My beloved sister

My beloved sister
Bab 42



Hari yang di tunggu-tunggu akhirnya tiba. Acara pernikahan Aditya dan Milea akan di gelar di ballroom hotel bintang 5 kurang dari 4 jam lagi. Semua keluarga sibuk memakai gaun dan setelan jas masing-masing, beberapa ada yang mulai di rias. Begitu juga dengan Milea, calon mempelai wanita itu sudah duduk di depan meja rias, menatap lurus pada cermin besar di depannya.


"Apa Nona sedang sakit.? Wajah Anda terlihat pucat." Ujar MUA saat akan memulai merias wajah Milea.


Tak langsung menjawab, Milea malah menatap dirinya dalam pantulan cermin. Dia memindai wajahnya sendiri yang memang terlihat pucat. Seulas senyum terbit di bibirnya, seperti menyiratkan sesuatu. Dia kemudian menggeleng pelan.


"Sejujurnya aku sedikit nervous." Jawabnya.


MUA itu mengangguk paham tanpa berfikir macam-macam. Kalau kliennya sudah bilang nervous, dia bisa percaya. Beberapa kliennya juga mengalami hal yang serupa ketika nervous di detik-detik menjelang pernikahan, membuat wajahnya sedikit pucat.


"Saya mengerti. Beberapa calon mempelai wanita sering mengalami hal serupa." Tutur MUA.


"Nervous menjelang detik-detik pernikahan sebenarnya hal yang wajar, tapi bisa sangat mengganggu kalau tidak di kontrol. Jangan sampai terlalu nervous, alihkan saja ke hal yang membuat Anda merasa lebih rileks dan enjoy."


Milea hanya tersenyum samar menanggapi ucapan MUA itu.


Tak berselang lama, Aditya masuk ke ruang make up. Pria itu terlihat gagah dan tampan dengan setelan tuxedo warna hitam. Dia menghampiri calon istrinya. Milea tampak menatap dari pantulan cermin dan Aditya melempar senyum teduh, lalu ikut duduk di samping Milea.


Hatinya memang belum sepenuhnya jatuh pada Milea, namun bukan berarti Aditya punya pikiran untuk mempermainkan pernikahan. Baginya, pernikahan hanya akan dilakukan sekali seumur hidup, dalam artian tidak ada perceraian. Terkecuali jika dipisahkan oleh maut.


Sekalipun masih setengah hati mencintai Milea, namun Aditya yakin tidak akan menyesal ketika wanita yang dia nikahi memiliki hati yang lembut, dewasa dan sangat cerdas.


Menurutnya, cinta akan semakin tumbuh seiring berjalannya waktu. Apalagi akan tinggal dalam satu atap.


Aditya menyentuh tangan Milea.


"Sayang.?" Panggilnya begitu menyadari sejak tadi tatapan mata Milea tampak menerawang jauh. Dia juga menyadari wajah Milea sedikit pucat.


Milea tersentak, entah lamunan apa yang sudah di buyarkan oleh Aditya. Dia kemudian melempar senyum, namun sorot matanya tampak tidak fokus.


"Kamu sakit.?" Aditya menempelkan punggung tangannya di kening Milea, takut calon istrinya itu ternyata sedang sakit lantaran wajahnya sedikit pucat dan hanya diam saja. Namun Aditya malah mendapati kening Milea sedikit lebih dingin dari suhu tubuhnya sendiri, jadi kemungkinan Milea tidak sakit.


"Aku semakin nervous." Ucapnya.


Aditya meraih tangan Milea untuk di genggam. Satu tangannya meraih pipi Milea agar wanita itu menatapnya. Aditya sempat terdiam beberapa saat ketika bertatapan langsung dengan mata Milea. Hatinya merasa tidak nyaman melihat tatapan mata itu. Tapi entah apa yang membuatnya merasa tidak nyaman. Sulit di jelaskan.


"Apa ada sesuatu.? Kamu sepertinya banyak pikiran." Aditya menatap intens.


"Nervous hal yang wajar, tapi kenapa reaksi kamu seperti ini.?" Secara tidak langsung Aditya menunjukkan kecurigaan atas reaksi Milea.


Milea kembali menggelikan kepala, menampik sedikit kecurigaan di mata Aditya.


"Hanya nervous. Sepertinya aku harus ke toilet sebentar." Ucapnya pamit. Milea benar-benar beranjak dari kursinya tanpa menunggu respon dari Aditya dan MUA.


"Biar aku temani." Aditya ikut beranjak, namun Milea mencegahnya dan mengatakan bisa pergi sendiri.


"Hati-hati,, jangan terlalu lama." Ujar Aditya seraya melepaskan perlahan tangan Elia dari genggamannya.


...******...


"Mah,, Kak Milea hilang.!!" Teriakan dari arah pintu ruang make up cukup membuat heboh dan semua orang menjadi syok.


...***...


*nanti sambung lagi 🙏🏻


update biar gak kosong berhari-hari 😬 takut turu level.


(mnympatkan buat bab ini di tengah² jdwal yg padat😬)