
Mike melihat ke arah Vania dan Anton.
Tanpa sungkan Mike langsung duduk di kursi di antara mereka.
"Sayang, aku mau bawa Davina ke rumah ku menemui Opanya, kamu ikut ya," cetus Mike dengan santai seakan mereka hanya berdua saja tanpa memperdulikan Anton ada di sampingnya.
Tentunya Vania agak keberatan jika Davina mengunjungi rumah mereka, ia tahu sendiri jika ibu sambung Mike itu orang yang galak dan licik. Vania tidak mau anaknya terluka hatinya, karena kata-kata kasar dari nyonya wihelmina.
'Siapa yang memberi izin kamu untuk membawa Davina?" tanya Vania.
"Loh, bukannya aku juga orang tuanya, jadi aku berhak membawa Davina ke mana saja. Apalagi jika ingin bertemu dengan kakeknya."
"Davina Sayang mau tidak bertemu dengan Opa?"
"Opa? Opa itu neneknya Upin Dan Ipin ya?" Tanya Davina dengan polos.
"Ih ada-ada saja kamu Sayang,"ucap Mike sambil mencium pipi chubby Davina.
"Opa itu kakek, Ayahnya Daddy. Pasti kakek akan senang jika mempunyai cucu yang cantik seperti kamu."
"Mau ya sayang, bertemu opa?"tanya Mike lagi.
"Mau, tapi nanti kita jalan-jalan ke mall ya Om Dedi," cetus Davina.
"Tenang saja, jangankan jalan-jalan nanti Daddy akan buat mall untuk Davina Sayang, mau kan ikut daddy?" Tanya Mike.
"Mau tapi tanya bunda dulu ya."
"Bunda boleh nggak aku…" pertanyaan Davina gantung karena tiba-tiba saja ia lupa.
" ke mana tadi om Dedi?" tanya Davina pada Mike
"Bertemu Opa," cetus Mike.
"Iya, Bunda boleh nggak Vina bertemu Opa?"
Vania bingung ia masih dilema untuk melepas Davina sendiri bertemu dengan Kakeknya.
"Ayo Sayang kamu juga ikut, kalau kamu nggak ikut, nanti Davina aku bawa nginap ke sana loh," ancaman Mike.
Make dengan santainya memanggil Vania, dengan sebutan sayang tanpa tahu perasaan Anton saat itu.
Anton begitu mencintai Vania hanya saja restu belum juga didapatkan dari ibundanya untuk melamar Vania. Sekarang, ia ruangan cintanya semakin berat karena harus bersaing dengan mantan suami Davina yang memiliki segala-galanya. Namun, itu tak membuat Anton menyerah.
Karena merasa dirinya terabaikan, Anto memutuskan untuk pulang.
"Van, aku pulang dulu, besok aku akan datang lagi," ucap Anton tanpa peduli ada Mike di sana.
"Ya Anton hati-hati ya."
Mike menatap ke arah Anton yang berlalu meninggalkan tempat tersebut.
Mike tak perduli meskipun pria itu adalah tunangan Vania, ia tetap akan merebut Vania dari Anton, Karena bagaimanapun juga Mike tak akan membiarkan orang lain yang mengasuh anaknya, lagi ia sudah terlanjur jatuh cinta pada Vania.
"Ayo dong bunda ikut Davina Ke rumah Opa, kali ini aku janji tak akan ada yang berani menyakiti kamu lagi," tutur Mike sambil menggenggam tangan Vania.
"Ayo dong bunda, Vina mau bertemu Opa, Setelah itu kita berjalan-jalan ke mall. iya kan Om Dedi?"
"Iya sayang, tapi jangan panggil Om ya, karena Daddy adalah ayah kamu," ucap Mike sambil mengecup kening Davina.
"Jadi aku gak perlu di sambung lagi ya?"
"Haha, emangnya tali apa disambung,kamu ini lucu banget, pasti Opa semakin sayang sama kamu," cetus Mike.
Rasanya Mike sudah tak sabar untuk membawa Davina bertemu dengan Daddynya.
mendengar hal itu telinga Vania semakin panas. Mau tak mau Vania pun harus ikut Mike. Ia tak akan melepaskan Davina pergi sendiri ke rumah itu, mengingat rumah itu dihuni oleh nenek sihir.
"Baiklah, Bunda siap-siap dulu."
"Nah gitu dong mommy," ucap Mike sambil tersenyum.
"Davina sayang, mau nggak tinggal sama Daddy di rumah kita yang besar, ada kolam renangnya ada taman bermainnya, pokoknya apa yang Davina minta, akan Daddy berikan."
"Mau Dedi!"
"Kalau begitu Davina harus bisa bujuk bunda agar mau menikahi daddy. jika Bunda mau, kita akan hidup bersama tinggal bersama dan Davina akan Dedi bawah jalan-jalan keliling dunia, mau kan sayang?"
"Mau Dedi."
"Anak daddy pinter."
Beberapa menit berikutnya Vania kembali menghampiri mereka.
