
Di sini lah Ayu berada malam ini... datang terlebih dahulu...hendak menemani Bos nya Sang tuan muda Zain...
Jika di beri kesempatan untuk memilih ia lebih memilih untuk bersembunyi saja.
tak mau rasanya harus berhadapan dengan sang tuan muda.
Pengalaman pertama untuk nya mendampingi tuan muda,karna biasanya asisten niko menyebalkan itulah yang selau menemani.
ini dinner khusus dan harus membawa pasangan karna rekan bisnis tuan muda datang bersama keluarganya ..."begitulah penjelasan singkat asisten niko,
semoga tak memalukan...sore tadi ia mendadak harus ke butik membeli gaun malam, karn sudah pasti Ayu tak membawa 1 pun gaun untuk acara resmi seperti ini.
begini kurang lebih penampilan Ayu...semoga tidak memalukan... begitu doa nya
Sang Tuan Muda Zain baru datang... selalu tampan tentunya...
(semoga kalian suka...)
Ayu memang tak datang bersama sang Bos,
ia sudah terlebih dulu sampai... Duduk menunggu baru 10 menit rasa bosan menghinggapinya...
Beberapa menit kemudian... kedua tatapan bertemu dan saling mengunci...
deg deg deg... perasaan macam apa ini,,, bukan kah sudah terlalu sering dirinya bertemu dengan Zain... kenapa tiba tiba gugup seperti ini.
Kemudian Ayu berdiri...menyapa dengan sedikit senyum...
lagi lagi hanya anggukan yang ia lihat sebagai jawaban dari sang bos... (enggak ada sapaan mesra dari sang bos... udah biasa ya Ayu, jadi ga kaget)
Zain pun menghampiri Ayu... mereka pun berjalan menuju meja yang sudah di di siapkn...
Kenapa... kau mengindariku nona... tidak nyaman bersamaku disini?..."Zain.
hahh... oh,,, saya baik baik saja tuan,,, "Ayu
Mendekatlah kemari... "Zain.
memberi perintah sambil sedikit menarik kursi yang di duduki oleh ayu...
Lihatlah tuan Abraham dan keluarganya sudah datang... ingat jangan jauh jauh dari ku,...tetap di sisiku..."Zain.
Merasa jengah dengn Sang bos...
apa tidak bisa berintonasi lebih baik...
ia merasa sudah berbaik hati mau datang menemani sang bos..padahal ini masih masa liburnya... (gerutu ayu dalam hati)
Acara basa basi berlangsung, kini mereka mulai acara dinner santai sambil menunggu pesanan...
Zain...
Pria dingin dengan segala pesonanya...
membuat Tuan Abraham menyukainya... berencana ingin menjodohkannya kepada sang putri...
Namun jangan salah mengira jika Zain akan luluh dan menuruti permintaan tuan Abraham sekalipun kerjasama bisnis yang sudah mereka sepakati itu mempu memberi keuntungan milyaran dolar kepada perusahaan nyam.
Wah... ini pasangan anda tuan Zain... "sapa tuan abraham yang berusaha membuka percakapan dan mencairkan suasana.
pria parubaya itu tau jika zain pria dingin dan kaku namun luwes dan cerdas dalam urusan bisnis...bahkan bisa dibilang licik dan kejam
tak banyak yang tau tentang urusan asmaranya.
Seperti yang anda lihat tuan abraham...
perkenalkan...ini Ayu..."Zain.
Sambil menarik pinggang ayu agar lebih merapat dekat dengannya...
hufffhhhh... pria ini... "gumam ayu yang merasa risih dan sebal.
Ayu menyambut dengan senyum dan memperkenlkan dirinya....
Perkenalkan ini putri saya tuan Zain...
Maria ...baru saja menyelesaikan study nya... dan ia juga baru memulai membantu saya dinperusahaan...
Tatapan Maria sejak tadi mengunci kepada Zain,,, dan tentunya itu tak luput dari pengamatan zain yang sangat jeli membaca keadaan.
Maria jatuh cinta pada pandangan pertama tentunya... berharap Zain pun tertarik kepadanya... (ia mengabaikan keberadaan Ayu yang duduk elegan di sebelah Zain)...
.
.
.
gimana... gimana...
next ya...
like
komen
vote
terimakasih... selamat membaca
semoga kalian suka.