My CEO, My Ex-Husband

My CEO, My Ex-Husband
Perjanjian Pra Nikah



Waktu menunjukkan pukul sembilan malam, Davina tiba-tiba membuka matanya, napasnya terengah-engah seperti orang yang berlari kencang.


"Vina bangun Nak? kamu kenapa sayang?"tanya Vania sambil membangunkan Davina kemudian memangkunya.


"Daddy, Bunda, Davina mimpi buruk,mimpi di kejar nenek sihir, temani Davina tidur ya," pinta Davina.


"Iya Sayang, bunda akan  selalu ada di samping mu Nak."


"Daddy juga ya,Davina takut mau bobo, takut di kejar nenek sihir lagi."


"Iya sayang, dan Daddy akan tidur di samping Davina."


"Memangnya Davina Mimpi apa sayang?"


"Hiks hiks Davina takut, ada nenek-nenek yang jahat mengejar Davina." Davina terlihat ketakutan hingga menggigil.


"Cup..Cup gak akan yang berani berbuat jahat pada Davina, selama ada Daddy di samping Davina."


"Iya sayang Bunda akan selalu bersama Davina. Bunda tak akan biarkan siapapun menyakiti Davina."


Davina mengkerutkan bibirnya sambil menangis, gadis itu benar-benar terlihat ketakutan. mimpi buruk memang biasa dialami anak ketika mengalami demam. Karena itulah Mike dan Vania menanggap mimpi buruk tersebut adalah hal yang biasa yang dialami anak ketika sakit.


"Janji ya Bunda temani Davina, Davina ngantuk tapi Davina takut bobo, Bunda sama Dedi nggak usah bobok ya jagain Davina."


Iya sayang Dedi nggak akan bobok sepanjang malam Dedi akan menjaga Davina," ucap Mike sambil mengecup kening putrinya.


Davina memeluk Mike, tadi itu ia merasakan tubuh Davina gemetaran dengan keringat dingin yang membasahi pakaian Davina.


"Van ganti pakaian Vina dulu!"perintah Mike.


Vania menggantikan pakaian Davina, untuk mengurangi rasa takutnya mek bercerita dan mengajak Davina bercanda agar ia melupakan mimpi buruknya itu, beberapa saat kemudian Davina merasa ngantuk beberapa kali ia menguap.


"Davina bobo lagi ya, Davina harus banyak beristirahat biar cepat sembuh."


"Iya Bunda tapi jangan tinggalkan Vina ya."


"Tentu sayang, Bunda nggak akan pernah meninggalkan Davina."


"Ayo sekarang kita berbaring Bunda dan Daddy juga ikut berbaring."


Vania dan Mike berbaring memeluk Davina, karena ketakutan akibat mengalami mimpi buruk itu, Davina memeluk lengan kedua orang tuanya.


"Bunda, Dedi setiap hari Vina mau tidur seperti ini, Vina mau tidur di samping Bunda dan Dedi Davina takut mimpi buruk lagi, nenek sihir itu jahat sekali iya seperti ingin menyakiti Davina," ucap Davina sambil memeluk erat dengan Vania dan Mike. 


"Davina tenang saja bunda dan Dedi akan selalu berada di samping Davina untuk menemani Davina tidur, jadi Davina nggak akan mengalami mimpi buruk lagi."


"Iya deh kalau begitu, Vina bobo dulu ya udah ngantuk," ucap Davina sambil menguap.


Mike tersenyum,sambil melirik ke arah Vania.


"Kamu dengar sendiri kan Vania, permintaan anak kamu, dia ingin agar kita tidur bersamanya setiap hari. Kalau begitu, segera mungkin kita harus menikah, kamu nggak mau kan Davina kecewa," ucap Mike sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Huh Kamu tuh yang paling bisa ngambil kesempatan dalam kesempitan," sungut Vania.


"Bisa dong, kan yang sempit-sempit itu enak," ucap Mike dengan senyum mesumnya.


"Ih, anak lagi sakit, otaknya mesum terus," cetus sambil mencubit perut  Mike.


"Haha, Maklum sajalah sudah lama berpuasa."


"Dedi, bunda kalian ngomong apa sih?" tanya Davina yang kembali membuka matanya Karena berisik mendengar ocehan kedua orang tuanya.


"Nggak ngomongin apa-apa Sayang, sudahlah Vina tidur ya."


Vania mengusap kepala Davina sambil berbaring. Sementara Mike merentangkan tangannya hingga menjangkau Davina dan juga Vania.


Sambil mengusap kepala Davina, Vania memejamkan matanya, dengan perlahan Ia pun tertidur dengan lelap.


Malam semakin larut, Mike masih terjaga menjaga Davina.


Ia turun dari tempat tidurnya kemudian duduk di samping Vania.


Vania membuka matanya ketika merasakan ada tangan yang membelai rambutnya.


"Kamu  kok gak tidur?" tanya Vania.


"Biar saja aku yang  akan menjaga Davina, malam ini kau tidur saja."


"Tapi kau juga butuh istirahat kita bergantian saja," usul Vania.


"Iya kau sudah menjaga Davina selama 3 tahun dan sekarang kamu istirahat saja, biar aku yang menjaganya anggap saja ini sebagai penebus, karena selama ini aku tak berada di samping Davina."


"Ehm terserah kau saja."


Mike melingkar tangannya memeluk perut ramping Davina.


