
'Aku tak mungkin salah, Davina adalah putri ku,meski tanpa melakukan tes DNA sekalipun aku sangat yakin itu,' batin Mike sambil menatap Davina.
''Dedi kenapa diam?"
Lamunan Mike buyar seketika.Ia kembali memeluk Davina.Perasan tak akan membohongi karena darah lebih kental daripada air.
Vania menghampiri Mike dan Davina.
"Ayo kita pergi."
Mereka masuk ke dalam mobil.
"Dedi, kita mau kemana?"tanya Davina.
"Ada deh."
Mereka tiba di sebuah pasar malam.
"Wah banyak balon !"seru Davina sambil bertepuk tangan.
Vania melihat ke arah sebuah gerbang berbentuk hati dihiasi balon dan lampu berwarna-warni.
Balon itu berwarna merah dan putih dirangkai sedemikian rupa sehingga membentuk tulisan 'Will you marry me.'
Ketiganya turun dari mobil dan melewati pintu gerbang tersebut.
Di pasar malam itu terdapat berbagai macam wahana dan hiburan Namun, tak begitu ramai.
Suasana di tempat itu terasa begitu meriah di mana lampu-lampu berkelap-kelip sepanjang sudut lapangan terbuka itu.
"Ayo kita masuk," ucap Mike sambil merangkul Vania dan menggendong Davina.
" Dedi balonnya boleh Vina ambil ?"tanya Vina ketika melihat balon-balon di gerbang berbentuk hati itu.
"Iya sayang, nanti Dedi belikan Davina balon yang banyak."
Mereka pun melewati pintu gerbang tersebut, awalnya Vania merasa biasa saja. Meski ia heran kenapa ada tulisan Will you marry me di pintu masuk.
Mereka duduk di sebuah stand yang menjual makanan.
Baru saja duduk mereka disambut dengan dua orang pria membawa gitar dan bernyanyi.
Selamat malam nyonya dan tuan, izinkan saya membawa tembang populer dari band Armada yang berjudul Buka Hatimu, selamat mendengarkan.
Krenceng krenceng.
,🎶🎶🎶
Buka hatimu…
Bukalah sedikit untukku…
Sehingga diriku..
Bisa memilikimu….
Buka hatimu… bukalah …sedikit untukku,... sehingga diriku bisa memilikimu!..
Pengamen itu terus menyanyikan lirik yang sama. Vania sedikit heran, tapi ia bersikap gak peduli.
Vania memesan makanan di stand tersebut, mencoba untuk tak peduli dengan suara pengamen yang menyanyikan lirik lagu itu berulang.
"Buka hatimu.. . bukalah sedikit untuk ku……! Sehingga diriku… bisa memiliki mu!..." Pengamen itumengganti nada dengan dangdut koplo, kemudian berganti lagi dengan lalu Rock. n6amun liriknya hanya begitu-begitu saja.
Vania mulai terganggu, ia merogoh tasnya kemudian menarik uang pecahan lima puluh ribu, kemudian menyodorkan uang tersebut kepada pengamen tanpa menoleh ke arah pengamen yang menggunakan topi hitam tersebut..
"Ini Mas."
"Terima kasih Nyonya," ucap pengamen tersebut.
Namun baru beberapa saat pengamen itu pergi, datang lagi seorang pengamen yang membawa gitar akustik
" Permisi Nyonya saya akan membawakan sebuah lagu yang berjudul Melepas Lajang,semoga berkesan," ucap pengamen tersebut.
🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶
Mungkin saatnya… kan ku akhiri masa kesendirian ku… mempersiapkan hati untuk melamarmu, terimalah cinta ku…." Musik berhenti sejenak.
Mike tersenyum kemudian ia menyodorkan cincin untuk Vania.
"Terimalah cinta ku Vania," ucap Mike sambil berlutut.
Vania yang tengah mengunyah makanan sontak kaget.
Ia langsung menoleh ke arah Mike yang berlutut sambil menyodorkan kotak cincin di tangannya.
"Apa-apa sih ini?!"tanya Vania dengan mata yang melotot karena hampir tersedak.
Mike masih berlutut sambil menyodorkan cincin.
Sementara di belakang Mike ada beberapa pengamen yang masih bernyanyi bahkan sebuah kelompok paduan suara ikut bernyanyi.
,,,🎶 Mungkin saatnya …
kan ku akhiri masa kesendirian …. 🎶mempersiapkan hati untuk melamar mu…Terimalah cinta ku….
"Terima lah cinta ku Vania," ucap Mike masih berlutut.
Vania benar-benar syok.
Tiba-tiba ia mendengar suara letusan di angkasa. Seketika langit memancarkan sinarnya petasan pecah hingga menyemburkan bunga-bunga api di angkasa.
Ada pula cahaya dari lampu tembak yang dipantulkan ke angkasa hingga membentuk tulisan ' Terimalah cinta ku Vania.' di iringi bunga-bunga api yang indah.
Vania syok, kaget dan kagum melihat keindahan langit malam itu.
"Terimalah cinta ku Vania," ucap Mike masih berlutut.
"Terima Vania! Terima! Terima!"
Vania menoleh ke arah arah suara ternyata Marina dan para karyawannya bersorak sambil berbondong-bondong menghampiri mereka..
"Terima! terima! Terima nyonya Vania! " Karyawan Vania memegang balon yang bertuliskan Vania dan Mike sambil berseru meminta Vania menerima cinta Mike.
"Ayo! terima cinta Mike Vania!" seru Marina yang tengah menggendong Davina
'Jadi mereka juga ikut andil?' batin Vania.
Vania menoleh ke arah ketiga pengamen tadi yang ternyata adalah Jerry, Robby dan Jeremy, yang di paksa Mike untuk ikut andil dalam acara lamaran tersebut.
"Will You Marry Me Vania?" tanya Mike kembali.
Vania masih bergeming karena masih syok dengan kejutan di malam ini.
Bersambung dulu ya gengs jangan lupa dukungannya.