
Waktu menunjukkan pukul 08.00 malam dan resepsi pernikahan yang super mewah itu pun telah selesai.
Vania dan Mike turun di atas pelaminan. Menghampiri para keluarga yang masih berada di gedung mewah tempat dilaksanakan resepsi.
Vania menghampiri Marina yang menggendong Davina, gadis kecil itu Sudah terlelap karena kelelahan, seharian Davina tidak beristirahat karena mengikuti prosesi pernikahan dari awal sampai akhir.
"Terima kasih ya kak, karena telah menjaga Davina seharian ini,"ucap Vania.
"Sama-sama Van, sepertinya Davina kelelahan,dia begitu aktif sekali menghampiri para tamu yang datang."
"Hm Davina memang seperti itu, dia anak yang humble mudah akrab dengan semua orang."
Mike meraih tubuh Davina dari gendongan Marina.
"Terima kasih Marina, silahkan cek rekening kamu nanti malam."
"Loh memangnya ada apa Tuan?" tanya Marina.
"Ada sedikit bonus, karena kau telah menjaga putriku dengan baik."
"Oh kalau begitu terima kasih Tuan."
Setelah dari gedung, Mike membawa keluarga kecilnya menuju mobil.
"Silakan Sayang," ucap Mike sambil membukakan pintu mobil untuk Vania.
Sementara ia masih menggendong Davina.
Dalam mobil Vania meregangkan otot-ototnya karena terlalu lelah.
Ia pun bersandar pada dada bidang Mike yang kini telah menjadi suami nya kembali.
"Kamu lelah ya?" tanya Mike.
"Iya, aku lelah sekali mengantuk juga."
"Acaranya sudah selesai kok, jadi setelah pulang kita langsung bisa beristirahat.
"Lagi pula kamu sedang berhalangan, jadi seminggu ini kita akan beristirahat dulu, Minggu depan baru kita mulai perjalanan bulan madu kita."
"Hm begitu ya," Vania menatap wajah Mike kemudian mengecup bibirnya.
Ia jadi kasihan pada Mike yang telah ia bohongi.
Sepanjang perjalanan dada Mike menjadi sandaran bagi Vania dan Davina.
Mobil pengantin menuju mansion rumah besar tuan John.
Mobil Mike tiba di kediaman Tuan John, begitupun mobil tuan John dan nyonya Wilhelmina.
Tak terjadi kesibukan di rumah itu Karena semua acara sudah selesai digelar. Kini mereka memang benar-benar bisa beristirahat.
Keluar dari mobil Vania berjalan menggandeng tangan suaminya, ia jadi teringat ketika pertama kali menginjakkan kaki di rumah ini ketika pertama kali menjadi istri Mike.
Rasanya berbeda dengan saat ini, ia masuk ke dalam rumah itu menjadi Nyonya make Miller kembali dengan perasaan bahagia.
Kehadiran Vania disambut oleh para asisten rumah tangga.
"Selamat datang kembali di rumah ini nyonya," ucap mereka secara serempak.
"Terima kasih," ucap Vania.
"Ayo Sayang, kita segera beristirahat di kamar."
Mike membaringkan tubuh Davina di atas tempat tidur.
"Duh Putri Deddy pasti kelelahan hari ini,"ucap Mas sambil mencium kening Davina.
Sementara Vania kesulitan melepas gaun pengantinnya.
"Mike tolong dong!"
Mike menghampiri Vania kemudian melepas resleting gaun tersebut yang berada di belakang.
Ketika ditarik, resleting gaun itu tampaklah punggung Vania yang putih mulus tanpa cacat.
Mike menelan salivanya berkali-kali, senjata tumpul miliknya sudah tegak berdiri siap untuk berperang.
Tangan Mike menyusup di balik gaun pengantin yang putih itu, menggerayangi lekuk tubuh Vania hingga membuat Vania bergidik karena merinding.
Tangannya meraba menyusuri dua bongkahan kenyal yang tertutupi dengan kacamata berenda.
Napas Mike memburu ketika kedua telapak tangannya mere*mas dua bukit kenyal tersebut.
Dikecupnya leher jenjang Vania berkali-kali,ada sensasi yang tak biasa yang Vania rasakan saat itu.
Bola mata terpejam menikmati setiap sentuhan, sentuhan yang terasa menggetarkan seluruh urat-urat halus di sekujur tubuhnya.