Kemudian ia berdiri dan sedikit membungkuk mencium bibir Vania.


Ehm, Vania hendak berontak.


"Shuttt jangan banyak bergerak, nanti Davina bangun, nikmat saja," ucap Mike sambil melu*mat bibir Vania..


Vania menarik napas panjang, lagi-lagi Mike punya seribu alasan untuk menciumnya.


Vania mulai menikmati pagutan bibir Mike yang hangat dan kenyal. 'Jika di nikmati rasanya memang nikmat, pantesan saja bajingan ini selalu mencuri untuk mencium bibir ku,' batin Vania.


Vania mulai menikmati dan membalas pagutan bibir Mike.Namun tiba-tiba Mike berhenti menciumnya.


Bahasa tubuh Vania menunjuk rasa kecewa, ketika baru saja ia menikmati cumbuan itu, Mike malah melepas pagutan bibirnya.


Wajah Vania memerah, ketika Mike tersenyum seolah mengejeknya.


"Ah gak, siapa bilang aku menikmatinya."


Vania memutar tubuhnya.


"Pasti nyesek kan, begitulah rasanya,di tinggal pergi pas lagi sayang-sayangnya," ucap Mike berbisik menggigit pelan telinga Vania.


"Gak lah biasa saja," cetus Vania sambil menarik selimutnya.


"Oh begitu ya?"


"Tentu saja." Vania masih ngeles.


Mike memeluk Vania kembali.


"Van, kamu dengar sendiri kan perminta Davina."


"Permintaan apa?" tanya Vania.


"Davina ingin tidur bersama kita berdua, itu berarti kita harus segera menikah."


"Van, kau mau kan menikah dengan ku?" tanya Mike.


"Tidak mau!"


"Loh kenapa?" tanya Mike.


"Setelah kita menikah kau pasti akan menghajar ku tiga kali sehari seperti dulu," cetus Vania.


"Haha, jadi itu masalahnya sehingga kau tak mau menerima ajakan ku menikah?"tanya Mike.


"Iya, bisa nggak ngapa-ngapain aku kalau harus di hajar tiga kali sehari," sahut Vania.


Mike tertawa kecil.


"Kalau dua kali sehari, bagaimana?" tanya Mike menawar.


"Gak mau!"sahut Vania.


"Kalau sehari sekali, mau kan?"


"Gak mau," sahut Vania lagi.


"Kalau seminggu enam hari, gimana? jadi dalam satu Minggu kamu aku beri libur satu hari," cetus Mike sambil tertawa kecil hehe.


"Gak mau juga! kamu aja dalam seminggu dua hari libur kerja."


"hehehe, beda dong kerja di kantor dengan kerja di atas ranjang,"sahut Mike ngeles.


Vania menarik selimut nya karena malas berdebat dengan Mike.


"Ya sudah, kamu sanggupnya berapa kali seminggu?" tanya Mike menyerah.


"Tiga kali seminggu, kalau mau,deal kita menikah," usul Vania.


Mike tersenyum sambil geleng-geleng kepalanya."Oke deal!"


Vania menyodorkan jari kelingkingnya.


"Deal?"


"Deal!" Keduanya menautkan kelingking sebagai perjanjian pra nikah.


"Biarinlah cuman dapat jatah 3 kali seminggu, yang penting nggak puasa lagi," cetus Mike pasrah.


"Biarin saja, kalau kamu keberatan ya udah kita batalkan saja," ucap Vania.


"Jangan dong, kalau begitu cium dulu dong kan sekarang kamu sudah jadi calon istri aku," ucap Mike sambil menyodorkan bibirnya.


Vania tersenyum kemudian menyambar bibir Mike dan mengecupnya.


Kali ini Vania membiarkan Mike mengekspor bagian mulutnya, sesekali ia membalas pangutandari bibir mantan sekaligus calon suaminya itu.


"I love Vania,"ucap Mike di sela-sela mereka bercumbu.


Cukup lama pagutan bibir itu terjadi dan berhenti ketika mereka merasakan bibir yang mereka yang menebal.


Vania kembali berbaring terlentang sementara Mike mengusap kepalanya.


"Rasanya aku sudah tak sabar untuk membawamu tinggal bersama ku," ucap Mike.


Vania menatap wajah Mike seperti ada sesuatu yang ingin dia katakan. Namun takut menyakiti hati Mike .


"Kenapa Sayang?"tanya Mike.


" Aku rasa Davina diracuni oleh nyonya Wilhelmina."


"Maksudmu apa?"


"Dia telah memberi Davina Lollipop yang rasanya pahit, zat yang pahit itulah kurasa racun yang ia tabur di Lollipop tersebut."


"Hm, tapi kenapa ia ingin melakukannya, memangnya apa salah Davina."


"Kurasa dia tidak akan pernah menyukai kami.Aku takut hal itu terulang kembali. Aku tak mau terjadi sesuatu pada Davina, apa lagi karena ibumu itu!"


"Kau tenang saja, untuk masalah itu akan ku selidiki, Aku berjanji aku akan menjaga kamu dan Davina."


"Setelah kita menikah pun, kita akan tinggal terpisah dari Daddy dan membangun rumah tangga yang bahagia karena setiap hari memproduksi anak," ucap Mike sambil kembali mencumbui Vania.


bersambung dulu ya gengs jangan lupa dukungannya ya seikhlasnya, saja terima kasih.