My beloved sister

My beloved sister
Bab 44



Elia pasti tidak pernah membayangkan akan menjalani proses pernikahan dalam keadaan perasaan dan hati yang hancur. Momen sakral yang seharusnya dipenuhi dengan kebahagiaan, justru banjir air mata kesedihan.


Tatapan mata Elia terlihat kosong dengan air mata yang terus berlinang. Dia baru saja mengetahui fakta bahwa Davina dan Dave bukan orang tua kandungnya. Hati Elia semakin hancur dan tersayat ketika tau orang tua kandungnya meninggal di hari dan jam yang sama setelah dia lahir ke dunia.


Berbagai pikiran buruk berkecamuk dalam benaknya. Elia sampai menyalahkan diri sendiri atas kepergian kedua orang tuanya di waktu yang sama. Dia merasa telah menjadi penyebab kematian kedua orang tuanya. Padahal kematian adalah sesuatu yang pasti.


"Elia,," Panggil Davina seraya mengusap air mata di pipi sang putri. Suaranya tercekat, Davina juga merasakan sesak di hatinya karna harus jujur pada Elia dalam situasi yang sebenarnya tidak tepat. Tapi Davina tidak punya pilihan lain. Dia ingin acara pernikahan Aditya tetap berjalan hingga langsung memutuskan untuk menunjuk Elia sebagai pengantin pengganti.


"Mama Minta maaf. Mama mengerti semua ini berat untuk kamu terima." Davina menggenggam tangan Elia dan satu tangannya lagi masih menyeka air mata di pipi Elia.


"Sebenarnya ini bukan waktu yang tepat, tapi kamu lihat sendiri bagaimana situasinya." Davina menatap sendu. Walaupun sempat tidak menyukai keputusan Aditya untuk menikahi Milea, tapi Davina sangat menyenangkan hilangnya Milea yang nyaris membuat pernikahan putranya di batalkan.


”Tolong lupakan sejenak kesedihan kamu, mungkin Mama terdengar sangat egois, tapi acara ini tidak bisa di batalkan. Pernikahan harus tetap dilakukan karna semuanya sudah siap." Sorot mata Davina penuh harap.


Sejak meminta Elia menikah dengan Aditya, Elia belum mengatakan setuju sampai detik ini. Dia sibuk bertanya kenapa harus dia yang menikah dengan Kakaknya sendiri. Sampai akhirnya Davina menjelaskan bahwa keduanya buka saudara kandung. Elia langsung terpuruk, dia terus menangis dan enggan bersuara saat di ajak bicara.


Elia malah makin terisak. Dia tidak bisa membayangkan menikah dengan pria yang selama ini dia kenal sebagai Kakak kandungnya sendiri. Hatinya semakin berkecambuk. Ada keinginan untuk menentang, namun Elia sadar akan statusnya. Selain itu, dia juga merasa telah berhutang budi pada Davina karna sudi merawatnya dan menganggapnya seperti anak sendiri. Rasanya tidak tau diri jika dia menolak permintaan Davina.


Elia akhirnya mengangguk setuju. Davina lantas langsung memeluk putrinya itu dan mengucapkan terimakasih padanya meski tau Elia seperti terpaksa menyetujui permintaannya.


"Jangan terlalu di pikirkan soal siapa kamu. Bagi Mama, kamu akan tetap anak kandung Mama sampai kapan pun." Ujar Davina ketika melihat Elia masih melamun.


Sementara itu, Dave berhasil membujuk Aditya atas permintaan Davina. Tentu bukan perkara mudah untuk meminta Aditya menikah dengan Elia. Pria itu menolak dengan berbagai cara dan alasan. Apalagi Aditya sangat berharap Milea segera ditemukan.


...******...


Beberapa tamu undangan tampak terkejut melihat pengantin wanitanya yang juga merupakan putri kandung dari Davina dan Dave. Namun tak jarang tamu yang tidak menyadari bahwa pengantin wanitanya telah di ganti. Selama ini Elia memang tidak terlalu suka di ekspose sebagai putri dari Dave dan Davina. Jadi banyak yang tidak mengenali Elia sebagai anak mereka.


Rangkaian demi rangkaian acara mulai diselesaikan satu persatu. Aditya dan Elia tengah berdiri di pelaminan setelah sah menjadi suami istri beberapa menit yang lalu. Keduanya sedang menerima ucapan selamat dari tamu-tamu yang hadir.


Aditya dan Elia mungkin bisa pura-pura tersenyum ketika menerima ucapan selamat dari para tamu undangan. Namun sorot mata keduanya tidak bisa dibohongi, mereka jelas tidak pernah menginginkan pernikahan ini terjadi.


3 jam berlalu, sebagian tamu undangan mulai meninggalkan tempat acara. Menyisakan beberapa tamu penting yang masih duduk di meja VIP. Davina dan Dave sedari tadi sibuk mengobrol dengan tamu undangan.


"Kita pura-pura saja untuk sementara waktu. Setelah Milea di temukan, kita sudahi semuanya." Ujar Aditya yang ternyata sudah memikirkan hal itu sampai akhirnya berani menyetujui permintaan Davina.


Elia mengangguk setuju. Dia tidak keberatan jika harus menyandang status sebagai janda daripada harus menjalani kehidupan rumah tangga dengan kakaknya sendiri. Elia tidak bisa membayangkan pasti akan sangat canggung jika benar-benar menjalani pernikahan itu dengan semestinya.


Semua tamu sudah meninggalkan hotel. Kini Davina dan Dave menghampiri anak-anak mereka untuk pamit pulang.


"Mama mengerti rasanya pasti aneh dan tidak nyaman, tapi nanti kalian terbiasa." Ujarnya tanpa mendapatkan respon dari keduanya.


"Tolong jangan pernah berfikir untuk mengakhiri pernikahan kalian apapun alasannya. Bagaimanapun kalian sah-sah saja jika menikah karna tidak punya ikatan darah." Tutur Davina seolah bisa membaca pikiran kedua anaknya yang baru saja membicarakan soal perpisahan.


"Sudah malam, sebaiknya kalian ke kamar. Kami juga harus pulang." Pamit Dave.


"Hemm." Aditya mengangguk samar.


"Kalian harus bermalam disini, jangan coba-coba meninggalkan hotel. Mama akan mengawasi kamar kalian." Ujarnya dengan nada ancaman. Aditya sampai tidak bisa berkutik, padahal dia sudah berniat akan meninggalkan hotel agar tidak tidur satu ranjang dengan Elia.


...******...


Aditya menjatuhkan ekor gaun Elia ke lantai setelah masuk ke kamar hotel. Pria itu kemudian menutup pintu dan menguncinya.


"Kamu ganti dulu di kamar mandi." Ujar Aditya kemudian duduk di kursi.


"Iya Kak." Elia menyeret ekor gaunnya, berjalan ke arah koper kecil yang terletak tidak jauh dari ranjang. Koper miliknya yang baru disiapkan oleh pekerja rumah beberapa jam lalu.


Elia langsung ke kemar mandi setelah mengambil baju ganti.


Aditya terlihat mengotak-atik ponselnya dan menghubungi seseorang.


"Aku tidak mau tau.! Besok pagi kalian harus bisa menemukan Milea.!" Geramnya penuh amarah.


Kalau saja di kamar itu tidak ada Elia, mungkin Aditya akan melampiaskan amarahnya karna sampai sekarang anak buahnya belum bisa menemukan Milea