
Hari ini di rumah makan Davina terlihat begitu sibuk.
1200 kotak nasi harus sudah siap diantar pukul sebelas siang nanti.
Saat ini waktu menunjukan pukul 9 pagi dan Vania sudah menyiapkan segala sesuatunya.
"Wah lagi sibuk nih! "
Vania langsung menoleh ke arah pria yang tengah bicara padanya.
"Dedi!" Davina berlari menghampiri Mike yang baru saja tiba .
"Sayang daddy," ucap Mike sambil menggendong Davina.
"Daddy kita mau jalan ya? Kok pagi-pagi daddy sudah jemput Vina?"
"Gak,Sayang, hari ini daddy dan mommy mau ke lokasi proyek."
"Vina ikut boleh ya Dedi?"
"Ehm boleh gak ya?"
"Please," ucap Vina sambil menutup kedua tangannya sambil mengedipkan-ngedipkan matanya.
"Iya deh, mana bisa daddy menolak permintaan dari kamu."
"Thank you Dedi," ucap Davina sambil mencium pipi Mike.
"Van karena kamu lagi sibuk, aku bawa Vina dulu ya, nanti pukul 10.00 kita langsung ke lokasi proyek."
"Iya."
Mike menggendong Davina membawanya ke dalam mobil.
"Dedi kita mau ke mana, ke Mall kah? Sudah lama Vina nggak pernah ke mall."
"Hari ini kita ke toko mainan saja ya? lain kali baru kita ke mall hari ini Deddy dan Mommy ada urusan."
Setelah jam sepuluh pagi, Vania dan Mike berangkat menuju lokasi proyek. Karena Davina juga mau ikut mereka akhirnya pergi bersama di dalam mobil.
Sementara catringannya di antar oleh sopir.
Mereka tiba di lokasi proyek.
Karena hari ini cuaca sedikit terik Mike keluar dengan membawa payung.
Ia menggendong Davina sambil memayungi mereka bertiga agar tak panas.
Selain Mike, ada Robby,Jerry dan Jeremy, karena mereka adalah penanggung jawab proyek ini.
"Eh loh lihat tuh Tuan Mike bucin banget sampai gendong anaknya Vania, segitu banget ya bos. Gebetan kita juga di embat, kayak gak ada cewek lain lagi," dengus Jerry.
"Lu belum tahu ya Jerr, kalau Vania itu jandanya tuan Mike, ku rasa mereka bakalan CLBK lagi."
"Hah serius Lo?!"tanya Jerry melongok.
"Iya serius lah."
"Yah,lemes gue," ucap Jerry.
Kita bertiga yang bersaing, kenapa pak CEO yang dapat.
***
Beberapa orang penting yang terkait dengan proyek tersebut juga hadir di lokasi proyek.
Karena hari ini adalah rencana peletakan batu pertama sebagai pertanda dimulainya proyek ini.
Mike menghampiri orang-orang penting tersebut sambil menggendong Davina.
"Tuan Mike, ini putri anda ?"tanya salah seorang pejabat pemerintahan.
"Iya ini putri saya Pak, dan ini istri saya," tutur Mike sambil memegang pundak Vania.
Vania memicingkan matanya ke arah Mike, mendengar pernyataan Mike tersebut.
"Wah Anda sudah punya istri dan punya anak ternyata. Bukannya setahu saya anda seorang duda?"
"Iya, kami sudah menikah sejak empat tahun yang lalu."
"Oh begitu ternyata, Tapi kenapa di beberapa kesempatan saya tidak pernah melihat anda menggandeng istri ataupun membawa anak anda?"
"Oh begitu. Kalau begitu Jangan lupa undang saya ya tuan," ucap salah satu pejabat pemerintahan itu.
"Tentu Pak. saya akan menggelar pesta yang lebih meriah dari pernikahan saya yang pertama."
"Baiklah Pak, kalau begitu semoga rencana pernikahan anda berjalan sukses, begitupun dengan proyek kita."
"Semoga saja Pak."