"Ayo kita pergi tapi jangan lama-lama ya."
"Ayo Sayang, bonekanya titip dulu," ucap Mike .
"Tante Marina! Vina titip boneka Vina ya!"
"Iya!"sahut Marina dari kejauhan.
"Oh so sweetnya mereka," cetus Marina ketika melihat keserasian antara Mike Vania dan Davina.
Vania menepis tangan Mike yang terlentang sepanjang bahunya.
"Bersikaplah biasa saja, Aku ini bukan istrimu," ucapannya dengan ketus.
"Sebentar lagi juga jadi milikku," ucap Mike dengan yakin.
Mike tersenyum sambil mencolek dagu Vania yang sedang cemberut itu.
Mereka pun menuju mobil Mike.
Vania duduk di jok depan dengan memangku Davina.
Mobil pun meninggalkan area parkir rumah makan.
Mike tersenyum melihat wajah Vania yang cemberut.
Alangkah bahagianya jika mereka bisa kembali bersama dan merawat Davina bersama-sama sebagai sepasang suami istri.
Tak ada obrolan di dalam mobil karena mereka memutuskan untuk sama-sama diam mendengar konser tunggal Davina yang bernyanyi sepanjang jalan.
Sesekali Mike merentangkan tangannya ke kepala Davina.
Mike merasa bahagia memiliki Davina di dalam hidupnya, sesuatu yang tak pernah ia duga sebelumnya. Davina adalah sebuah kejutan termanis sepanjang hidupnya.
Sekitar 30 menit mereka tiba di mention keluarga Miller.
"Dedi, ini istana ya, apa ada Cinderella tinggal di rumah ini?" tanya Davina dengan kagum menatap rumah mewah tersebut.
"Hahaha Cinderella nya, ya Davina. Ini adalah rumah Vina, rumah kakek Vina, kamu mau kan tinggal di sini?"
"Mau! Apa kalau tinggal di sini aku bisa jadi tuan putri seperti cerita Cinderella?"tanya Davina karena ia melihat rumah megah keluarga Miller seperti istana di dalam negeri dongeng yang pernah ia tonton.
"Tentu Saja kamu adalah tuan putri Daddy, Ayo kita masuk ketemu ya Opa."
***
Di ruang tamu Nyonya Wihelmina, Tuan John dan Carla masih mengobrol.
Saat itu Nyonya wilhelmina nekat memperkenalkan Clara dan masih ingin menjadikan Clara sebagai calon istri Mike.
"Iya daddy, Clara ini lulusan luar negeri, Mommy rasa dia cocok untuk mendampingi Mike, selain terpelajar ,Clara juga memiliki status sosial yang sama dengan kita."
Hm,
Suara deheman tersebut membuat mereka menoleh ke arah Mike.
Nyonya Wilhelmina langsung membuang wajahnya ketika melihat Vania.
'Si miskin itu lagi, ternyata dia bisa menjerat Mike dengan mudah,' batin nyonya wihelmina.
Mike berjalan menghampiri Tuan John yang sedang terpanah ketika melihat gadis kecil yang berada dalam gendongan Mike.
"Opa, ini cucu Opa, namanya Davina," ucap Mike.
Bola mata Tuan John berbinar ketika melihat gadis kecil yang begitu mirip dengan Mike, apalagi saat itu Vania berada di sampingnya.
"cucu? oh ternyata aku memiliki cuc,"u ucap Tuan John dengan bola mata berbinar-binar sambil meraba wajah Davina.
"Opa," panggil Davina sambil tersenyum.
Melihat senyum Davina, Tuan John yang dingin itu ikut tersenyum, Ia langsung meraih Vina yang tengah berada di gendongan Mike, kemudian ia menggendongnya.
"Cucu Opa, cantik sekali," ucap Tuan John sambil mencium pucuk kepala Davina.
Pria tua itu langsung mendudukkan Davina di pangkuannya.
Tak henti-hentinya ia mencium Davina dengan penuh kasih sayang sambil membelai rambutnya.
Seperti menang tender pilihan Miliaran rupiah, berserinya tuan John saat itu.
Mike dan Vania duduk bersamaan.
Sementara Nyonya Wihelmina dan Clara membuang wajah mereka karena tak suka.
"Oh iya Daddy, aku dan Vania juga berencana menikah dalam waktu dekat ini," cetus Mike.
Vania langsung membelalak bola matanya, karena Mike bicara seperti itu tanpa persetujuan nya.
"Tentu saja Daddy setuju, kalian juga sudah punya anak, alangkah baiknya jika kalian kembali membina rumah tangga demi kebahagiaan putri kalian ini," ucap Tuan John sambil memeluk Davina.
Seperti tuan John tak akan rela jika jauh-jauh dari cucu satu-satunya.
Davina mulai manja pada tuan John. Sementara Nyonya Wihelmina dan Clara langsung meninggalkan tempat tersebut tanpa berkata-kata.
Bersambung dulu ya gengs.Maaf kalau ada typo karena saat ngetik mata author ngantuk banget 🙏😄