My Baby Twins

My Baby Twins
Chapter 43



Karin masuk ke kantor Alex sambil menggandeng tangan kedua anaknya itu.Hari ini entah kenapa dia sangat ingin ke kantor Alex. Mungkin ini kali pertama dia datang ke kantor sebagai seorang istri dari Alex. Meski waktu itu sudah pernah hanya saja mereka masuk dengan ruang khusus bukan lewat lobi seperti sekarang.Seperti formalitas yang ada di setiap perusahaan.Saat tamu datang akan menemui resepsionis dulu. Sebenarnya Karin bisa saja langsung ke ruangan Alex.


“Selamat siang bu. ada yang bisa saya bantu?”


“yaa saya ingin bertemu dengan bapak Alex.”


“apa ibu sudah memiliki janji?”


“Belum, tapi bisa hubungi dulu cukup bilang Karin saja mba.”


“maaf sebelumnya bu, jika ibu belum memiliki janji. Ibu tidak bisa menemuinya.”


“ck, bilang aja dulu mba jangan asal larang deh.” ujar Karin kesal. Untung Karin mau kesini juga. Kalo gak sopan ia mah langsung aja  ke ruangan Alex. Lah ini kantor suaminya juga.


“ibu pak Alex itu orang sibuk. Jika belum memiliki janji ibu gak bisa asal ketemu.” ujar wanita itu ketus. Avaro  dan Alisha menatap sinis wanita yang berani bicara ketus sama bunda mereka.Belum tau aja kuasa Avaro disini dia.


“aduh  tante repot banget sih. Avaro udah capek nih berdiri gini.” gerutunya kesal.Wanita itu melihat ke bawah tepatnya pada Alisha dan Avaro .


"maaf ya dek. Kalian belum punya janji jadi mana bisa ketemu langsung.”


“ais, Avaro pecat nih kalo larang Avaro .” Ancam Avaro dengan melipat tangannya di dada. Karin yang melihat tingkah anaknya itu hanya tersenyum geli.


“udah deh kalian mengganggu kenyamanan disini aja. Sebaiknya kalian pergi sekarang atau saya panggil security."ancam wanita itu membuat Karin memutar bola mata malas


“duh mau ketemu ayah aja repot gini ih.Kalo gini mending Alisha ketemu uncle bram deh.” gerutu Alisha.


“bener juga ya dek.” Avaro manggut-manggut.


“Tante kita gak jadi ketemu ayah. Kita mau ketemu uncle bram aja.”ujar Avaro pada wanita itu.


"duh kalian ini pergi deh sekarang ganggu banget.” usirnya lagi.


“anda cuma resepsionis loh. Pantaskah sikap anda pada tamu seperti ini.” Ucap Karin datar.


“bu saya sudah sopan ya. Tapi ibu yang maksa sejak tadi. Udah dibilang pak Alex sibuk bu, lagian ibu ini ngaku jadi istrinya.” ujarnya ketus membuat Karin tersenyum miring.


“sebaiknya anda siap-siap untuk meninggalkan kantor ini. Karna saya tidak ingin kantor ini rusak citranya karna kelakuan anda ini. “ujar Karin tajam.


Wanita itu menatap Karin malas.


"ya sebelum itu mending sekarang pergi deh. Dasar gila.” ujarnya.


“tante Avaro pecat ya sekarang. Jadi tante pergi sekarang.” ujar Avaro tegas dengan berkacak pinggang.


“duh anak kecil jangan ikutan deh. Anak kecil doang gini lagaknya.”


"TANTE AVARO PECAT DENGER GAK SIH.” teriak Avaro membuat karyawan menatap mereka.


Adalah seorang karyawan yang mengenal Avaro langsung menghampiri mereka. Dia sempat menunduk pada Karin .


“yuni kamu pergi sekarang. Kamu gak denger kalo udah di pecat.” Ujar karyawan itu membuat resepsionis bernama yuni itu membelalak mata.


“apa maksud bapak saya dipecat?” tanyanya tidak terima.


“Kamu seharusnya berpikir dulu yun. Ini adalah istri pak Alex dan yang memecat kamu itu putra pak Alex.Para karyawan sini tau jika putra pak Alex punya hak memecat orang yun.Dan kamu baru saja di pecat.” Jelasnya membuat yuni tidak percaya.


“maksud bapak ini-"


“yaa ini ibu Karin istri pak Alex.”


