My Baby Twins

My Baby Twins
Chapter 50



Karin lelah beneran lelah hari ini  , Alex dari tiga bari yang lalu setelah kejadian ketemu sammy. Dia sibuk di ruang kerja dibanding nemenin Karin. Karin menatap suaminya yang tengah bergelut dengan selingkuhannya itu.Bukan wanita loh tapi kertas-kertas yang lebih menarik dari bumil muda itu.


Karin melipat tangan di dada dan menatap datar Alex sambil bersender didekat pintu.


“mas. Mas Al.” Karin memutar bola mata malas.Di panggil berapa kalipun tuh kupingnya udah budek kali yaa.


“Alex.” Alex pun kaget karena teriakan dari Karin


“Kenapa sayang, maaf ya mas lagi sibuk banget ngurus file-file ini.”


“Mas aku mau ke mall ya, pusing banget aku di rumah nih, mas aja dah 3 hari sibuk gini jadinya aku kesepian nih.”


“Mau mas anter gak?”


“Enggak deh, mas sibuk banget kan, aku ama anak-anak aja deh”


“Hati-hati ya sayang, kalo ada apa-apa telepon mas ya.”


Karin pun pamit dan berbalik keluar dari ruangan Alex .Dia langsung keluar dari rumah melihat kedua anaknya yang tengah bermain dengan kucing kecil mereka.


“Abang.icha ikut bunda yuk kita jalan-jalan.” ajak Karin membuat kedua anaknya langsung berlari menghampirinya.


“mau kemana bun.” seru mereka bersama.


“kita ke mall gimana?” saran Karin .


“mau bun mau ayo jalan bun.” ujar Alisha antusias. Karin terkekeh geli.


“ya udah yuk masuk mobil kita jalan sekarang.” ajak Karin.


“oke bun.” jawab mereka dan lari ke arah mobil Karin. Karin mengikuti dari belakang sambil geleng kepala melihat kedua anaknya itu. Karin segera keluar dari halaman dan melaju dengan kecepatan sedang. Sementara itu di sebrang Sandra menatap mobil itu dan menyeringai. Dia mengikuti Karin dari belakang.


“bun nanti aku mau beli boneka yaa.” pinta Alisha


“Aku mobil-mobilan ya bun.” ucap Avaro pula. Karin tersenyum dan menatap mereka sebentar sebelum kembali fokus ke depan.


“siap apapun mau kalian hari ini bunda penuhi deh.” kata Karin membuat mereka bersorak senang. Sementara itu di mobil lain dimana Sandra yang mengikutinya.


‘sebentar lagi kamu akan habis Karin .Kamu dan kedua anak kamu itu akan. Busss melayang di udara.” Ujarnya tertawa Senang.


Karin mengernyit dahi. Heran menatap mobil di belakangnya yang sejak tadi mengikutinya itu. Dia merasakan firasat buruk.


“Abang bunda boleh minta tolong gak nak?”


“tolong apa bun?”


“Abang ambil dua bantal boneka di belakang ya nak.” pinta Karin.


“ini buat apa bun?” tanya Alisha memeluk bantal itu. Tidak lama Avaro memberikan satu bantal lagi. Balu dia segera maju ke kursi penumpang samping Karin seperti semula.


“Alisha duduk di pangkuan bunda ya nak pegang bantalnya juga.” kata Karin membuat Alisha dan Avaro saling pandang.


“Alisha jagain dedek di perut bunda. Abang di pake seatbeltnya  sambil peluk bantalnya.” perintah Karin.


“bunda kenapa sih?” tanya Avaro heran.


“kalian turutin kata bunda dulu dong.”pinta Karin dengan wajah mulai panik karna dia melihat mobil itu melaju lebih dekat dengan mobilnya. Alisha dan Avaro akhirnya menuruti perintah Karin , Alisha duduk di pangkuan Karin yang tengah mengemudi dengan memeluk bantal itu. Begitu juga Avaro yang sudah memakai seatbelt dengan bantuan Alisha terlebih dahulu.


Sementara Karin dengan satu tangannya menekan nomor Alex, namun mungkin alex sedang menelpon seseorang karena nomornya tengah sibuk. Karin kemudian segera menekan nomor bang Jack sambil Karin meletakan headset ditelinganya.


"hallo dek"


“bang. abang dimana?” tanya Karin dengan panik, karna dia mulai mengemudi dengan kecepatan tinggi.


“abang dikantor dek, ada apa? Kenapa suara kamu panik gitu.”


“bun jangan ngebut Alisha takut.” Suara samar yang masih didengar Jack.


“ada apa dek?" tanya Jack dengan panik bahkan dia sudah berdiri dari duduknya membuat Arbiyan yang sedang diruangan Jack heran.


“bang kayaknya ada yang ngikutin aku bang. Sekarang aku lagi di mobil ini. Di belakang ada mobil yang dari tadi berusaha nabrak mobil aku.” jelas Karin .Dia tengah berusaha tenang meski kini ada sedikit rasa takut apa lagi kedua anaknya yang mulai takut.


“Apa! Kamu sekarang dimana dek, kasi tau abang sekarang abang kirim bantuan.” teriak Jack membuat Arbiyan sontak kaget.


"ais jangan teriak kuping aku tuli nanti. Aku lagi dijalan ini bang, arah ke mall. Cuma kayaknya bentar lagi aku bakal melewatinya.” jawab Karin sambil sesekali melirik kebelakang.


“oke abang akan kejar kamu sekarang. Jangan matiin telpon ini paham.”


“oke bang biyan kita susul Karin sekarang dia dalam bahaya.” ujar Jack.  Di seberang sana masih di dengar Karin .


Sementara itu ditempat Jack. Arbiyan dan Jack sedang lari keluar kantor. Dengan Arbiyan yang sedang menghubungi Bram, Alex dan daffa. Dia meminta Bram memberitahu yang lain


sementara datfa bersiap jika sesuatu yang buruk terjadi.


Bram yang tengah bersama Rhiana Sisil dan Renata di salah satu restoran.


“kita pergi sekarang. Karin sama twins dalam bahaya.” ujar Bram membuat mereka membelalak mata. Dengan cepat mereka pergi dari restoran itu setelah sebelumnya Bram membayar makanan mereka.


Sementara itu Ale juga ikut menyusul Karin dengan kecepatan penuh, dalam hatinya ia merutuki kebodohanya karna membiarkan Karin dan juga kedua anaknya pergi tanpa dirinya dan juga tanpa pengawalan. Dia terus merapalkan doa agar kedua anaknya dan juga istrinya selamat dan juga baik-baik saja.


Lain halnya dengan Karin yang masih kejar-kejaran dengan mobil di belakangnya. Mobil di belakangnya selalu berusaha menabrak mobilnya dari belakang. Alisha bahkan sudah menangis karna takut, sementara Avaro hanya diam dan berdoa. Hingga Karin harus mengerem mendadak karna ada mobil di depannya juga yang sepertinya menuju ke arahnya hingga Karin harus membanting stir ke kiri.


Chittt….Dugh…..Brakkh…….