
“jadi gitu mas daffa, mau kan bantu?” tanya Karin. Saat ini mereka sedang di ruangan Karin di rumah sakit tentunya.
"hmm boleh dek. Tapi gak mas langsungkan yang nanganinnya.”
“ck, iya mas seenggaknya mas bantu jadi wakil CEO doang. Lagian sampe aku lahiran aja. Harap maklum deh habis mas Al bolehin aku tetep kerja cuma jadi dokter, kalo perusahaan dilarang keras tuh sama dia.” gerutu Karin membuat daffa terkekeh.
“wajarlah dek. Dia baru ini jadi beneran calon ayah. Waktu Avaro sama Alisha dia gak ngerasain kan. Lagi pula kamu mau ngurus dua perusahaan gitu. Yang ada kamu stres dan anak kamu juga yang bakal kena imbasnya dek.” nasehat daffa.
“ya sih mas. Sama ya gitu, mas Al terlalu protektif banget. Ini buru dua bulan loh apa lagi nanti kalo baby udah makin besar nih diperut.” Daffa kembali terkekeh geli
“jadi inget waktu kamu hamil twins deh. Dulu mas sama mama yang gitu kan.”
“ho oh, cuma ini lebih parah mas. Aku yakin deh nanti tuh orang bakal nangkring di depan sambil bergaya biar banyak yang terpesona.”
“dih kamu gak marah dia tebar pesona gitu.”
“enggak waktu didepan orang. Tapi kalo udah berdua aku pasti mukulin tuh laki. Heran aku mas, dia udah jadi bapak aja gitu. Kadang pengen aku lipet terus masukin kantong aja.”
“idih kayak bisa aja deh. Lagi pula yang mas perhatiin dia dingin gitu ke orang deh. Cuma ke kita aja agak gesrek. apa lagi kalo campur Bram sama jack.”
“Iya sih. Aku pernah tuh waktu ke kantor dia terus liat dia ke karyawan kek gunung es mas. Mukanya dingin banget.”
“bersyukur dek, dia jaga perasaan kamu kalo gitu.”
“iya sih mas daffa bener.” ujar Karin mengganggukan kepalanya. Daffa melirik jam tangannya.
“yuk keluar cek pasien ini udah waktunya deh.” kata daffa beranjak berdiri. Karin ikut bangun dan melangkah bersama daffa keluar ruangannya.
“Karin.” panggil seseorang membuat Karin dan daffa yang baru keluar ruangan langsung menatap orang yang memanggil Karin. Karin membelalak mata sementara daffa menatap orang itu tajam.
“Sammy.” Pria bernama sammy itu tersenyum dan mendekati Karin.
“apa kabar kamu rin?” tanyanya sambil mengulurkan tangan untuk bersalaman.Karin membalasnya
“baik.” ujar Karin.
“kamu makin cantik aja rin sekarang.”
“hmm biasa aja.” ujar Karin datar.
“kamu masih marah dengan aku ya rin.” ujarnya lirih membuat daffa mengangkat sebelah alisnya dan tersenyum miring.
“aku minta maaf buat kesalahan aku dulu rin. Aku tau aku salah. Tapi ada alasan di balik itu semua rin. Tolong denger penjelasan aku dulu ya.” Ujarnya sambil menggengam tangan Karin.
Sontak Karin langsung menghempaskan tangan sammy yang memegang tangannya itu.
“gak ada yang perlu dijelasin sam. Itu udah masa lalu, aku udah lupain itu semua. Lagi pula aku udah menikah sekarang.” ujar Karin membuat sammy kaget dan menatap Karin tidak percaya.
“kamu bohong kan! Mana mungkin kamu udah menikah. Bukannya hati kamu masih buat aku rin.”
Karin tersenyum sinis.
“jangan terlalu PD jadi orang. Jatuh sakit sam. Kalo kamu gak percaya kamu bisa lihat ini.” Karin mengangkat tangannya yang tersemat cincin berlian yang di pasang Alex saat pernikahan mereka.
Sammy menggelengkan kepalanya tidak percaya.
“gak, mana mungkin rin. Aku tau kamu cinta cuma sama aku rin.”
“ck kampungan amat lo bro. gak punya tv ya. Lo gak pernah liat berita heh.” Ujar daffa berdecak kesal.
Sammy menatap tajam daffa.
“anda jangan ikut campur. Ini masalah kami dan lebih baik anda pergi sekarang.” Usir sammy membuat daffa terkekeh.