“ck ck tante gak pernah Liat tv apa gak punya tv sih. Padahal Alisha sama abang sering masuk tv deh. Bunda juga sering masuk tv kan.” seru Alisha menatap bundanya.


Karin tersenyum dan mengangguk. Jelas aja masuk Tv  , orang berita mereka aja jadi viral gutu.


“apa...ja jadi. Duh dek jangan pecat saya. saya mohon.” pintanya menatap Avaro .


Sementara Avaro hanya mengibaskan tangannya saja.


“gak, Avaro pecat tante. Enak aja Avaro gak dibolehin ketemu ayah.” ujarnya membuat wanita itu makin panik.


“Avaro , Alisha, Karin kalian ngapain disini?”tanya seseorang membuat mereka berbalik.


“uncle bram.” pekik Avaro dan Alisha bersamaan. Mereka langsung menghambur meminta di gendong.


“uncle gendong.” rengek mereka.


"kalian berat ih mana sanggup uncle gendong.” ujar bram menolak. Membuat mereka mengerucut bibir.


“uncle mau Avaro pecat juga yaa.eh Avaro pecat nih kalo gak mau gendong.”


“lah kok Avaro main anceman sih.”


“ist makanya gendong Avaro sama adek deh.”


“ kalian berat ih."


"huh udah deh bang gak usah aja. Kasian juga udah tua nanti sakit pinggang lagi. mending nanti minta ayah aja bang.” saran Alisha membuat bram membelalak mata. Senmentara Karin dan karyawan yang mendengar hanya terkeheh geli.


“enak aja masih muda nih uncle. Ayah kalian itu yang udah tua.”


“idih ngaku muda tapi jomblo. Ayah aja udah punya bunda gitu.” cibir Avaro . Bram mengelus dada. Harus extra sabar dia menggadapi gen Karin ini.


“duh udah yuk nak kasian tuh uncle tua kalian. mending ke tempat ayah yuk.” ajak Karin membuat mereka menganggukan kepala.


“yaallah dek. sekali aja gak ngehina abang gak bisa ya.” gerutunya. Karin terkekeh geli.


 "makanya kalo gak mau di ejek mah buruan cari pasangan dong.” ujar Karin.


“ini lagi usaha kali, cuma macan betinanya susah gitu.” gumam bram sendiri. sambil melangkah menuju lift mengikuti Karin dari belakang.


“bu..bu saya gak jadi dipecat kan bu.” seru yuni menyusul mereka. Bram mengangkat sebelah alisnya menatap Karin dan yuni bergantian.


“kamu pecat dia dek?"


“bukan aku bang. Avaro  yang mecat.”  Jawab Karin sambil menatap malas yuni. Dia tau yuni hanya menangis palsu saat ini.


“lah Avaro kok bisa mecat tante ini?”


“abis dia udah ngusir bunda sama Avaro juga adek uncle. Jadi Avaro pecat aja. Nanti uncle cari lagi ya.”  serunya membuat bram menggelengkan kepala. Bukan lagi, anak Alex satu ini bisa seenaknya mecat orang.


“ayo bun. Alisha udah capek berdiri bun.” ajak Alisha sambik menarik Karin masuk ke lift.


‘putra saya sudah memecat kamu. Jadi silahkan angkat kaki dari sini.” Ujarnya tegas lalu menekan tombol lift. Tidak memperdulikan yuni yang memohon hingga pintu lift tertutup.


Tiing…


Lift terbuka dengan cepat Avaro dan Alisha berlari keruangan ayahnya. Meninggalkan Karin dan bram.


“ck ck anak Alex banget sih mereka.” ujar bram membuat Karin tersenyum.


“jelas bang. Mereka darah daging Alexh. Makanya Abang tuh kapan punya anak biar kayak Alex itu.”


“ini juga lagi usaha dek. Cuma yang di kejer susah jinaknya.”


“jadi abang bener ngejer Sisil?” tanya Karin tidak percaya.


“apa salahnya dek. Dia lucu, gemesin pula.” ujar bram santai. Kemudian membuka pintu ruangan Alex. Mempersilahkan Karin masuk terlebih dahulu.Karin membelalak mata melihat apa yang ada didepannya. Bahkan Avaro dan Alisha juga diam.


 


Bram yang masuk sontak kaget dan langsung menutup mata Avaro dan Alisha.


"AAALLEXXX." teriak bram  membuat Alex menatap mereka dan kaget.


"AULIA APA-APAAN KAMU HAH. APA PANTAS SEORANG SEKRETARIS MENGGODA ATASANYA” teriak bram dengan marah.