Tangan Mike perlahan melepaskan gaun pengantin itu sambil menghujami punggung Vania, kecupan Mike begitu lembut hingga membuat Sukma Vania ikut bergetar.
Kedua napas mereka mulai memburu.
"Sayang, Nanti dulu, aku belum mandi."
Vania menarik tubuhnya.
"Kalau begitu kita mandi bersama saja."
"Jangan! "
"Kenapa, kita sudah resmi menikah?"
"Tidak apa-apa, nanti kau tak kuat menahannya, aku kan sedang berhalangan."
Wajah Mike terlihat kecewa.
"Ya sudah, kalau begitu aku siapkan air hangat untuk mu agar kau bisa berendam dan tubuhmu bisa kembali segar.
"Terima kasih Sayang," ucap Vania.
Vania menatap iba Mike yang berjalan menuju kamar mandi.
"Tunggulah Mike ada kejutan untukmu "
***
Setelah berendam beberapa saat Vania keluar dari kamar mandi dengan perasaan yang lebih segar.
"Sayang sekarang giliran mu mandi," ucap Vania yang hanya mengenakan bathrobe dan handuk yang melingkar menutupi rambutnya.
Mike masuk kedalam kamar mandi selama beberapa saat.
Ketika keluar dari kamar mandi ia melihat Vania yang berbaring masih dengan menggunakan bathrobenya, selain itu Vania juga berbaring dengan posisi yang menantang.
Bagian pahanya semua terbuka terkecuali bagian bokongnya.
Senjata Mike yang sempat terlelap tersebut, kini kembali tegak berdiri.
"Sayang kamu tidur gak pakai baju ? Nanti aku khilaf bagaimana?"tanya Mike sambil menghampiri Vania.
Vania hanya diam saja karena dia pura-pura tidur
Mike menuju lemari kemudian memakai celana boxernya.
Setelah itu ia berbaring memeluk Vania, tanganya kembali menyusup untuk mencari kehangatan dan tempat yang paling nyaman menurut Mike adalah dua bongkahan kenyal Vania.
Tangan Mike yang nakal mulai menggerayangi seluruh permukaan tubuh Vania sambil menutup matanya
Mike membuka matanya kembali ketika ia merasakan Vania tak menggunakan penutup tubuh selain bathrobenya itu.Seketika tongkat bernyawa milik Mike kembali berdiri dengan tegak.
Mike memeluk Vania dari belakang sambil mencium ceruk lehernya
"Sayang kenapa kau tega memancing ku seperti ini," bisik Mike yang sudah tak sanggup menahan gairahnya.
Napas Mike terasa memburu dan menyapu tengkuk Vania tanganya mere*mas salah satu bukit kembar milik istrinya.
Mike menggigit telinga Vania karena tak kuasa menahan gairah, ketika telapak tangan menyentuh permukaan kulit tubuh Vania yang halus dan lembut itu.
Tangan Mike turun dengan merayap coba untuk meraba bagian lembah yang ditumbuhi rumput hitam yang halus.
Akh! Vania tersentak ketika Mike semakin kuat menggigit daun telinga karena tak kuat menahan gelombang hasrat.
Mike meraba-raba sarang laba-laba bagian bawah tubuh Vania dan ternyata bersih.
Vania memejamkan matanya sambil tersenyum menikmati sentuhan lembut Mike.
"Sayang kau membohongiku ya, kau bilang kau sedang berhalangan?" Ucap Mike dengan nafas yang terengah-engah karena tak kuat menahan hasratnya.
Mike membalikan tubuh Vania, kemudian ia langsung menyambar bibir Vania.
Ciuman panas pun dimulai.
Mike menghisap,menggigit dan menyesap bibir seksi istrinya itu, sambil menarik tali bathrobe milik Vania.
Bathrobenya terbuka hingga menampakan tubuh mulus Vania.
"Wow!" Mata Mike membelalak dengan sempurna.Melihat bentuk tubuh Vania yang selama ini hanya ada dalam fantasinya saja.
Mike turun dari ranjang.
"Loh kenapa Sayang?"tanya Vania.
Mike menarik sesuatu dari kolong tempat tidurnya yang ternyata adalah tempat tidur udara.
Mike menghampar tempat tidur tersebut di samping tempat tidurnya, kemudian ia memompanya dengan pompa otomatis.