Setelah peletakan batu pertama dan acara selesai Mike dan Vania memutuskan untuk pulang.
Wajah Vania begitu cemberut. Sejak tadi Ia hanya diam, sementara Davina merasa kelelahan dan tertidur di dalam mobil.
"Sayang Kamu kenapa sih, kok wajahmu cemberut terus?" Tanya Mike
"Kamu bagaimana sih, Kenapa kamu bilang pada orang-orang jika kita akan menikah."
"Loh memangnya kenapa memang kenyataannya seperti itu."
"Kenyataan bagaimana! bahkan aku belum pernah memberi jawaban iya."
"Vania Sudahlah kita sudah dewasa, aku tahu mungkin cinta belum tumbuh di hati kamu. Tapi, percayalah hanya aku yang terbaik untuk kamu dan Davina. Maaf jika aku pernah berbuat kasar terhadap kamu ketika kita menikah."
Vania membuang wajahnya dengan.
"Setiap orang pasti bisa berubah Vania, kenapa kau tak memberi kesempatan untukku, cobalah buka sedikit hatimu untuk aku. Lihatlah Putri kita sudah besar tak seharusnya kita bertahan pada ego masing-masing."
"Aku tahu kau sudah menjadi orang sukses sekarang, tapi wanita sukses juga butuh pendamping, begitupun diriku, Aku sengaja tidak menikah selama 3 tahun ini, karena aku masih mencarimu."
Vania membuang wajahnya mencoba tak terpengaruh atas ucapan-ucapan.
Mike meraih tangan Vania kemudian mencium punggung tangannya.
"Van, coba kau lihat ketulusanku jangan kau hanya melihat kesalahan yang pernah aku lakukan terhadapmu dulu. Saat ini kita sama-sama sudah dewasa kita juga sudah memiliki Davina. Aku tahu mungkin kamu sakit hati. Tapi please beri aku kesempatan untuk membuktikannya, aku bersungguh-sungguh untuk kembali membina rumah tangga kita."
Vania hanya bergeming sambil menoleh ke arah Mike.
"Aku tahu kamu butuh waktu untuk memikirkannya, Aku akan beri kamu waktu sampai Kamu siap untuk menjawabnya."
Vania hanya mengangguk kan kepalanya.
"Kalau begitu terima kasih sayang," ucap sambil mencium punggung tangan Vania.
Vania hanya membalas dengan senyum kecutnya.
Sepanjang perjalanan Mike menyetir mobilnya, sambil menggenggam erat tangan Vania.
Sesekali ia mencubit pipi Vania agar wajah Vania yang cemberut itu kembali tersenyum.
Mereka tiba di rumah makan Davina.
Karena Davina masih tertidur Saat itu Mike berinisiatif untuk menggendong Davina.
"Duh kasihan Putri Daddy, pasti capek sampai tidur lelap begini," ucap sambil mengusap kepala Davina.
"Mau dibawa kemana emana Davina?"tanya Mike.
"Langsung ke kamar saja di lantai atas."
Vania dan Mike menuju lantai atas kamar mereka.
Vania membuka kunci pintu kamarnya.
Setelah Pintu itu terbuka, Mike membawa Davina masuk ke dalam kamar kemudian ia membaringkan Davina.
"Kasihan kamu sayang, pasti kelelahan karena berpanasan di lokasi proyek ,"ucap sambil mencium kening dan pucuk kepala Davina.
Setelah meletakkan Davina Mike kemudian berdiri menghampiri Vania yang berdiri
"Jaga diri kamu dan Putri kita, aku menyayangi kalian berdua" ucap Mike sambil mencium kening dan bibir Vania.
Vania sedikit kaget karena gerakan Mike yang tiba-tiba, ia tak bisa apa-apa kecuali hanya ngedumel dengan kesal.
"Ih main nyosor saja sih!"
Mike menoleh ke arah sambil mengedipkan sebelah matanya dan tersenyum.
Kadang Vania kesal sendiri melihat kelakuan Mike yang seenaknya terhadap dirinya.
Bersambung dulu ya gengs jangan lupa dukungannya ya.