Tapi sebelum pergi dia menatap tajam sammy yang rahangnya sudah mengeras menahan marah.
“satu lagi jangan coba deketin dia kalo lo masih mau idup dan lebih baik banyak liat tv biar tau berita latest news. Biar gak norak amat jadi orang.” ujar daffa dengan senyum miring sebelum menarik Karin pergi dari sammy.
“Liat aja akan aku rebut kamu lagi rin.” gumamnya dan menyeringai.
Karin tengah duduk di cafe dengan Alex. Mereka sedang makan siang bersama. Sudah jadi hal biasa jika Alex akan makan siang bersama istrinya. Bahkan dia akan membatalkan semua janji jika mendekati waktu makan siang.
“mas aku mau cerita.” ujar Karin setelah meminum Jusnya.
"Cerita apa sayang.”
“tadi aku ketemu sammy.” ujar Karin membuat Alex membelalak mata.
“ketemu dimana!” ujarnya dengan nada dingin membuat Karin mengerucut bibir.
“bisa gak nada bicaranya jangan gitu. Aku gak suka loh mas kayak gitu.” gerutu Karin membuat Alex menghela nafas pelan.
“maaf sayang. Oke sekarang bisa cerita ketemu dia dimana?” tanya Alex dengan lembut sambil mengelus tangan Karin yang berada di genggamannya itu.
“di rumah sakit, kayaknya ada keluarganya yang sakit deh.” ujar Karin .
“bukan mau nemuin kamu kan?”
“ck, apaan sih mas. Lagi pula aku udah lama gak punya rasa lagi ke dia. Rasa aku udah utuh mentok buat kamu mas.”ujar Karin dengan kerlingan genit membuat Alex terkekeh. Dia mengecup puncak kepala Karin .
“bilang sana aku-“
“Karin hei kita ketemu lagi.” ucapan Alex terpotong karna kedatangan sammy yang langsung duduk di hadapan Karin. Alex menatap tajam sammy yang di balas acuh oleh sammy.
“kamu ngapain disini.” ujar Karin ketus membuat sammy terkekeh.
“aku kangen deh liat kamu yang ketus gitu. Bikin sayang aja deh.” ujar sammy santai.Alex berdehem kuat membuat sammy menatapnya.
"anda bisa pergi dari sini. Karna anda mengganggu acara makan saya dan istri saya.” ujar Alex datar.
Sammy hanya mengangkat bahu acuh.
"Rin jalan yuk. Kita mengenang masa pacaran dulu. Aku kangen loh saat dulu jalan berdua.” bujuk Sammy dengan senyuman manisnya.
Karin hanya menatapnya sinis.
“sorry dari pada mengenang masa lalu yang gak penting. Mending kamu pergi deh. Kamu mengganggu waktu kami aja.” Ujarnya ketus.
‘ayolah rin. Aku tau kamu masih cinta sama aku ya kan. Aku juga masih cinta kamu loh rin.” ujarnya membuat Alex menggeram marah.
“bisa anda pergi sebelum anda mati di tangan saya.” desis Alex menatap tajam sammy. Karin bahkan menatap tak suka pada sammy. Tanpa tau malu sammy malah menarik tangan Karin yang kiri karna kanan di genggam Alex .
“Ayo rin Karin jalan yuk. Siapa tau dengan jalan berdua kita makin saling cinta kayak dulu.” ujar sammy. Tangan Karin yang di genggam oleh sammy langsung di tepis kasar oleh Alex.
“Anda lancang sekali menggangu saya dan istri saya. Lebih baik anda pergi sebelum saya hajar anda sekarang.” bentak Alex membuat pengunjung café menatap meja mereka.
Karin langsung merangkul tangan Alex dan mengusapnya. Guna menenangkan Alex yang akan meledak.
"kamu lebih baik pergi sam. Aku udah menikah dan punya anak. Aku bahkan sudah tidak mencintai kamu sejak dulu. Jadi tolong jangan ganggu aku dan keluargaku. Hubungan kita sudah lama berakhir jadi tolong jangan ganggu aku dan juga keluargaku. Hubungan kita sudah lama berakhir.” Ujar Kari sambil meletakkan beberapa lembar uang, sebelum menarik Alex pergi dari sana.
“Aku akan mendapatkan kamu lagi rin, dengan cara kotor sekalipun , aku akan merebut kamu dari dia.”batin sammy lalu menyeringai.