
Selamat pagi Tuan... hari ini jadwal anda cukup padat hingga malam
rapat bersama kepala bagian siang ini pukul 09.30
Siang anda ada janji temu dengan keluarga anda sekaligus makan siang.
pukul 13.30 anda ada janji dengan rekan bisnis anda dari negara P............
(bla bla bla bla....)
serentetan agenda hingga petang nanti ayu bacakan .
Zain menyimak sambil memandang wajah ayu Ayu*',entah...
dia tak merasa menyesal bahkan saat ini yang zain tau zain benar benar memginginkan ayu seutuhnya menginginkan semua yang ada pada diri ayu.
Tapi... untuk saat ini...
fikirannya kembali bercabang, mengingat perbicangannya bersama papa dan mamanya semalam.
Zain menghembuskan nafas beratnya...
Kenapa jadwal saya hari ini keluar semua.
Lalu kapan waktuku bersamamu...? "Zain.
Dengan tatapan sendu zain kepada ayu, seolah ia tak mau keluar meninggalkn ayu, tak mau keluar karna akan melewatkan harinya tanpa ayu.
Jika tak ada yang lain saya permisi tuan... "ayu.
sedetik kemudian sebelum ayu beranjak... tangan zain sudah lebih dulu menggapai pergelangan ayu... dan menariknya.
bertubruklah ayu di dada bidang dan keras zain..
aaauuuwwwww..."ayu.
kenapa... kenapa kamu terus terusan menghindar?setidak maunya kamu berlama lama bersama saya?... "zain
tatapan zain tak lepas memperhatikan gerak gerik Ayu yang berusaha melepaskan diri dari cekalan dan dekapan zain.
Tuan... maaf,tolong lepaskan.
pekerjaan saya masih banyak....
dengan nada 1 tingkat lebih tinggi menandakan emosinya mulai menyeruak karna tingkah zain itu... dan ternyata itu sangat ampuh mengagetkan zain dan terlepaslah cekalan dan pelukan zain tadi
tentunya keadaan ini tak di sia siakan oleh ayu untuk segera kabur keluar ruangan zain...
Lega... yang ia rasakan...
dengan nafar ngos ngosan...detak jantungnya pun tak dapat terkondisikan...ia tak lagi menyukai dan tak menginginkan kondisi ini.
Lunch
Zain datang terlambat... sangat terlambat,
bukan karna metting dengan kepala produksi alasanny, namun ia sangat tak bersemangat untuk datang.
Sengaja ia mengulur waktu hingga 1 jam lebih agar nanti tak perlu berlama lama di sana.
Makan siang sekaligus membicarakan perjodohan... bukan perjodohan atau pernikahan bisnis.
Mama papa zain pernah meminta kepada sahabatnya untuk kelak jika kami mereka mempunya anak laki laki dan perempuan akan kami perkenalkan barangkali saja berjodoh.
Beberap saat kemudian zain pun datang... acara makan siang dan perkenalan singkat pun terjadi...
dan akhir nya di sepakati jika pertemuan itu akan berlanjut ke tingkat yang lebih serius yaitu pertunangan yang akan di adakan minggu depan.
Dan ahaaaa.... ternyata oh ternyata si perempuan yang di kenalkan kepada zain adalah Mikayla...teman massa kecilnya.
Entak kemana rasa dan pikiran jernih zain... apakah memori otak zain kepada Ayu,,,tiba tiba saja hang setelah bertemu dengan mikayla.
(aq jadi jengkel juga pas nulis bagian ini gaes...)
Sedangkan mikayla hanya mengulas senyum rasa senang menyeruak, ingin memeluk lelaki yang ia kasihi sejak lama,
namun sempat terkubur karna perpisahan yang cukup lama dan tanpa adanya kabar dan pesan.
Sedangkan Niko yang berdiri di belakang zain seketika emosi melihat sang tuannya...
ingin rasanya menarik dan memberi bogem.
jika tuan zain bersama teman masa kecilnya... lalu bagaimana nasib ayu... ohhhh ya tuhan... tuan muda... "gerget hatu niko