Satu menit saja tempat tidur tersebut sudah siap digunakan.
Mike langsung menghampiri Vania dan menggendongnya, kemudian ia meletakkan tubuh Vania di atas tempat tidur tersebut.
Kemudian Mike mematikan lampu di ruangan tersebut.
Mike mulai menghampiri Vania, Mike tersenyum menyeringai seperti serigala yang lapar.
Ia langsung menghisap salah satu dari dua bukit kembar Vania
Sementara tangannya mer*remas salah satu lagi.
"Auw Mike pelan-pelan!" de*sah Vania ketika Mike terlihat seperti bayi yang kehausan menyusui dengannya.
"Iya sayang, aku haus sudah empat tahun tak merasa Asi."
"Ih dasar kamu ya!" Vania mencetak kepala Miki dengan mesra.
Vania mulai gasak gusuk ketika tangan Mike merayap menyentuh setiap permukaan kulit tubuh Vania.
Semakin lama senjata milik Mike semakin menegang.
Mike menghentikan aksinya kemudian tersenyum menatap Vania.
Yang di tunggu-tunggu pun tiba, akhirnya setelah sekian lama Mike kembali merasa celah sempit milik Vania yang bikin ia tak bisa move on.
Dengan lembut Mike kembali mencium bibir Vania sambil memasukkan senjata dengan perlahan.
Bola mata Vania kembali membulat dengan pupil yang semakin lebar.
Vania tersentak kembali ketika merasakan sebuah rudal menerobos bagian inti tubuhnya yang sekian tahun tak terjamah.
Mike berhenti sejenak sambil mengecup dan mencium Vania dengan mesra agar sang istri menjadi rileks.
Setelah Vania cukup tenang, Mike mulai melancarkan aksinya.
Bulb …kresek.. kresek tempat tidur tersebut berguncang seiring dengan guncangan tubuh Mike yang semakin cepat memompa.
Guncang tersebut melemah beberapa saat karena dirinya tak ingin cepat menuntaskan permainannya.
Namun apa daya, hanya lima menit memompa Mike harus menyerah.
Satu hentakan terakhir Mike berhasil membuat tubuh keduanya bergetar hebat.
Mike tiarap di atas tubuh Vania dengan nafas yang terengah-engah sambil menikmati sisa-sisa kenikmatan yang baru saja ia reguk kembali.
"Sial ! kenapa keluarnya cepat sekali! Mana jatahku hanya tiga kali seminggu, "dengus Mike.
Vania mengulum senyumnya sambil memeluk tubuh Mike yang masih berada di atas tubuhnya.
Meski hanya lima menit ,tubuh Mike sudah berlumuran keringat.
Mike merebahkan tubuhnya di samping Vania sambil mengatur nafasnya.
Mike dan Vania mengatur nafasnya sambil menikmati sisa-sisa pelepasan mereka tadi, keduanya saling memeluk dan mengusap keringat pasangannya.
Ketika tubuhnya sudah mulai dingin.
Mike kembali memeluk Vania yang tidur membelakanginya.
"Sayang, boleh gak satu ronde lagi," bisik Mike di telinga Vania
"Gak boleh, kamu ingat kan janji pra nikah kita?"tanya Vania sambil mengulum senyumnya.
"Iya ingat, tapi perjanjiannya kan seminggu tiga kali dan aku bebas meminta kapan saja, sekarang aku minta jatah ku sekali lagi ya, " pinta Mike dengan sedikit memelas.
"Ayolah Sayang, puasa-nya empat tahun, mainnya cuma lima menit, mana puas,"bujuknya lagi.
Vania tersenyum mendengar permintaan suaminya itu, ia merasa tak tega membiarkan Mike. Vania membalikkan tubuhnya menghadap Mike.
"Baiklah berarti jatah kamu tinggal sekali ya?"
"Iya deh."
"Oke silahkan," ucap Vania sambil merentangkan kedua kakinya untuk memberi akses selebar-lebarnya pada Mike.
Melihat peluangnya terbuka lebar dengan Segera Mike bangkit.
"Hajar!" seru Mike dengan penuh semangat.
Bugh! ranjang mereka kembali bergoncang
Bersambung dulu gengs jangan lupa dukungannya ya seikhlasnya saja terima kasih.